JAKARTA, JEJAKNARASI.ID — Kata kunci “gempa” dan “gempa hari ini” menjadi perbincangan hangat di internet pada Kamis (06/08/2026).
Data Google Trends menunjukkan kedua istilah tersebut masing-masing telah memperoleh lebih dari 20 ribu pencarian dalam 24 jam terakhir.
Masyarakat juga ramai mencari informasi menggunakan kata kunci terkait, seperti “BMKG”, “info gempa”, dan “gempa terkini”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meningkatnya pencarian tersebut kemungkinan berkaitan dengan sejumlah aktivitas gempa bumi yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah gempa bermagnitudo 5,3 yang terjadi pada Rabu (05/08/2026), pukul 21.55 WIB. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut, sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan kedalaman 18 kilometer.
Guncangan dilaporkan terasa di sejumlah daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Intensitasnya mencapai III–IV MMI di wilayah Soreang dan Lembang.
Aktivitas gempa juga tercatat pada Kamis pagi. BMKG melaporkan gempa bermagnitudo 4,1 terjadi pukul 09.59 WIB dengan pusat di darat, sekitar 32 kilometer timur laut Sigi, Sulawesi Tengah. Guncangan dirasakan dengan intensitas III MMI di Sigi.
Sebelumnya, wilayah tersebut juga diguncang gempa bermagnitudo 3,2 pada pukul 08.36 WIB. Sementara itu, gempa bermagnitudo 3,9 yang berpusat di laut, sekitar 41 kilometer timur Morowali, terjadi pukul 05.42 WIB dan dirasakan dengan intensitas II–III MMI.
Berdasarkan pembaruan data real-time BMKG hingga pukul 20.40 WIB, gempa terbaru yang telah terkonfirmasi berkekuatan magnitudo 3,8.
Gempa tersebut berada di kawasan Kepulauan Talaud dengan kedalaman 30 kilometer. BMKG mengingatkan bahwa parameter gempa yang diterbitkan dalam beberapa menit pertama masih dapat berubah.
Data menjadi lebih akurat setelah diperiksa dan dianalisis ulang oleh ahli seismologi.
Karena itu, masyarakat diminta mengandalkan informasi dari kanal resmi dan tidak langsung mempercayai unggahan yang belum terverifikasi.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Ramainya topik gempa di media sosial turut memunculkan beragam foto, video, dan informasi yang belum tentu berkaitan dengan kejadian terbaru.
Warganet diimbau memeriksa waktu, lokasi, serta sumber unggahan sebelum membagikannya kembali.
Apabila gempa terjadi, BMKG menyarankan masyarakat yang berada di dalam bangunan untuk melindungi kepala dan tubuh dari reruntuhan, berlindung di bawah meja yang kuat, serta keluar secara tertib apabila situasi memungkinkan. Mereka yang berada di luar ruangan perlu menjauhi gedung, tiang listrik, pohon, dan benda lain yang berpotensi roboh.
Masyarakat di kawasan pantai juga diminta menjauhi garis pantai untuk mengantisipasi kemungkinan tsunami.
Setelah gempa berakhir, warga sebaiknya tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan dan tetap mewaspadai gempa susulan.
Viralnya kata kunci “gempa hari ini” menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi kebencanaan yang cepat.
Namun, kecepatan memperoleh informasi harus tetap diimbangi dengan ketelitian agar kepanikan dan penyebaran kabar bohong dapat dihindari.
































