CILEGON, JEJAKNARASI.ID – Pemuda Berdampak mulai memperluas gerakan kepemudaan di Provinsi Banten dengan mempersiapkan konsolidasi organisasi di Kota Cilegon. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menuju Deklarasi Pemuda Berdampak Wilayah Kota Cilegon pada 6 November 2026.
Konsolidasi tersebut bertujuan menghimpun pemuda, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat untuk membangun ruang kolaborasi dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah.
Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, mengatakan kehadiran organisasi ini di Cilegon bukan sekadar memperluas jaringan, tetapi juga menghadirkan wadah bagi anak muda untuk mengembangkan potensi, menyampaikan gagasan, dan melakukan aksi nyata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemuda Berdampak ingin menjadi rumah bersama bagi anak muda. Mereka tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan daerah, tetapi harus memiliki ruang, kesempatan, dan kepercayaan untuk ikut menentukan masa depan daerahnya,” ujar Bagas, Kamis (05/11/2026).
Ia menegaskan, gerakan tersebut akan diarahkan pada kegiatan berkelanjutan, mulai dari pendidikan, pengabdian masyarakat, pemberdayaan ekonomi, hingga pengawalan kebijakan publik.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Kota Cilegon, Eko Setiawan, menyebut konsolidasi ini sebagai langkah awal menyatukan potensi pemuda agar memiliki wadah perjuangan dan kolaborasi yang terarah.
Menurut Eko, Kota Cilegon memiliki banyak generasi muda potensial yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang dan berkontribusi.
“Kami mengajak pemuda dan mahasiswa di Kota Cilegon untuk bersama-sama membangun gerakan yang terbuka, kritis, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai keterlibatan pemuda penting dalam mengawal pembangunan daerah, termasuk melalui penyampaian kritik konstruktif dan masukan terhadap kebijakan pemerintah.
Melalui konsolidasi menuju deklarasi tersebut, Pemuda Berdampak berharap dapat memperkuat solidaritas antarpemuda serta membangun kolaborasi lintas organisasi dan komunitas di Kota Cilegon.
Gerakan ini mengusung semangat Mengabdi, Bergerak, Berdampak, dengan harapan generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dalam perubahan dan pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.





















