JEJAKNARASI.ID, TANGSEL – Proyek pembangunan Jalan Villa Melati Mas Raya yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah menuai sorotan dari warga. Warga menilai kualitas pengerjaan jalan tersebut jauh dari harapan meskipun anggaran yang digelontorkan terbilang besar.
Pantauan warga di lokasi menunjukkan beberapa bagian jalan sudah mulai mengalami kerusakan, seperti retakan hingga permukaan yang tidak rata, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat mengenai kualitas pekerjaan proyek yang baru saja selesai dikerjakan tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, paket pekerjaan kegiatan tersebut dimenangkan oleh CV Aldi Pasha dengan konsultan pengawas CV Sava Jaya. Faktanya belum mencapai 45 hari dikerjakan, jalan tersebut mengalami kerusakan. Sedangkan perbaikan dilakukan oleh DSDABMBK Tangerang Selatan, padahal pekerjaan tersebut masih dalam masa jaminan pemeliharaan pemborong.
Terhitung hingga saat ini sudah tiga kali perbaikan, diantaranya akhir bulan Januari, pertengahan Februari dan awal maret. Padahal dalam jaminan pemeliharaan seharusnya 180 hari dari selesai pelaksanaan, namun menjadi tanda tanya warga kenapa dinas yang memperbaiki.
Direktur Eksekutif Tangerang Publik Service, Ryan Erlangga, mengatakan dirinya kecewa dengan hasil pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, dengan anggaran yang mencapai miliaran rupiah, seharusnya kualitas jalan bisa jauh lebih baik dan bertahan dalam jangka waktu yang lama.
“Kalau anggarannya miliaran, seharusnya kualitasnya juga maksimal. Tapi ini baru selesai sudah terlihat ada bagian yang retak dan tidak rata. Warga jadi bertanya-tanya ini pengerjaannya seperti apa,” ujar Ryan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/2/2026).
Dia juga mempertanyakan sistem jaminan pemeliharaan dari pihak kontraktor atau pemborong yang mengerjakan proyek tersebut. Pasalnya, selama ini jika terjadi kerusakan pada jalan, justru dinas terkait yang kembali melakukan perbaikan menggunakan anggaran pemerintah.
“Yang jadi pertanyaan kami, kalau nanti rusak siapa yang bertanggung jawab? Biasanya kan dinas yang memperbaiki lagi pakai uang negara. Padahal harusnya ada jaminan dari pemborong,” kata Ryan lagi.
Menurut Ryan, proyek pembangunan jalan dengan nilai anggaran besar seharusnya memiliki standar kualitas yang jelas serta pengawasan yang ketat agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Dia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat melakukan evaluasi terhadap proyek tersebut, termasuk memeriksa kualitas pekerjaan kontraktor yang mengerjakannya. Selain itu, Ryan juga meminta adanya transparansi terkait anggaran dan masa pemeliharaan proyek agar tidak merugikan keuangan daerah.
“Kalau memang ada masa pemeliharaan dari pemborong, harus ditegaskan. Jangan sampai rusak sedikit langsung diperbaiki pakai anggaran dinas lagi,” tambahnya.
Ryan pun berharap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut benar-benar mengutamakan kualitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat yang setiap hari melintas di Jalan Villa Melati Mas Raya. (/js)










