Analis Politik Ini Sebut Tak Ada Partai Besar yang Berani Jadikan Jokowi Kader Usai Didepak PDIP

- Author

Senin, 9 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.online|JAKARTA. Alih-alih akan terus bertahan di PDI-P, Jokowi beserta anak dan menantunya didepak oleh PDIP, atas dasar tersebut menimbulkan banyak spekulasi, kapal mana yang akan Jokowi naiki untuk kembali berlayar.

Menurut Analis Komunikasi Politik dari Kedai Kopi, Hendri Satrio (Hensat). Sebenarnya Jokowi tidak lagi perlu rumah berupa partai politik.

Hensat menilai, Jokowi adalah tokoh bangsa usai pesiun menjadi presiden.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jokowi itu sebetulnya tidak perlu bingung, ia kan tokoh bangsa, dan tokoh bangsa sudah tidak perlu rumah (partai politik), rumahnya kan negara ini, Indonesia,” kata Hensat, Senin (09/12/2024).

Hensat mengatakan, kecuali jika Jokowi belum merasa dirinya adalah tokoh bangsa. “Jika masih merasa menjadi politisi maka Jokowi memang butuh rumah politik”.

Baca Juga :  Pengamat Arifki Chaniago : Rakernas PDIP Perlu Mengukur Ancaman Baru di Jawa Tengah

Menurut Hensat, status Jokowi sebagai anggota kehormatan partai golkar tidak memberikan kekuatan politik dalam internal parpol.

Ia menilai, bergabungnya Jokowi sebagai anggota kehormatan hanya akan berdampak pada elektabilitas partai saja.

“Anggota kehormatan ini kan seperti ngekos atau mengontrak saja, jadi bukan rumahnya di situ. Memang agak deg-degan juga untuk memberikan Jokowi rumah dengan jejak rekam politiknya yang kuat untuk memunculkan keluarga, belah bambu, dan lain-lain,” ucapnya.

Hensat menuturkan, saat ini hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dapat menjadi harapan Jokowi untuk menerimanya sebagai kader partai.

Hensat menegaskan, partai besar seperti golkar dan gerindra tidak akan berani menampung Jokowi sebagai kader partai. Ia menilai, karena rekam jejak Jokowi terkait dinasti politik.

Sumber : Liputan6.com

 

Berita Terkait

Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi
Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi
Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029
Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet
Jokowi Turun Gunung untuk PSI, Begini Komentar Pengamat Politik Arifki Chaniago
Indonesia Gabung Board of Peace, Begini Tanggapan Pengamat Ujang Komarudin
Partai Baru Langsung Tentukan Capres, Pengamat: Politik Indonesia Masuk Era “Early Booking” Pilpres 2029
Tepis Isu Pilpres Oleh MPR, Ketua Komisi II DPR Tegaskan Tidak Ada Pembahasan Mengubah Domain UUD 1945
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:01 WIB

Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:19 WIB

Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:38 WIB

Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029

Senin, 9 Februari 2026 - 21:47 WIB

Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:15 WIB

Jokowi Turun Gunung untuk PSI, Begini Komentar Pengamat Politik Arifki Chaniago

Berita Terbaru