PT Kobe Bantah Jadi Dalang Polusi, Warga Minta "Trial" Tutup Sementara

PT Kobe Bantah Jadi Dalang Polusi, Warga Minta “Trial” Tutup Sementara

- Author

Rabu, 12 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, JEJAKNARASI.ID — Bau menyengat yang dikeluhkan warga Kelurahan Mekar Bakti, kawasan CitraRaya, dan sekitarnya belum menemukan pangkal persoalan. Perusahaan yang selama ini menjadi sorotan, PT Kobe Kujira Mandiri (KKM) di Kawasan Industri Milenium, membantah sebagai sumber pencemaran.

Antonius, manajemen PT Kobe Kujira Mandiri, mengatakan pihaknya belum yakin bau yang dirasakan warga berasal dari aktivitas perusahaannya. Alasannya, Kawasan Industri Milenium dihuni banyak industri dengan cerobong dan emisi masing-masing.

“Kalau memang dampak yang disebabkan oleh kami, saya akan selalu melakukan perbaikan. Cuma yang saya ragukan, industri di sini, kawasan apalagi, banyak cerobong dan banyak asap,” ujar Antonius, Rabu, 12 Agustus 2026, seusai pertemuan dengan warga dan Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang di perusahaannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, emisi dari berbagai industri di kawasan tersebut bisa bercampur sehingga sulit memastikan sumbernya hanya dari satu perusahaan.

Namun, persoalan bau tidak berhenti pada dugaan. Saat pertemuan berlangsung di lobi manajemen perusahaan, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang Nonce Tendean mengaku mencium bau yang disebut warga selama ini. Budi, salah seorang warga yang hadir, juga merasakan hal serupa.

Referensi Geografis

Antonius tak sepenuhnya menutup kemungkinan adanya dampak dari aktivitas perusahaannya. Ia menyatakan siap melakukan perbaikan jika hasil pemeriksaan menunjukkan sumber pencemaran berasal dari PT Kobe Kujira Mandiri.

Baca Juga :  Pencemaran Limbah Di Tangsel Rugikan Puluhan Ribu Warga Terdampak, Helmi Minta Pemkot Evaluasi Total

“Kami juga enggak menutup kemungkinan kalau memang ada yang dirasakan. Karena penciuman orang berbeda-beda,” katanya.

Keluhan warga disebut telah berlangsung sejak 2025, beriringan dengan mulai beroperasinya perusahaan tersebut. Namun, hingga kini sumber bau belum memperoleh jawaban yang meyakinkan bagi warga.

Yuda, warga CitraRaya, mengusulkan cara yang menurutnya sederhana untuk menguji dugaan tersebut: menghentikan sementara operasional perusahaan.

“Uji coba, ditutup. Kalau berani, pemerintah dan legislatif, coba lakukan penutupan sementara,” ujar Yuda.

Menurut dia, penghentian sementara bukan dimaksudkan untuk mematikan kegiatan usaha, melainkan menjadi pembuktian. Jika setelah perusahaan berhenti bau tetap muncul, PT Kobe Kujira Mandiri dapat kembali beroperasi.

Persoalan ini sebelumnya telah dibawa ke rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang dan organisasi perangkat daerah terkait. Bahkan, salah satu perusahaan lain yang sempat menjadi sorotan telah ditutup. Namun, keluhan bau masih muncul.

Di titik itu, persoalannya bukan lagi sekadar soal siapa yang merasa terganggu atau siapa yang menyangkal. Pemerintah perlu memastikan sumber pencemaran berdasarkan pengukuran dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab, selama sumbernya belum terang, warga akan terus mencium bau yang sama—sementara tanggung jawabnya berpindah-pindah seperti asap di antara cerobong kawasan industri.

Berita Terkait

Dari Baksos Hingga Penanam Pohon, JMSI Tangerang Sambut Hari Kemerdekaan Bareng Warga Sovil Tigaraksa
Posbankum Bojong Nangka Gelar Roadshow Perdana di RW 13, Dorong Warga Sadar Hukum
Fun Walk HUT ke-81 RI Panongan: Bupati Tangerang Serukan Persatuan dan Pola Hidup Sehat
Indeks Kepuasan Publik Meningkat, Dishub Tangerang Terus Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Perum Dasana Indah Dikepung Lumpur, Warga Butuh Aksi Nyata Bukan Janji Pemkab Tangerang
Disindir Jadi Humas Perusahaan, DPRD Didesak Tuntaskan Misteri Bau di Panongan
Komitmen Berkelanjutan: IKPP Tangerang Terapkan Inovasi Biopori dan TEBA untuk Pengelolaan Sampah Organik
RW 17 Bojong Nangka Bentuk Kelompok Wanita Tani, Siap Kembangkan Urban Farming untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Dari Baksos Hingga Penanam Pohon, JMSI Tangerang Sambut Hari Kemerdekaan Bareng Warga Sovil Tigaraksa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:20 WIB

PT Kobe Bantah Jadi Dalang Polusi, Warga Minta “Trial” Tutup Sementara

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Posbankum Bojong Nangka Gelar Roadshow Perdana di RW 13, Dorong Warga Sadar Hukum

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Fun Walk HUT ke-81 RI Panongan: Bupati Tangerang Serukan Persatuan dan Pola Hidup Sehat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Indeks Kepuasan Publik Meningkat, Dishub Tangerang Terus Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru