KITA Puji Langkah Tepat Presiden, Utus Menko PMRI Hadiri Pelantikan Paus Leo XXIV di Vatikan

KITA Puji Langkah Tepat Presiden, Utus Menko PMRI Hadiri Pelantikan Paus Leo XXIV di Vatikan

- Author

Selasa, 20 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko PMRI Muhaimin Iskandar saat memberikan ucapan kepada Paus Leo XXIV di Vatikan (Foto: Ist)

Menko PMRI Muhaimin Iskandar saat memberikan ucapan kepada Paus Leo XXIV di Vatikan (Foto: Ist)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMRI) sekaligus Ketua Umum PKB, H. A. Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dalam pelantikan Paus Leo XXIV di Vatikan.

Kehadiran tokoh penting dari Indonesia dalam momentum bersejarah umat Katolik tersebut bukan hanya mencerminkan hubungan diplomatik yang hangat antara Indonesia dan Takhta Suci Vatikan, tetapi juga memperlihatkan kesungguhan Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim dalam menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan antarumat beragama.

Taufik Rahzen, budayawan nasional dan Ketua Majelis Hikmah KITA, menilai langkah Cak Imin ini sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 “Kehadiran Menko PM bukan sekadar simbol politik, tetapi lebih dalam sebagai representasi spiritualitas Indonesia yang terbuka terhadap keberagaman global,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (20/4).

Menurut Taufik, Vatikan bukan sekadar tempat upacara keagamaan, melainkan juga ruang dialog transnasional bagi nilai-nilai kemanusiaan.

 “Indonesia dengan wajah Islam Nusantaranya menunjukkan kehadiran yang tidak defensif, tapi proaktif dalam membangun jembatan antariman,” tambahnya.

Sementara itu, Handi Jatna, tokoh lintas iman dari Banten yang juga anggota Majelis Hikmah KITA, turut memberikan apresiasi terhadap kehadiran Cak Imin. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa Indonesia telah sampai pada tahap kematangan politik dan kebangsaan yang inklusif.

“Cak Imin adalah tokoh muda, lahir dari tradisi Nahdlatul Ulama, memimpin partai besar, dan kini dipercaya sebagai Menko PM. Beliau memahami pentingnya relasi lintas iman dalam menjaga harmoni bangsa. Saya melihat ini sebagai langkah tepat dari Presiden Prabowo,” kata Handi.

Baca Juga :  Perkuat Kepengurusan dan Kebersamaan, PWI Jaya Rombak Susunan Pengurus

Lebih lanjut, Handi meyakini bahwa kehadiran pejabat tinggi Indonesia dalam forum keagamaan global akan memperkuat posisi Indonesia sebagai contoh negara demokrasi yang damai, toleran, dan religius.

 “Ini bukan hanya diplomasi politik, tetapi juga diplomasi batin,” tuturnya.

KITA menilai bahwa langkah ini selaras dengan misi kebangsaan yang terus diperjuangkan: membangun Indonesia yang damai, inklusif, dan bermartabat di tengah keberagaman. Kehadiran pemerintah dalam ruang keagamaan lintas iman adalah bentuk nyata dari keberpihakan pada nilai kemanusiaan universal.

KITA sebagai gerakan kebangsaan berbasis kerakyatan menegaskan pentingnya harmoni dalam kehidupan beragama sebagai fondasi persatuan nasional. Dalam konteks globalisasi dan meningkatnya ekstremisme, simbol-simbol seperti ini menjadi penting untuk memperkuat narasi perdamaian.

Untuk diketahui Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) adalah organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan tokoh-tokoh lintas agama, etnis, dan profesi. 

KITA hadir untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, spiritualitas publik, serta memperjuangkan keadilan sosial melalui pendekatan dialogis dan kultural. Saat ini, KITA dipimpin oleh KH. Maman Imanulhaq sebagai Ketua Umum. 

Dia dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama yang aktif di parlemen serta konsisten dalam isu-isu kemanusiaan, kebangsaan, dan keagamaan. Di bawah kepemimpinannya, KITA menjadi ruang bertemunya suara-suara arif lintas golongan demi Indonesia yang lebih adil dan bermartabat.**

 

Berita Terkait

Guru dan Wartawan Jadi Kambing Hitam Keracunan MBG, PWI Jakpus Desak Kepala BGN Mundur
GMNI Jakarta Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Terkait Suap HGB Ratusan Miliar
Jakarta Terapkan PJJ Mulai 7 September 2026 Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
DPD GMNI DKI Jakarta Kecam Penjemputan Paksa Kader Tanpa Transparansi, Desak Polda Metro Jaya Segera Bebaskan Juan Moses
GMNI DKI Jakarta Dukung Penuh Gus Salam sebagai Ketua Umum PBNU
Sekretaris GMNI Jakarta Sebut Buku Baru Bahlil Jangan Jadi Alat Merendahkan Tokoh Lain: Cak Imin Tak Perlu Diajari Soal Gagasan dan Karya
Promo Miras Berbalut Ayat Al-Qur’an, Sekda GMNI DKI Jakarta: Moral Anak Bangsa Jangan Dijadikan Permainan Marketing
Wasekjen DPP AMPI Leriadi: Produk Rapat Pleno IX Cacat Hukum Organisasi dan Tidak Memiliki Legitimasi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:35 WIB

Guru dan Wartawan Jadi Kambing Hitam Keracunan MBG, PWI Jakpus Desak Kepala BGN Mundur

Selasa, 15 September 2026 - 16:58 WIB

GMNI Jakarta Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Terkait Suap HGB Ratusan Miliar

Minggu, 6 September 2026 - 17:05 WIB

Jakarta Terapkan PJJ Mulai 7 September 2026 Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:03 WIB

DPD GMNI DKI Jakarta Kecam Penjemputan Paksa Kader Tanpa Transparansi, Desak Polda Metro Jaya Segera Bebaskan Juan Moses

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:43 WIB

GMNI DKI Jakarta Dukung Penuh Gus Salam sebagai Ketua Umum PBNU

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Bittime Perluas Akses Futures Melalui Program Position Boost

Jumat, 18 Sep 2026 - 18:18 WIB

Ekonomi & Bisnis

Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

Jumat, 18 Sep 2026 - 18:15 WIB