Waspada! Diabetes Dapat Meningkatkan Risiko Gangguan Pendengaran hingga Dua Kali Lipat

Waspada! Diabetes Dapat Meningkatkan Risiko Gangguan Pendengaran hingga Dua Kali Lipat

- Author

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, JEJAKNARASI.ID – Diabetes dikenal sebagai penyakit yang dapat memicu berbagai komplikasi. Mulai dari gangguan penglihatan, kerusakan ginjal, hingga penyakit jantung.

Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa diabetes juga dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran.

Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang berpotensi merusak organ pendengaran dan menyebabkan penurunan fungsi telinga secara bertahap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diabetes dan Gangguan Pendengaran, Apa Hubungannya?

Hubungan antara diabetes dan gangguan pendengaran telah menjadi perhatian para peneliti selama bertahun-tahun. Kini, berbagai temuan ilmiah semakin memperkuat dugaan bahwa penurunan fungsi pendengaran merupakan salah satu komplikasi yang dapat dialami penderita diabetes.

Menurut Dr. Kumar, kadar gula darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil yang memasok oksigen dan nutrisi ke koklea. Organ berbentuk spiral di telinga bagian dalam yang berfungsi mengubah gelombang suara menjadi sinyal saraf sebelum diteruskan ke otak.

Selain kerusakan pembuluh darah, peradangan kronis dan stres oksidatif yang sering terjadi pada penderita diabetes yang tidak terkontrol juga diduga menyebabkan kerusakan sel-sel rambut sensorik di telinga bagian dalam.

Sel-sel tersebut memiliki peran penting dalam proses pendengaran, tetapi tidak dapat beregenerasi ketika mengalami kerusakan sehingga gangguan pendengaran yang terjadi umumnya bersifat permanen.

Penelitian: Risiko Gangguan Pendengaran Lebih Tinggi pada Penderita Diabetes

Berbagai penelitian mendukung adanya hubungan antara diabetes dan gangguan pendengaran.

Salah satu penelitian berskala besar yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine oleh peneliti dari National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) menganalisis data lebih dari 5.000 orang dewasa peserta National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) di Amerika Serikat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan pendengaran ditemukan hampir dua kali lebih sering pada orang dewasa dengan diabetes dibandingkan mereka yang tidak mengidap penyakit tersebut. Temuan ini tetap konsisten meskipun peneliti telah memperhitungkan faktor usia dan faktor risiko lainnya.

Baca Juga :  Cara Efektif Menghasilkan Uang Dari Menulis Konten

Sementara itu, tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Endocrinology pada 2023 juga menyimpulkan bahwa orang dewasa dengan diabetes secara konsisten memiliki risiko gangguan pendengaran yang lebih tinggi dibandingkan populasi tanpa diabetes.

Sejumlah temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa gangguan pendengaran merupakan salah satu komplikasi diabetes jangka panjang.

Meski demikian, para peneliti menilai masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami mekanisme biologisnya secara lebih rinci.

Gejala Gangguan Pendengaran Sering Tidak Disadari

Gangguan pendengaran pada penderita diabetes umumnya berkembang secara perlahan sehingga sering kali tidak disadari sejak awal.

Banyak penderita baru menyadari adanya penurunan kemampuan mendengar ketika mulai kesulitan mengikuti percakapan, sering meminta lawan bicara mengulang perkataan, atau meningkatkan volume televisi maupun perangkat audio lebih tinggi dari biasanya.

Karena itu, para ahli menyarankan agar penderita diabetes, terutama yang telah mengidap penyakit dalam waktu lama, menjalani pemeriksaan kesehatan pendengaran secara berkala sebagai bagian dari pemantauan komplikasi diabetes.

Cara Mengurangi Risiko Gangguan Pendengaran akibat Diabetes

Meski gangguan pendengaran tidak selalu dapat dicegah, pengendalian kadar gula darah tetap menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko kerusakan pembuluh darah kecil, termasuk yang berada di telinga bagian dalam.

Selain menjaga kadar gula darah tetap stabil, penderita diabetes juga dianjurkan untuk:

  • Menghindari paparan suara keras dalam waktu lama.
  • Menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin sesuai anjuran dokter.
  • Segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala penurunan pendengaran, seperti telinga berdenging atau kesulitan memahami percakapan.

Dengan jumlah penderita diabetes yang terus meningkat di berbagai negara, para ahli menilai bahwa kesadaran terhadap komplikasi yang kurang dikenal, termasuk gangguan pendengaran, perlu terus ditingkatkan. Deteksi dini dan pengelolaan diabetes yang baik dinilai dapat membantu mengurangi risiko terjadinya komplikasi serta menjaga kualitas hidup penderita. ***

 

Berita Terkait

Mengenal Terapi Radio Frekuensi dan Manfaatnya Bagi Penderita Nyeri Lutut Akibat Pengapuran
Libur Sekolah Makin Seru! Vega Hotel Gading Serpong Hadirkan Promo dan Aktivitas Keluarga
Beauty, Wellness dan Pain Clinic RS Sari Asih Karawaci, Jawaban Kebutuhan Kesehatan Modern
Libur Sekolah Makin Seru! Diskon 20% dan Aktivitas Anak Menanti di Vega Hotel Gading Serpong
Kenali Gejala Awal Penyakit Hati Kronis dan Pemicunya
Perkuat Kolaborasi, Vega Hotel Gading Serpong Sukses Gelar Corporate Gathering
Prime Plaza Run 2026 Kembali Hadir!
Promo Menginap Weekday: Starlet Hotel Serpong Beri Diskon Spesial Stay 2 Pay Less
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:11 WIB

Waspada! Diabetes Dapat Meningkatkan Risiko Gangguan Pendengaran hingga Dua Kali Lipat

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:49 WIB

Mengenal Terapi Radio Frekuensi dan Manfaatnya Bagi Penderita Nyeri Lutut Akibat Pengapuran

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:05 WIB

Libur Sekolah Makin Seru! Vega Hotel Gading Serpong Hadirkan Promo dan Aktivitas Keluarga

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:51 WIB

Beauty, Wellness dan Pain Clinic RS Sari Asih Karawaci, Jawaban Kebutuhan Kesehatan Modern

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:56 WIB

Libur Sekolah Makin Seru! Diskon 20% dan Aktivitas Anak Menanti di Vega Hotel Gading Serpong

Berita Terbaru

Jakarta

Peran Jurnalisme Dalam Memitigasi Persoalan Kemanusiaan

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:25 WIB