UPTD PAM Tangsel Sosialisasikan Dampak Pemanfaatan Air Tanah Bagi Kehidupan

UPTD PAM Tangsel Sosialisasikan Dampak Pemanfaatan Air Tanah Bagi Kehidupan

- Author

Rabu, 30 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, TANGSEL – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), melalui UPTD Pengelolaan Air Minum (PAM), beberapa hari yang lalu melakukan sosialisasi di Kelurahan Parigi terkait dampak pemanfaatan air tanah bagi kehidupan kita.

Kepala UPTD PAM Tangsel, M Hafid menjelaskan. Menurut data WHO, sebanyak dua miliar orang minum air yang telah tercemar, dan menurut data UNICEF, hanpir 70 persen suber air minum di Indonesia tercemar limbah tinja.

Secara umum air tanah diartikan sebagai air yang berada dan berasal dari lapisan tanah, baik air yang berada pada lapisan tanah tak jenuh maupun air yang berada pada lapisan tanah jenuh. Air yang berada pada lapisan tanah tak jenuh (soil water), akan menunjang kehidupan vegetasi di permukaan. Sedangkan air yang berada pada lapisan tanah jenuh (groundwater), menjadi deposit air di dalam lapisan tanah (Panguriseng, 2018).

Pemanfaatan air tanah tersebut dilakukan terutama dengan menggunakan teknologi pompa. Pemanfatan air tanah ini dari tahun ke tahun selalu menunjukkan peningkatan, terutama di kota-kota besar pada kawasan pemukiman yang padat dan kawasan industri.

Peningkatan ekploitasi sumberdaya air tanah bagaimanapun akan menimbulkan masalah tersendiri, seperti penurunan muka air tanah, perubahan lingkungan, bergesernya keseimbangan ekosistem dan lain-lain. Selain itu juga dapat menyebabkan terjadinya polusi terhadap air tanah, atau adanya intrusi air laut terhadap daratan. Untuk itu perlu diupayakan tindakan kearah konservasi sumberdaya air tanah tersebut.

Hafid menilai, banyak resiko penyakit yang timbul dari tercemarnya air tanah di rumah-rumah warga, seperti penyakit akibat bakteri, penyakit akibat parasite, penyakit akibat virus dan sebagainya.

Untuk itu kata Hafid, UPTD Pengelolaan Air Minum terus berupaya mengkampanyekan masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan agar air tanah yang di hasilkan tidak mengandung bakteri atau penyakit. (*)

Berita Terkait

Polda Banten Gelar Sispamkot Jelang May Day, Wabup Dimiyati: Ini Sangat Penting
Wali Kota Sachrudin Apresiasi Peran Guru: Kunci Masa Depan Bangsa
Puluhan Rumah di Asrama Polri Ciledug Ludes Terbakar
DPRD Sentil Pemkot Tangerang Soal Pengawasan Proyek Pembangunan
Kemenpar Siap Kawal Sinergi Lintas Sektor Garap Wisata Sungai Cisadane
Cipondoh Raih Penghargaan Pengumpulan Zakat Tertinggi, Wujud Kolaborasi dan Kepedulian Warga
Penutupan Kongres ke-V BEM Banten Bersatu: Pendidikan Berdampak untuk Indonesia Maju
Wali Kota Serang Buka Suara Soal Dugaan Pencatutan Namanya Oleh Pihak Konsultan Pinjol, Siapkan Langkah Hukum
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 20:25 WIB

Polda Banten Gelar Sispamkot Jelang May Day, Wabup Dimiyati: Ini Sangat Penting

Senin, 20 April 2026 - 19:35 WIB

Wali Kota Sachrudin Apresiasi Peran Guru: Kunci Masa Depan Bangsa

Kamis, 16 April 2026 - 23:45 WIB

Puluhan Rumah di Asrama Polri Ciledug Ludes Terbakar

Kamis, 16 April 2026 - 23:42 WIB

DPRD Sentil Pemkot Tangerang Soal Pengawasan Proyek Pembangunan

Senin, 13 April 2026 - 19:39 WIB

Kemenpar Siap Kawal Sinergi Lintas Sektor Garap Wisata Sungai Cisadane

Berita Terbaru