Pemerintah Putus Kontrak Mitra Makan Siang Gratis Usai 87 Siswa Terkena Diare Massal

Pemerintah Putus Kontrak Mitra Makan Siang Gratis Usai 87 Siswa Terkena Diare Massal

- Author

Rabu, 23 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

JAKARTA, JEJAKNARASI.ID – Awalnya cuma keluhan “daging baunya aneh”. Beberapa jam kemudian, puluhan siswa tumbang satu per satu.

Malam itu jam menunjukkan pukul 22.00. Bukannya tidur, puluhan siswa justru bolak-balik ke kamar mandi. Satu per satu, keluhan yang sama muncul: diare.

Pagi harinya, angka itu terkonfirmasi dan cukup mengejutkan. Pihak sekolah melaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Taipei bahwa 87 siswa mengalami diare dengan gejala yang diduga keracunan makanan sejak pukul 22.00.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semua punya satu kesamaan: mereka menyantap makan siang di Cheng Yuan (Chengyuan) High School pada Senin, 7 September.

Yang bikin kasus ini makin menyesakkan: tanda bahayanya sudah terbaca sejak hari pertama.

Anggota dewan kota Taipei, Lin Liang-chun, mengatakan ia menerima keluhan dari para orang tua bahwa makan siang yang disajikan pada Senin diduga mengandung daging busuk, dan sejumlah siswa mengeluhkan baunya. Ia pun meminta Dinas Kesehatan Taipei untuk mengklarifikasi situasi tersebut.

Keluhan yang mungkin terdengar sepele “kok baunya aneh, ya?” ternyata berujung pada laporan puluhan siswa sakit dalam hitungan jam.

Begitu laporan masuk, otoritas tidak menunggu lama. Karena jumlah siswa bergejala mencapai 87 orang alias lebih dari 50 orang, Dinas Kesehatan Taipei langsung melakukan penyelidikan, mengambil sampel, dan memerintahkan penyedia makanan menghentikan sementara operasionalnya.

Dan inilah bagian yang paling disorot publik: dalam pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan setidaknya lima masalah terkait kebersihan.

Ternyata Bukan Cuma Siswa di Satu Sekolah yang Terkena Diare

Kalau Anda pikir masalah ini berhenti di satu sekolah, tunggu dulu.

Sekolah lain dengan kontraktor katering yang sama juga dikaitkan dengan dugaan kasus keracunan makanan, setelah anggota dewan kota Taipei dari DPP, Hung Wan-chen, menyebut siswa di Da Li Senior High School mengeluhkan gangguan kesehatan usai menyantap makan siang sekolah.

Dirjen Dinas Pendidikan Taipei, Tang Chih-min, menyatakan pihaknya menerima laporan lebih dari 10 siswa Da Li merasa tidak enak badan pada pekan itu dan tengah menyelidiki apakah gejala mereka terkait dengan makan siang tersebut. Siswa yang melapor sakit pada Kamis didiagnosis mengalami gastroenteritis akut.

Baca Juga :  Apresiasi TPK, Presiden Prabowo Bakal Beri Bantuan Sepeda Motor Listrik

Lebih mengkhawatirkan lagi, kontraktor tersebut disebut masih memasok makanan ke sekolah-sekolah lain, termasuk divisi SMP Da Li, tempat siswa melaporkan gangguan pencernaan dari Senin hingga Kamis.

Buntutnya cepat dan tegas. Perusahaan katering itu mengakhiri kontraknya dengan Chengyuan, dan Dinas Pendidikan tengah membahas pemutusan kontrak katering tersebut dengan Da Li.

Bukan cuma kehilangan kontrak, penyedia makanan ini juga terancam denda hingga 200 juta dolar Taiwan atau sekitar Rp111 miliar, angka yang bisa membuat bisnis katering mana pun langsung kolaps. Besaran final denda masih menunggu hasil investigasi.

Timing-nya Bikin Publik Makin Geram

Ini bagian yang membuat kasusnya meledak jadi isu nasional. Taipei baru saja meluncurkan program makan siang sekolah gratis untuk seluruh siswa SD dan SMP pada Senin pekan sebelumnya.

Artinya, program yang seharusnya jadi kabar gembira bagi jutaan orang tua justru ternoda insiden keracunan hanya dalam hitungan hari.

Respons pemerintah kota pun langsung keluar. Wali Kota Taipei Chiang Wan-an menyatakan pemerintah kota akan menggelar lebih banyak inspeksi mendadak untuk memastikan keamanan pangan di sekolah, dan sekolah terkait diperintahkan menghentikan layanan makan siang pada Selasa.

Chiang menambahkan bahwa kota memperluas inspeksi dan akan menuntut perbaikan segera bila ditemukan kekurangan, dengan pemeriksaan lanjutan mencakup bahan baku, proses memasak, serta prosedur katering.

Pelajaran Mahal: Makan Gratis Tak Boleh Berarti Kendali Longgar

Otoritas kesehatan dan kepolisian masih menelusuri bahan baku, proses pengolahan, hingga rantai pasok untuk memastikan penyebab pasti insiden ini.

Tapi satu pesannya sudah sangat jelas: skala program yang besar harus diimbangi pengawasan yang sama besarnya. Ketika satu dapur katering memasok ribuan porsi ke banyak sekolah sekaligus, satu kelalaian kecil bisa langsung berdampak ke ratusan anak dalam sehari.

Keluhan orang tua soal “daging yang baunya tidak wajar” ternyata bukan sekadar kecerewetan. Itu peringatan dini dan pertanyaannya sekarang: berapa banyak peringatan serupa yang selama ini terlewat begitu saja?

Berita Terkait

Kementerian UMKM Fasilitasi 25 Usaha Mikro Terdampak Bencana Aceh Tembus Pasar Modern
PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III Salurkan BPJSK bagi 550 Pekerja Rentan Kalbar
Dunia Bisnis Diminta Ikuti Perkembangan Digitalisasi Bea Cukai
Gelar Rapat dengan Menteri PKP, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit Rumah Subsidi
SK Pengangkatan Belum Juga Diterima, Manager KDMP Merasa di PHP Pemerintah
BPK Audit LK BPI Danantara 2025, Identifikasi Resiko Kecurangan Laporan
Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional
276 Young Leaders PFmuda 2026 Ditantang Ubah Masalah Menjadi Solusi Berdampak melalui Case Challenge
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:43 WIB

Pemerintah Putus Kontrak Mitra Makan Siang Gratis Usai 87 Siswa Terkena Diare Massal

Rabu, 23 September 2026 - 08:34 WIB

PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III Salurkan BPJSK bagi 550 Pekerja Rentan Kalbar

Selasa, 22 September 2026 - 17:53 WIB

Dunia Bisnis Diminta Ikuti Perkembangan Digitalisasi Bea Cukai

Selasa, 22 September 2026 - 10:57 WIB

Gelar Rapat dengan Menteri PKP, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit Rumah Subsidi

Senin, 21 September 2026 - 07:39 WIB

SK Pengangkatan Belum Juga Diterima, Manager KDMP Merasa di PHP Pemerintah

Berita Terbaru