Hadir di Ponpes Ekologi Al Mizan Wanajaya, KDM : Kiai Itu Bukan Hanya Guru Ngaji Tapi Penjaga Bumi

Hadir di Ponpes Ekologi Al Mizan Wanajaya, KDM : Kiai Itu Bukan Hanya Guru Ngaji Tapi Penjaga Bumi

- Author

Sabtu, 31 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berdikusi dengan KH Maman Imanulhaq di Ponpes Ekologi Al Mizan Wanajaya, Majalengka (Foto : KITA0

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berdikusi dengan KH Maman Imanulhaq di Ponpes Ekologi Al Mizan Wanajaya, Majalengka (Foto : KITA0

JEJAKNARASI.ID.MAJALENGKA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi Ponpes Ekologi Al Mizan Wanajaya, Majalengka. Kunjungan tersebut, guna menghadiri Puncak Acara Harlah Fatayat NU ke-75 yang diselenggarakan Fatayat NU Majalengka.

Dalam sambutannya Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan, pesantren memiliki peran strategis. Di tengah krisis lingkungan yang mengkhawatirkan, pesantren perlu tampil sebagai benteng moral dan pusat gerakan penyelamatan bumi. 

“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga benteng moral yang harus ikut menyelamatkan lingkungan. Kiai itu bukan hanya guru ngaji, tapi penjaga bumi,” kata KDM di hadapan ribuan masyarakat dan kader Fatayat NU yang hadir. Sabtu (31/5/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyampaikan kekagumannya kepada KH. Maman Imanulhaq yang yang selama ini konsisten mengusung pesantren hijau. Menurutnya, apa yang dilakukan KH Maman dengan Pesantren Al Mizan menjadi contoh bagaimana agama, pendidikan, dan lingkungan bisa menyatu secara harmoni.

“Kang Maman ini sahabat saya yang jelas pemihakan terhadap kelestarian alam. Pesantren seperti ini yang harus kita perbanyak. Islam jangan hanya terdengar di mimbar, tapi harus terasa sampai ke akar rumput. Termasuk soal lingkungan,” tegas KDM.

Menurut KDM , Islam sangat kaya dengan nilai-nilai ekologis, mulai dari hemat air hingga perintah menanam pohon. Usai acara, KDM pun menyempatkan menanam pohon Matoa sebagai simbol ajakan KDM untuk menanam pohon.

“Kalau umat Islam benar-benar mengamalkan ajaran Rasulullah, bumi kita tidak akan rusak seperti sekarang. Masalahnya bukan ajarannya kurang, tapi kesadarannya yang perlu dibangkitkan. Dan itu bisa dimulai dari pesantren,” ujar mantan Bupati Purwakarta tersebut.

Pimpinan Ponpes Al-Mizan, Dr. KH. Maman Imanulhaq mengatakan, kesadaran ekologis adalah bagian dari ibadah. Ia menjelaskan bahwa konsep pesantren ekologi bukan sekadar gaya hidup, tapi bagian dari komitmen keislaman yang menyeluruh.

Baca Juga :  Kepala Kanwil Kemenag Jabar Resmikan Ponpes Mumtaz Mizani Subang

“Kami ajarkan kepada santri bahwa membuang sampah sembarangan itu dosa. Menebang pohon sembarangan itu kezaliman. Jadi mencintai bumi adalah bagian dari mencintai Tuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fatayat NU Kabupaten Majalengka, Nyai Hj. Upik Rofiqoh, menyebut bahwa peringatan Harlah kali ini bukan sekadar seremoni, tapi momentum untuk menguatkan peran perempuan dalam menjawab tantangan zaman.

“Kami ingin Fatayat NU tampil sebagai pelopor dalam isu-isu besar seperti lingkungan, literasi digital, dan pemberdayaan ekonomi. Majalengka harus jadi titik tolak gerakan perempuan Nahdliyin yang membumi dan membangun,” ujar Nyai Upik.

Di tempat yang sama, Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, mengapresiasi semangat kolaborasi yang ditunjukkan Fatayat NU, pesantren, dan masyarakat dalam menggelar peringatan Harlah ini. Ia menilai pendekatan yang dilakukan sangat relevan dengan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kami di Pemkab Majalengka menyambut baik gerakan seperti ini. Ketika pesantren, perempuan, dan masyarakat bersatu dalam semangat merawat lingkungan dan budaya, maka Majalengka akan tumbuh tidak hanya secara ekonomi, tapi juga spiritual dan sosial,” tukasnya..

Acara Harlah ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari pasar murah, bazar UMKM Fatayat NU, workshop menulis bersama Penerbit Kompas, pelatihan pembuatan website dari Pandi.id, hingga donor darah yang bekerja sama dengan PMI Cirebon.

Panggung budaya menampilkan seni tradisi khas Cirebon dan Majalengka seperti Tari Topeng Rampak, Qi Buyut Rebound, Gembyung Buhun, hingga pertunjukan modern Tebootory yang mengangkat tema alam dan kearifan lokal.

Berita Terkait

Sachrudin Minta ASN Siaga Hadapi Kemarau Saat Persiapan HUT Ke-81 RI
Wali Kota Sachrudin Ajak Warga Tangerang Rayakan HUT ke-81 RI dengan Semangat Kebersamaan dan Kesadaran Membayar Pajak
DPAD Kota Tangerang Buka Pendaftaran Duta Baca 2026, Total Hadiah Rp6 Juta
DPAD Tangerang Gelar Pelatihan Ecoprint TPBIS, Dorong Kreativitas dan Pemberdayaan Ekonomi
Hampir 33 Tahun Beroperasi, Karaoke Legendaris FM3 Resmi Tutup Permanen
Pemuda Berdampak Salurkan Bantuan Air Bersih Ke Beberapa Kampung di Pandeglang
Lapas Kelas I Tangerang Gelar Cek Kesehatan Gratis, 600 Warga Binaan Ikuti Skrining TB
PUPR Tangerang Percepat Normalisasi, Saluran Air Perum Taman Gebang Periuk Kembali Lancar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:40 WIB

Sachrudin Minta ASN Siaga Hadapi Kemarau Saat Persiapan HUT Ke-81 RI

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:22 WIB

Wali Kota Sachrudin Ajak Warga Tangerang Rayakan HUT ke-81 RI dengan Semangat Kebersamaan dan Kesadaran Membayar Pajak

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:17 WIB

DPAD Kota Tangerang Buka Pendaftaran Duta Baca 2026, Total Hadiah Rp6 Juta

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:05 WIB

DPAD Tangerang Gelar Pelatihan Ecoprint TPBIS, Dorong Kreativitas dan Pemberdayaan Ekonomi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Hampir 33 Tahun Beroperasi, Karaoke Legendaris FM3 Resmi Tutup Permanen

Berita Terbaru