Demi Wujudkan Lingkungan Bersih, Pemkot Tangsel Bedah 2400 Tangki Septik

Demi Wujudkan Lingkungan Bersih, Pemkot Tangsel Bedah 2400 Tangki Septik

- Author

Kamis, 31 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, TANGSEL. Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) terus berkomitmen dalam meningkatkan kesehatan lingkungan.

Salahsatu kebijakan yang di ambil yaitu melalui program bedah tangki septik atau Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Program ini bertujuan menciptakan lingkungan yang sehat dan layak huni. Saat meninjau pembangunan STBM di wilayah Kranggan, Kecamatan Setu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menyatakan, pembangunan tersebut dilakukan semata-mata untuk menciptakan lingkungan yang sehat.

“Fokus perhatian saya adalah kesehatan lingkungan. Ini yang kita maksudkan dengan bedah septictank atau Sanitasi Total Berbasis Masyarakat,” ujar Benyamin, Rabu (30/10/2024).

“Rumah yang kurang layak sudah kita bedah, jalan yang gelap sudah kita pasang lampu. Sekarang giliran septic tank-nya. Saya pikirin sampai ke sana. Semata-mata agar lingkungan menjadi sehat,” tambah Benyamin.

Sejak tahun lalu, hingga saat ini sudah ada sekitar 2.400 tangki septik yang telah dibangun. Khusus di Kranggan ini saja, ada sebanyak 30 unit septic tank.

“Usulannya pun masih banyak. Kita ingin warga Tangsel ini sehat. Kita bangun mulai dari sanitasinya ini,” ungkapnya.

Pada tahun 2023, pihaknya telah membangun 1.800 septik tank. Kemudian tahun ini ada 600 yang dibangun.

“Artinya 2.400 rumah tangga yang sudah kita perbaiki faktor kesehatannya. Untuk anggaran pembangunan satu septik tank Rp 10 sampai Rp 16 juta tergantung kapasitasnya, besar ukurannya,” jelas Benyamin.

Benyamin juga menyampaikan bahwa alasan warga yang belum memiliki septik tank kebanyakan adalah persoalan biaya dan ketidaktahuan mereka.

Oleh karena itu, pihaknya membuat program pembangunan sanitasi tersebut untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Bidang Air Minum dan Air Limbah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel, Budi Rachmat, menjelaskan bahwa bangunan tangki septik ini dibangun dengan sentuhan teknologi.

Baca Juga :  UPTD PAM Tangsel Berhasil Mengoptimalisasikan Program Pelayanan Kepada Masyarakat Secara Nyata di Tahun 2024

“Biofil namanya. Itu tangki dengan ukuran biasanya 800-1000 liter. Di dalamnya ada sekat, ada penyaringan, dan ada obat bakterinya. Jadi keluarnya tidak mengeluarkan bau tak sedap,” terangnya.

Pembangunan tangki septik ini paling banyak dibangun di wilayah Pondok Aren.

“Jadi berdasarkan usulan dari teman-teman Puskesmas dan Lurah. Dari hasil penyisiran, kalau lurahnya aktif itu banyak usulannya. Yang penting ada surat pengusulannya yang resmi. Seperti di sini aja tadi Pak Lurah bilang masih ada 76 lagi. Lalu untuk yang sudah dibangun ini ada 50,” ungkap Budi.

Pak Sumanta, warga Kranggan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), mengucapkan rasa syukurnya. Sebab kini, saluran pembuangan dan tangki septik miliknya telah dibangun hingga menjadi layak dan sesuai standar.

Berbeda sebelum dirinya mendapat bantuan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel melalui program pembangunan septic tank.

Dahulu, saluran pembuangannya terkesan kumuh dan langsung mengarah ke kebun kosong di belakang rumahnya.

“Sebelumnya istilahnya berantakanlah. Ada yang di kebun, ada yang di mana gitu. Dibikin kaya penampungan cuman terbuka,” kata Sumanta di kediamannya.

Ia menyadari bahwa kondisi tersebut sangat berpotensi menyebabkan lingkungan sekitarnya tidak sehat. Namun, lantaran kondisi perekonomian, Ia tak dapat membangun septik tank sendirian.

“Itu jadi bahan penyakit juga. Modelnya empang, rata-rata di sini begitu,” imbuhnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tangsel atas bantuan yang diberikan kepadanya.

“Wah senang banget. Yang tadinya istilahnya buang ini berantakanlah, sekarang jadi rapi. Saya sangat berterima kasih sekali atas pemberian ini semua. Atas adanya bantuan ini, jadi lebih rapi dan tentunya sehat,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Peran Jurnalisme Dalam Memitigasi Persoalan Kemanusiaan
Mahasiswa Universitas Presiden Tingkatkan Literasi Keselamatan Listrik Siswa SMKN 1 Cikarang Pusat
Bak Drama Korea, Ida Farida Klarifikasi Isu Dugaan Pernikahan Siri dengan Tokoh Politik di Banten
PERUMDAM TKR Kerahkan 10 Mobil Tangki Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin
Perpusda Tangerang Hadirkan Ruang Edukasi dan Literasi, Fasilitasi Minat Baca Warga
Pemkot Gandeng 94 SMP Swasta Akomodir 5.000 Siswa Tak Lolos SPMB Tangsel 2026
Tunjukan Kepedulian, PT IKPP Tangerang Mill Salurkan 35.000 Masker Untuk Penanganan Kebakaran di TPA Jatiwaringin
Buka Pelatihan KTB, Sachrudin: Gotong Royong Jadi Benteng Utama Mitigasi Bencana
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:25 WIB

Peran Jurnalisme Dalam Memitigasi Persoalan Kemanusiaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:09 WIB

Mahasiswa Universitas Presiden Tingkatkan Literasi Keselamatan Listrik Siswa SMKN 1 Cikarang Pusat

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:27 WIB

PERUMDAM TKR Kerahkan 10 Mobil Tangki Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:56 WIB

Perpusda Tangerang Hadirkan Ruang Edukasi dan Literasi, Fasilitasi Minat Baca Warga

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:45 WIB

Pemkot Gandeng 94 SMP Swasta Akomodir 5.000 Siswa Tak Lolos SPMB Tangsel 2026

Berita Terbaru

Jakarta

Peran Jurnalisme Dalam Memitigasi Persoalan Kemanusiaan

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:25 WIB