TANGERANG, JEJAKNARASI.ID – Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hunian dan lingkungan permukiman masyarakat.
Memasuki penghujung 2026, percepatan pembangunan dibarengi dengan perhatian terhadap mutu pekerjaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Sejumlah program strategis terus dijalankan, mulai dari rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), peningkatan prasarana, sarana dan utilitas (PSU), hingga penataan lingkungan permukiman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu program yang menunjukkan perkembangan signifikan adalah rehabilitasi RTLH atau bedah rumah. Hingga Oktober 2026, Pemkot Tangerang melalui Disperkimtan telah menyelesaikan 875 unit rumah dari target 1.000 unit sepanjang tahun ini.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan akses hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kepala Disperkimtan Kota Tangerang, Decky Priambodo Koesrindartono, mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan pelaksanaan program agar seluruh target dapat diselesaikan sesuai rencana.
“Kami terus mempercepat proses bedah rumah agar bisa dituntaskan sepenuhnya sebelum akhir tahun ini. Targetnya ada 1.000 unit, sekarang sudah mencapai lebih dari 80 persen per pertengahan Oktober ini,” ujar Decky dalam keterangannya, Jumat (06/11/2026).
Decky menjelaskan, pada saat itu masih terdapat 98 unit rumah dalam proses rehabilitasi dan 27 unit lainnya berada dalam tahap persiapan untuk segera direalisasikan.
Bagi Disperkimtan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang diselesaikan. Kualitas hasil pekerjaan dan manfaat yang diterima masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.
Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Tangerang Sachrudin yang meminta seluruh organisasi perangkat daerah mempercepat penyelesaian kegiatan menjelang akhir tahun anggaran tanpa mengabaikan kualitas.
Dalam apel pegawai Pemerintah Kota Tangerang pada 2 November 2026, Sachrudin menekankan pentingnya evaluasi rutin, ketepatan waktu, serta kualitas hasil pembangunan.
Menanggapi arahan tersebut, Decky menyampaikan bahwa kedisiplinan aparatur dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Melalui kegiatan apel pagi ini kami berharap seluruh pegawai dapat terus menjaga disiplin, meningkatkan semangat kerja, serta memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Decky.
Selain program bedah rumah, Disperkimtan juga terlibat dalam peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan melalui sinkronisasi program PSU bersama Pemerintah Provinsi Banten.
Pada 2026, sebanyak 34 titik di Kota Tangerang mendapatkan intervensi pembangunan PSU. Pekerjaan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah, termasuk peningkatan jalan lingkungan, drainase, dan balai warga.
Decky menjelaskan, sinkronisasi dilakukan agar program pembangunan antara pemerintah kota dan provinsi tidak saling tumpang tindih.
Dengan koordinasi tersebut, pembangunan diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan permukiman.
Upaya meningkatkan kualitas permukiman juga membutuhkan tata kelola pelayanan yang baik. Karena itu, koordinasi internal, penguatan pengawasan, serta evaluasi pelaksanaan kegiatan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.
Disperkimtan diharapkan mampu memastikan setiap pembangunan berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, dan ketentuan yang berlaku.
Memasuki akhir 2026, tantangan berikutnya adalah menuntaskan seluruh target yang masih berjalan sekaligus menjaga kualitas hasil pekerjaan.
Melalui berbagai program tersebut, Disperkimtan Kota Tangerang berupaya menghadirkan pembangunan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga memberikan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.





















