Target 1,69 Juta Ton Udang 2029: FisTx Bagikan Ensiklopedia Budidaya 12 Bab

Target 1,69 Juta Ton Udang 2029: FisTx Bagikan Ensiklopedia Budidaya 12 Bab

- Author

Senin, 19 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, JEJAKNARASI.ID – Saat pemerintah menargetkan produksi udang nasional naik ke 1,69 juta ton pada 2029, CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono membuka ilmu budidaya terukur untuk petambak Indonesia.

FisTx Indonesia, perusahaan teknologi akuakultur berbasis di Yogyakarta, merilis Ensiklopedia Budidaya Udang, ebook 12 bab karya CEO sekaligus praktisi budidaya udang Rico Wisnu Wibisono. Seluruh seri dapat diunduh gratis oleh petambak, teknisi, dan pelaku usaha udang untuk menyiapkan siklus budidaya 2027 dengan keputusan yang lebih terukur.

Solusi ini hadir ketika arah kebijakan menuntut lompatan. Pemerintah menargetkan produksi udang nasional mencapai 1,69 juta ton pada 2029, sejalan dengan RPJMN. Sebagai pembanding, produksi udang nasional pada 2024 tercatat 844.140 ton menurut data KKP. Artinya, produksi perlu naik hampir dua kali lipat dalam lima tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka Yang Menjadi Latar

Target produksi. 1,69 juta ton pada 2029. Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas Mohamad Rahmat Mulianda menyebut Indonesia memerlukan “leverage” baru dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dengan tantangan pada penyakit, sistem budidaya dua tahap, tambak tradisional, dan pemasaran.

Tambak tradisional. Sekitar 82 persen luas tambak udang nasional masih berupa tambak tradisional, sehingga peningkatan produktivitas dan tata kelola kawasan menjadi prioritas.

Ekspor. Indonesia mengekspor 218,87 ribu ton udang senilai US$1,87 miliar pada 2025, dengan pangsa sekitar 6 persen pasar global. Ekuador memimpin dengan 1,41 juta ton.

Perlindungan pasar domestik. Pada September 2026, KKP mengamankan 1.048 ton udang impor di Jawa Timur yang diduga akan beredar di pasar lokal, padahal peruntukannya diolah untuk diekspor kembali. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan udang impor yang seharusnya untuk ekspor masuk ke pasar lokal.

Jalur menuju 2027. Jika produksi naik dengan laju rata-rata sama setiap tahun dari 844.140 ton pada 2024 menuju 1,69 juta ton pada 2029, posisi 2027 berada di kisaran 1,35 juta ton, atau tumbuh sekitar 15 persen per tahun. Ini hitungan ilustrasi, bukan target resmi KKP untuk 2027.

Baca Juga :  Percepat Transformasi Ekonomi Hijau Melalui Kendaraan Listrik Kemenko Perkenomian Tinjau Tinjau Pabrik Baterai PT HLI Green Power

“Angka target itu hanya akan tercapai kalau keputusan di tingkat kolam ikut berubah. Karena itu kami membuka ilmu yang selama ini kami pakai di lapangan, secara gratis, supaya petambak bisa menghitung sebelum menebar,” ujar Rico Wisnu Wibisono, CEO FisTx Indonesia.

Apa isi Ensiklopedia Budidaya Udang

Ensiklopedia terdiri atas 12 bab yang disusun dari pondasi menuju keputusan harian dan ketahanan bisnis:

Pondasi: Shrimpnomic (tebar terukur dan logika kebangkitan Ekuador), Water Thinking (pengelolaan air), Carrying Capacity (daya dukung kolam), dan Oxygen Economics (aerasi, DO, ORP).

Mesin kolam: Hidraulika Tambak, Genetika Ketahanan, Mikrobioma Terukur, dan Pakan Terukur.

Bertahan dan menang: Kesehatan dan Biosekuriti, Monitoring dan Data, Ekonomi Siklus, serta Keberlanjutan dan Masa Depan.

Setiap bab memuat kasus, angka, dan prinsip yang bisa langsung dibawa ke rapat tim tambak, dari menentukan kepadatan tebar sampai menghitung HPP per kilogram.

“Banyak kolam gagal bukan karena kurang niat, tapi karena keputusan diambil dengan perkiraan. Ensiklopedia ini kami susun supaya perkiraan itu diganti dengan hitungan,” kata Rico.

Cara Mengunduh

Ensiklopedia Budidaya Udang dapat diunduh gratis, melalui halaman resmi FisTx: Klik Link Download. 

Petambak yang ingin membahas angka kolamnya setelah membaca dapat meminta sesi konsultasi singkat dengan tim FisTx melalui halaman resmi Fistx Indonesia.

Tentang FisTx Indonesia

FisTx Indonesia (PT Aditya Inovasi Makmur) adalah perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta yang selama lebih dari lima tahun menyediakan solusi terintegrasi biosekuriti air, nutrisi budidaya, konstruksi kolam, dan pendampingan lapangan bagi pembudidaya ikan dan udang. Berdasarkan data perusahaan, FisTx hadir di 25 provinsi dan tiga negara (Kuwait, Timor Leste, dan Bahrain), dengan lebih dari 40.000 produk terdistribusi kepada lebih dari 1.500 pembudidaya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Rent Car Bravia, Layanan Sewa Mobil Harian hingga Bulanan di Jakarta dan Bali
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2
ASHTA DISTRICT 8 Menghadirkan DESIGN SPEAKS, Lewat ADGI Design Week
Industri Kripto Indonesia Terus Tumbuh, Investor Perlu Pilih Platform Legal
Bbasam, Restoran Korea yang Perkenalkan Samgyeopsal dengan Butter-Aged 144 Jam, Resmi Hadir di Bali
Bank Mandiri Taspen dan ITB Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Ekosistem Pendidikan
KAI Logistik Catat Angkutan CPO 62 Ribu Ton, Perkuat Rantai Pasok Strategis
Strategi Jhonny Thio Doran Ekspansi JETE dan Doran Gadget ke 23 Mall Semarang
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Rent Car Bravia, Layanan Sewa Mobil Harian hingga Bulanan di Jakarta dan Bali

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Target 1,69 Juta Ton Udang 2029: FisTx Bagikan Ensiklopedia Budidaya 12 Bab

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:06 WIB

ASHTA DISTRICT 8 Menghadirkan DESIGN SPEAKS, Lewat ADGI Design Week

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Industri Kripto Indonesia Terus Tumbuh, Investor Perlu Pilih Platform Legal

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

ASHTA DISTRICT 8 Menghadirkan DESIGN SPEAKS, Lewat ADGI Design Week

Senin, 19 Okt 2026 - 14:06 WIB