JEJAKNARASI.ID, JENEPONTO – Sejumlah siswa SDN 7 Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto dirujuk ke rumah sakit Pratama karena mengalami kejang-kejang, sesak nafas dan diare usai menyantap menu MBG berupa ikan yang diduga sudah tidak laik di makan atau busuk.
Hal tersebut diungkapkan Kepala SDN 7 Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sitti Muliati, Kamis (23/04/2026).
Menurut Sitti, ada 7 siswa yang sedang di rawat di Rumah Sakit (RS) Pratama. Dan lebih dari 20 siswa dilarikan ke Puskesmas Tompobulu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“7 orang siswa sekarang di rawat di rumah sakit Pratama. Ke 7 orang siswa ini, 1 orang langsung diantar ke RS Pratama karena di Puskesmas penuh. Siswa pertama dirujuk ke RS Pratama yang mengalami kejang-kejang. Menurut teman mereka santap 2 ekor ikan, kemudian dirujuk lagi setelah dzuhur karena mengalami sakit perut, sesak nafas dan buang air besar terus,” kata Sitti Muliati, dikutip dari makassar terkini, Jumat (24/04/2026).
“Jadi semua yang dilarikan ke Puskesmas dan RS Pratama itu semua siswa yang makan ikan. Lalu, yang tidak makan ikan aman,” sambungnya.
Lebih lanjut, Sitti Muliati mengatakan, di lihat dari kondisi ikan menu SPPG sudah tidak laik untuk di makan.
“Kalau kita lihat dari warnanya dan penampakannya, kita ini yang setiap hari bergelut dengan ikan sepertinya sudah tidak segar, perutnya sudah rusak,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tompobulu, Sudarmi Salawaty menyampaikan telah menangani 25 siswa yang diduga mengalami keracunan menu MBG.
“Dari SD sebanyak 13 orang terpasang infus, Dari SMP 1 orang pasang infus. Jadi yang diinfus 14 orang, Pasien observasi 12 orang, total 26 orang. Dari yang 14 diinfus ada 6 orang dirujuk indikasi ada sesak, kejang, ada yg diare sudah beberapa kali dan lemas, ada yang sakit skali perutnya,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari SPPG penyalur menu MBG tersebut ataupun BGN terkait menu yang diduga ikan busuk tersebut.





















