Dianggap Menguntungkan Sejumlah Pihak dan Merusak Lingkungan BEM Banten Tolak Keras Proyek Strategis Nasional di PIK 2

- Redaksi

Kamis, 23 Januari 2025 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID. BANTEN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten menolak keras Proyek Strategis Nasional (PSN) reklamasi Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Pasalnya,proyek tersebut bakal menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.

BEM Banten menilai,reklamasi yang dilakukan hanya akan menguntungkan segelintir pihak. Sementara nelayan dan masyarakat lokal terancam kehilangan mata pencaharian serta menghadapi risiko kerusakan lingkungan yang masif.

 “Kami menolak keras PSN PIK 2, karena proyek ini tidak mempertimbangkan dampak sosial dan ekologis yang sangat besar. Pemerintah seharusnya berpihak pada masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya pada lingkungan pesisir, bukan pada proyek yang hanya menguntungkan kelompok tertentu.”kata Koordinator BEM banten, Bagas Yulianto dalam keterangannya Kamis (23/1/2024)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagas menegaskan jika pihaknya juga berkomitmen  untuk mengawal 100 hari kinerja Kabinet Merah Putih yang dinilai telah melukai hati rakyat. Dalam rangka menjalankan perannya sebagai penyambung aspirasi masyarakat, BEM Banten menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak pro-rakyat dan cenderung memperburuk kondisi sosial-ekonomi.

Baca Juga :  BEM Banten Bersatu Adakan Stadium Generale dan Camping Kebangsaan 

“Kami mengajak seluruh BEM se BANTEN, untuk bergandengan tangan dan membersamai dalam mengawal kebijakan pemerintah dan menolak proyek-proyek yang merugikan rakyat. Bersama, kita bisa menciptakan perubahan yang lebih baik untuk Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen)  BEM Banten, Geri wijaya, menyatakan bahwa dalam 100 hari pertama Kabinet Merah Putih, telah muncul berbagai kebijakan yang menyebabkan keresahan di tengah masyarakat.

 “Kami melihat banyak kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil, melainkan lebih condong pada kepentingan elite dan korporasi. Ini adalah alarm bagi kita semua untuk terus melakukan pengawalan,” ucapnya.

Sebagai informasi, BEM Banten akan menggelar  diskusi publik dan aksi besar besaran untuk menyuarakan problematika yang ada di Banten dan mengevaluasi 100 kerja kabinet merah putih. Langkah ini diambil sebagai bentuk perjuangan untuk memastikan bahwa suara masyarakat didengar oleh pemerintah.** 

 

Berita Terkait

Kolaborasi TNI-Polri dan Manajemen Citra Raya Hadirkan Pos Terpadu Mudik Lebaran di Tiga Titik
Perkuat Fiskal Nasional, Pemerintah Antisipasi dan Efisiensi di Berbagai Sektor
Mudik Gratis Lebaran 2026 Tangsel Bersama Pilar Saga Ichsan Disambut Antusias Warga
Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak
JMSI Kabupaten Tangerang Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan 1447 H
Dr. Agus Ismail Resmi Jadi Ketua Harian Asosiasi Masyarakat Sadar Konservasi Energi Indonesia
Pemkot Tangsel Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Gratifikasi Hingga Tingkat Kelurahan
Kota Tangerang Jadi Calon Percontohan Kota Antikorupsi Versi KPK Wakili Banten
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:38 WIB

Kolaborasi TNI-Polri dan Manajemen Citra Raya Hadirkan Pos Terpadu Mudik Lebaran di Tiga Titik

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:06 WIB

Perkuat Fiskal Nasional, Pemerintah Antisipasi dan Efisiensi di Berbagai Sektor

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:50 WIB

Mudik Gratis Lebaran 2026 Tangsel Bersama Pilar Saga Ichsan Disambut Antusias Warga

Sabtu, 14 Maret 2026 - 23:54 WIB

Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:42 WIB

JMSI Kabupaten Tangerang Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan 1447 H

Berita Terbaru

Mantan Menteri Agama Yaqut Qholil Qoumas saat kemabli ke rutan KPK. (Foto:: Ist)

Hukum & Kriminal

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK

Selasa, 24 Mar 2026 - 23:42 WIB