Ketua DPC Demokrat Tangerang Bela Kadernya Soal Tudingan Korupsi Pokir dan Dana Hibah

Ketua DPC Demokrat Tangerang Bela Kadernya Soal Tudingan Korupsi Pokir dan Dana Hibah

- Author

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, TANGERANG – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Tangerang, M. Nawa Said Dimyati, siap pasang badan memberikan tanggapan resmi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai program kedewanan di wilayahnya.

Langkah ini diambil untuk memberikan edukasi sekaligus kejelasan informasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.

​Pernyataan tersebut merespons perhatian publik di media sosial yang menyoroti program dana hibah dan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Tangerang, yang dikaitkan dengan dua anggota Fraksi Partai Demokrat, Nonce Thendean dan Aida Hubaedah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dalam informasi yang beredar, Nonce Thendean (Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Dapil V) dituding terseret dalam kasus dugaan korupsi dana Pokir dan dana hibah mobil siaga senilai kurang lebih Rp1,5 miliar.

Sementara itu, Aida Hubaedah (Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Dapil II) disorot atas dugaan penyalahgunaan wewenang terkait pembangunan fasilitas di atas tanah pribadi menggunakan dana hibah senilai kurang lebih Rp1,2 miliar.

​Menanggapi hal itu, pria yang akrab disapa Cak Nawa ini memastikan bahwa seluruh program penyerapan aspirasi yang dikawal oleh anggotanya telah berjalan sesuai koridor hukum dan berstatus clear and clean.

​”Kami sudah berkoordinasi dan melakukan kroscek internal di jajaran fraksi. Kami telah menerima surat tembusan pemberitahuan aksi demonstrasi dan membaca seluruh isi surat tersebut. Kami memastikan tidak ada bukti kuat yang menunjukkan kedua kader kami melakukan tindak pidana korupsi. Usulan program hibah maupun Pokir yang dikawal dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sesuai regulasi,” kata Nawa Said saat ditemui di kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Tangerang, Jum’at (22/5/2026).

​Lebih lanjut, Nawa menjabarkan bahwa sistem penganggaran daerah saat ini sudah sangat ketat dan tersistem secara digital melalui SIPD. Proses pengusulan Pokir dari perencanaan reses harus melewati verifikasi berlapis di Bappeda, masuk ke RKPD, KUA-PPAS, hingga penetapan anggaran.

​”Perlu dipahami bersama bahwa Pokir itu bukan berupa dana tunai yang dipegang atau dikelola langsung oleh anggota dewan, melainkan berupa usulan pembangunan fisik atau non-fisik dari masyarakat. Anggaran dan pengerjaannya sepenuhnya berada di ranah dinas terkait selaku eksekutor, sementara DPRD hanya mengusulkan dan mengawasi,” paparnya.

​Nawa juga menegaskan bahwa APBD yang memuat program tersebut telah diaudit secara resmi oleh Inspektorat, BPK RI, hingga BPKP dengan hasil yang bersih tanpa persoalan. Oleh karena itu, ia menilai tuduhan yang berkembang sangat tendensius.

Baca Juga :  Bupati Tangerang Lepas Ratusan Pelari di Starfit Fun Run 2025

​Terkait tuduhan yang menyeret Nonce Thendean mengenai pengadaan mobil siaga pada tahun 2018–2019, Nawa meluruskan bahwa program tersebut merupakan agenda Pemerintah Kabupaten Tangerang yang juga diusulkan oleh hampir seluruh anggota DPRD melalui mekanisme hibah daerah.

​Setelah Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) ditandatangani oleh Bupati, kendaraan beserta BPKB dan STNK langsung diserahkan kepada kelompok masyarakat penerima manfaat, sehingga tidak ada sangkut pautnya lagi dengan anggota dewan.

​”Ada tuduhan lucu yang menyebut kader kami menggelapkan dana perawatan mobil. Padahal dana perawatan itu tidak ada di anggaran dewan dan tidak ada kaitannya. Kalau saat penyerahan warga syukuran dan mengundang dewan untuk potong pita, itu hal wajar yang terjadi di mana-mana. Bahkan, saat ada pengurus warga yang tidak amanah hingga mobilnya pindah tangan, kader kami justru ikut membantu menariknya kembali. Sampai sekarang mobil-mobilnya masih ada,” urai Nawa.

​Sementara untuk kasus Aida Hubaedah, Nawa mengklarifikasi bahwa dana hibah APBD tersebut diberikan dalam bentuk bangunan kepada pihak yayasan, bukan pembangunan masjid di atas tanah pribadi.

​”Pemerintah daerah dan SKPD tentu tidak bodoh, mereka tidak akan mengeksekusi jika melanggar hukum. Faktanya, karena lahan yayasan tersebut kurang dan kebetulan berhimpitan dengan tanah pribadi kader kami, Bu Aida justru menghibahkan sebagian tanah pribadinya untuk perluasan yayasan tersebut,” tambahnya.

​Pihak DPC Partai Demokrat menyayangkan adanya dinamika informasi di media sosial yang kurang akurat dalam memotret tata kelola anggaran daerah. Karena merasa nama baik partai dirusak dan terjadi pembunuhan karakter secara brutal terhadap kadernya, DPC Demokrat kini tengah mempertimbangkan langkah hukum.

​”Kami sedang mempelajari dan mempertimbangkan langkah hukum. Kami akan mengawalinya dengan melayangkan somasi terlebih dahulu terhadap lembaga tersebut. Jika tidak selesai, baru kami dorong ke proses hukum pidana,” tegas Nawa.

​Meski menghadapi dinamika isu ini, DPC Partai Demokrat Kabupaten Tangerang memastikan jajaran fraksinya di parlemen tetap fokus menjalankan tugas pengabdian masyarakat di daerah pemilihan (dapil) masing-masing tanpa hambatan.

​”Kami sangat menghormati fungsi kontrol dan ruang diskusi di tengah masyarakat sebagai bagian dari demokrasi. Namun, kami berharap ruang tersebut diisi dengan narasi yang edukatif, obyektif, dan berbasis pada tata cara kerja pemerintahan yang sebenarnya. Kami berharap mereka cepat sadar dan tidak melanjutkan ketersesatan dari informasi yang keliru ini,” pungkas Nawa Said menutup keterangannya. (/js)

Berita Terkait

Maggot di TPS CitraRaya Tangerang Olah 320 Kg Sampah Organik Setiap Hari
Empat Mahasiswa UNTARA Diduga Alami Kekerasan saat HUT Kabupaten Tangerang Ke-394, Siapkan Laporan Polisi
Kecamatan Kelapa Dua Dapat Kado Istimewa di HUT Kabupaten Tangerang Ke-394
HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, PERUMDAM TKR Salurkan Sejuta Liter Air Bersih dan Respons Pengaduan Pelanggan
Tagihan Air PAM Capai Rp38 Juta, Pemilik Ruko Sorrento Grande Gading Serpong Keluhkan Dugaan Kebocoran Misterius
Video Teguran Petugas Keamanan di Taman Puspa CitraRaya Viral, Dua Pihak Sepakat Berdamai
HUT ke-81 TNI, Forkopimcam Panongan Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas
Alfamart dan Kalbe Nutritionals Perkuat Dukungan 1.000 HPK melalui Sahabat Posyandu
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Maggot di TPS CitraRaya Tangerang Olah 320 Kg Sampah Organik Setiap Hari

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Empat Mahasiswa UNTARA Diduga Alami Kekerasan saat HUT Kabupaten Tangerang Ke-394, Siapkan Laporan Polisi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Kecamatan Kelapa Dua Dapat Kado Istimewa di HUT Kabupaten Tangerang Ke-394

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:43 WIB

HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, PERUMDAM TKR Salurkan Sejuta Liter Air Bersih dan Respons Pengaduan Pelanggan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Tagihan Air PAM Capai Rp38 Juta, Pemilik Ruko Sorrento Grande Gading Serpong Keluhkan Dugaan Kebocoran Misterius

Berita Terbaru

Indramayu

DPRD Indramayu Bahas Dua Raperda Perumahan dan Lingkungan

Minggu, 25 Okt 2026 - 19:08 WIB

Indramayu

Polsek Kandanghaur Polres Indramayu Hadir Pesta Adat Nadran

Minggu, 25 Okt 2026 - 18:53 WIB