Wasekjen Ansor Banten Ancam Bawa Ribuan Masa Jika Proyek PSN PIK 2 Tetap Berjalan

Wasekjen Ansor Banten Ancam Bawa Ribuan Masa Jika Proyek PSN PIK 2 Tetap Berjalan

- Author

Selasa, 7 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, TANGERANG – Dukungan penghentian proyek PIK-2 milik Aguan dan Anthony Salim semakin masif. Kali ini, Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Ansor Provinsi Banten, Gus Fakhir.

Ia pun ikut meminta agar PSN PIK 2 dihentikan untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

Gus Fakhir dengan tegas menyatakan, Proyek PIK 2 bukanlah Proyek Strategis Nasional (PSN), melainkan adalah proyek swasta yang dimiliki oleh Agung Sedayu Group.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut menurutnya, aktivitas pembangunan harus mematuhi hukum yang berlaku. Pembebasan tanah tidak boleh dilakukan dengan cara paksa atau intimidasi. Jika ada pemaksaan, masyarakat berhak untuk menolak dan melawan.

“Saya menyatakan dengan tegas menolak proyek PSN PIK 2, karena proyek tersebut lebih banyak mudharatnya, banyak dari masyarakat mengaku diintimidasi dipaksa untuk menjual tanah mereka,” ucap Gus Fakhir.

Baca Juga :  PDIP Siapkan Serangan Balik, Akan Ungkap Puluhan Video Viral yang Diduga Libatkan Petinggi Negara

Ia pun mengancam akan membawa ribuan masa jika proyek yang banyak mudharatnya tersebut tetap berlanjut.

Gus Fakhir saat memberi pengarahan kepada beberapa anggota Banser

“Itu tidak boleh lagi terjadi, saya berjanji jika proyek tersebut tetap berlanjut, saya akan turunkan ribuan masa untuk menghentikan proyek PSN PIK 2 tersebut.” Ujar Gus Fakhir saat berbicara di acara Ansor Award dihadapan Bupati Tangerang Terpilih, Minggu (05/01/2025).

Diketahui, sejumlah aliansi masyarakat dan sejumlah tokoh nasional yang menolak proyek PSN PIK 2, akan menggelar Deklarasi Gerakan Rakyat anti Oligarki untuk Kedaulatan Rakyat yang akan dilaksanakan pada hari Rabu (08/01/2025). Bertempat di Desa Kohod, Kec Pakuhaji, Tangerang, Provinsi Banten.

Melihat makin masifnya aspirasi masyarakat yang menolak proyek PIK 2, sudah sepatutnya pemerintah segera mengambil sikap menghentikan proyek PIK 2 tersebut. (/JS)

Berita Terkait

Pemuda Berdampak Audiensi dan Silaturahmi dengan Kesbangpol Banten: Perkuat Nilai Kebangsaan, Pancasila, dan Demokrasi
Kolaborasi Strategis: Pemkot Tangerang dan InJourney Airports Wujudkan Aerotropolis Berkelas Dunia
Komisi II DPRD Apresiasi Program CKG Kota Tangerang
DPD Muda Bergerak Tangsel Kolaborasi dengan HIPMA Jakarta: Solidaritas Kemanusiaan Bagi Korban Bencana di NTT
Aliran Air Kosambi Barat Kembali Normal, PERUMDAM TKR Terus Pantau Untuk Jaga Pelayanan ke Masyarakat
Semarak HUT RI Ke-81, Ikarda 202 Gelar Jalan Santai Hingga Panjat Pinang
Temuan BPK Rp4,17 Miliar di Kota Tangerang Disorot, Pemuda Berdampak Desak Pemkot Terbuka dan Bertanggung Jawab
Temuan BPK di Pemkot Tangerang 2025 Tembus Rp4,1 Miliar, Akademisi Unsia: Ini Bukan Kelalaian, tapi Pola yang Dibiarkan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Pemuda Berdampak Audiensi dan Silaturahmi dengan Kesbangpol Banten: Perkuat Nilai Kebangsaan, Pancasila, dan Demokrasi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Kolaborasi Strategis: Pemkot Tangerang dan InJourney Airports Wujudkan Aerotropolis Berkelas Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:07 WIB

Komisi II DPRD Apresiasi Program CKG Kota Tangerang

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:41 WIB

DPD Muda Bergerak Tangsel Kolaborasi dengan HIPMA Jakarta: Solidaritas Kemanusiaan Bagi Korban Bencana di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Aliran Air Kosambi Barat Kembali Normal, PERUMDAM TKR Terus Pantau Untuk Jaga Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

Entertainment

Viral! Link Video Kasir Indomaret collmax Durasi 7 Menit

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:00 WIB