Mengenal Bahaya Campak pada Anak dan Dewasa Serta Cara Pencegahannya

Mengenal Bahaya Campak pada Anak dan Dewasa Serta Cara Pencegahannya

- Author

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Contoh anggota tubuh yang terkena campak. (Foto: Istimewa)

Contoh anggota tubuh yang terkena campak. (Foto: Istimewa)

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, baru-baru ini memberikan pernyataan mengejutkan dalam rapat di Komisi IX DPR RI pada Senin (20/04/2026).

Dia menegaskan bahwa campak memiliki tingkat penularan atau reproduction rate yang jauh lebih tinggi dibandingkan Covid-19 varian apapun.

“Kalau Covid dulu satu orang menularkan tiga atau empat orang, campak ini satu orang bisa menularkan sampai 18 orang,” ujar Menkes.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, seberapa waspada kita harus bersikap?

Mengapa Campak Begitu Agresif?

Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Anak dari RS Sari Asih Ciputat, dr. Dinar Handayani Asri Hariadi, Sp.A, membenarkan bahwa secara klinis campak adalah salah satu penyakit paling menular melalui udara (airborne).

Menurutnya, virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah orang yang terinfeksi meninggalkan ruangan. Hal inilah yang menyebabkan angka penularannya begitu tinggi jika masyarakat tidak memiliki kekebalan tubuh yang cukup.

Mitos Campak Hanya Menyerang Anak-Anak

Saat ini banyak anggapan bahwa campak adalah “penyakit anak-anak”. Hal tersebut, menurut dr. Dinar hanyalah mitos di kalangan masyarakat. Ia menegaskan bahwa campak bisa menginfeksi pada semua kelompok usia baik dewasa maupun anak.

Terdapat beberapa faktor risiko penularan campak:

  1. Belum pernah mendapatkan vaksinasi campak/MR lengkap.
  2. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Baik pada dewasa maupun anak, campak bisa menimbulkan komplikasi yang serius seperti infeksi paru-paru (pneumonia) atau radang otak (ensefalitis).

Baca Juga :  Keracunan Makanan? Berikut Panduan Penanganan dan Pencegahannya dari Dokter RS Sari Asih Bintaro

Langkah Pencegahan Terbaik Terhindar Dari Campak

Pencegahan adalah kunci utama dalam menghadapi virus dengan daya tular tinggi. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan:

  • Vaksinasi MR/MMR: Ini adalah cara paling efektif. Bagi anak-anak, pastikan jadwal imunisasi rutin tepat waktu. Bagi dewasa yang ragu akan status imunisasinya, konsultasikan untuk mendapatkan vaksinasi booster.
  • Menjaga Higienitas: Mencuci tangan secara rutin dan menggunakan masker di tempat umum yang padat.
  • Pemberian Vitamin A: Pada anak-anak, kecukupan Vitamin A terbukti secara medis dapat menurunkan risiko keparahan akibat infeksi campak.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terpapar Campak?

Jika Anda atau anak Anda mulai menunjukkan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, diikuti munculnya ruam merah di seluruh tubuh, dr. Dinar menyarankan langkah berikut:

  1. Isolasi Mandiri: Mengingat daya tularnya yang tinggi, segera pisahkan penderita dari anggota keluarga lain.
  2. Hidrasi dan Istirahat: Pastikan asupan cairan terpenuhi untuk mencegah dehidrasi akibat demam.
  3. Konsultasi Medis: Segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat seperti RS Sari Asih Ciputat untuk mendapatkan penanganan tepat dan mencegah komplikasi.

“Meskipun campak sangat menular, namun kita tidak perlu panik secara berlebihan. Dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dan kesadaran medis yang baik, rantai penularan virus ini dapat diputus secara efektif,” ujar dr. Dinar Handayani Asri Hariadi, Sp.A. (/wil)

Berita Terkait

Anak Sehat, Apa Masih Perlu Imunisasi? Ini Kata Dr Ajeng Probowati, Dokter Spesialis Anak RS Sari Asih Bintaro
Cegah Kanker Serviks, Pemkot Tangsel Sediakan Tes HPV DNA Gratis di 35 Puskesmas
Vaksin Meningitis Jadi Syarat Umrah, Kapan Waktu yang Tepat?
Keracunan Makanan? Berikut Panduan Penanganan dan Pencegahannya dari Dokter RS Sari Asih Bintaro
Dokter Spesialis Jiwa RS Sari Asih Bintaro Beri Solusi Soal Gawai Berlebihan Bisa Ganggu Tidur Anak
Skin Analyzer Bisa Deteksi Masalah Kulit yang Tak Terlihat, Dokter RS Sari Asih Jelaskan Fungsinya
Dokter RS Sari Asih Bintaro Peringatkan Bahaya Komplikasi Tipes, Ini Alasannya!
Waspada ‘Angin Duduk’: Tips Aman Berolahraga di Tengah Aktivitas Padat untuk Usia 40 Tahun ke Atas
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Anak Sehat, Apa Masih Perlu Imunisasi? Ini Kata Dr Ajeng Probowati, Dokter Spesialis Anak RS Sari Asih Bintaro

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Cegah Kanker Serviks, Pemkot Tangsel Sediakan Tes HPV DNA Gratis di 35 Puskesmas

Sabtu, 19 September 2026 - 12:12 WIB

Vaksin Meningitis Jadi Syarat Umrah, Kapan Waktu yang Tepat?

Selasa, 15 September 2026 - 14:58 WIB

Keracunan Makanan? Berikut Panduan Penanganan dan Pencegahannya dari Dokter RS Sari Asih Bintaro

Rabu, 2 September 2026 - 14:29 WIB

Dokter Spesialis Jiwa RS Sari Asih Bintaro Beri Solusi Soal Gawai Berlebihan Bisa Ganggu Tidur Anak

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Omzet UMKM Naik, Keuntungan Justru Bisa Menyusut

Jumat, 30 Okt 2026 - 14:51 WIB