Perum Dasana Indah Dikepung Lumpur, Warga Butuh Aksi Nyata Bukan Janji Pemkab Tangerang

Perum Dasana Indah Dikepung Lumpur, Warga Butuh Aksi Nyata Bukan Janji Pemkab Tangerang

- Author

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi di beberapa wilayah perum dasana indah, air hujan bercampur dengan lumpur hitam pekat. (Foto: Dok. jejaknarasi.id)

Kondisi di beberapa wilayah perum dasana indah, air hujan bercampur dengan lumpur hitam pekat. (Foto: Dok. jejaknarasi.id)

TANGERANG, JEJAKNARASI.ID – Hujan turun sebentar, namun penderitaan warga bertahan berhari-hari. Itulah realitas pahit yang harus ditelan mentah-mentah oleh warga Perumahan Dasana Indah, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Kawasan permukiman ini kini tak ubahnya seperti kubangan raksasa, lumpuh akibat dikepung lumpur hitam pekat setiap kali hujan deras mengguyur.

Kondisi drainase yang menyempit dan dangkal dinilai warga telah memperbesar risiko genangan hingga banjir setiap kali hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menilai persoalan ini bukan sekadar akibat cuaca, melainkan dampak dari saluran air yang bertahun-tahun tidak ditangani secara serius.

Di beberapa titik, aliran air terlihat tertutup sedimentasi, rumput liar, serta sampah rumah tangga. Akibatnya, air tidak mengalir lancar dan justru meluap ke jalan maupun lingkungan permukiman.

“Kalau hujan deras, air cepat naik. Salurannya sudah seperti kubangan lumpur, bukan lagi drainase yang berfungsi,” keluh Herman, salah seorang warga RW 011 yang meminta pemerintah segera mengambil tindakan nyata.

Kritik warga mengarah pada lambannya penanganan normalisasi saluran air. Selama ini, pembersihan disebut kerap bersifat sementara dan hanya dilakukan ketika genangan atau banjir sudah terjadi. Setelah itu, saluran kembali dibiarkan dipenuhi lumpur tanpa pengerukan menyeluruh.

Baca Juga :  Cegah Stunting, Wabup Tangerang Intan Nurul Canangkan Gerakan Ibu Hamil Sehat

Padahal, normalisasi drainase seharusnya menjadi langkah dasar dalam mencegah banjir di kawasan padat penduduk. Pengerukan sedimentasi, perbaikan gorong-gorong, pengangkatan sampah, hingga pengawasan terhadap bangunan atau aktivitas yang menghambat jalur air harus dilakukan secara berkala, bukan menunggu keluhan warga menumpuk.

Warga meminta pemerintah daerah, serta instansi terkait tidak saling melempar tanggung jawab.

Mereka menegaskan, persoalan saluran air tidak bisa diselesaikan hanya dengan pengerahan petugas sesaat atau kegiatan bersih-bersih seremonial. “Yang dibutuhkan itu normalisasi total, bukan sekadar foto kegiatan. Lumpur harus diangkat, saluran diperlebar kalau perlu, dan titik penyumbatan harus dicari sampai tuntas,” tegas Herman.

Selain normalisasi, masyarakat juga mendorong adanya jadwal pemeliharaan rutin dan pemasangan sarana penyaring sampah di titik-titik rawan. Langkah ini penting agar saluran tidak kembali tersumbat dalam waktu singkat.

Perum Dasana Indah tidak seharusnya terus dikepung lumpur dan ancaman genangan setiap musim hujan.

Ketika drainase gagal berfungsi, warga menjadi pihak pertama yang menanggung dampaknya: akses jalan terganggu, lingkungan kotor, risiko penyakit meningkat, hingga aktivitas ekonomi terhambat.

Pemerintah Daerah dan instansi terkait perlu membuktikan keberpihakan kepada warga melalui kerja konkret.

Normalisasi saluran air bukan lagi usulan, melainkan kebutuhan mendesak sebelum genangan berubah menjadi bencana yang berulang. (Wil/Hs)

Berita Terkait

Dihuni Selama 40 Tahun, Rumah Peninggalan Kakek Berpindah Tangan karena Sengketa Utang
Alfamart dan Merries Gelar Posyandu Gratis di Tangerang, Sasar Kesehatan Ibu dan Anak
Konsolidasi Pemuda Berdampak Menuju Deklarasi Wilayah Kabupaten Tangerang
32 Tahun CitraRaya, Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah
Mutasi ASN Kabupaten Tangerang Disorot, Sejumlah Pengangkatan Dipertanyakan
Reses DPRD Kabupaten Tangerang, Iqrar dapat Keluhan Warga Gading Serpong Soal Parkir Berbayar
Maggot di TPS CitraRaya Tangerang Olah 320 Kg Sampah Organik Setiap Hari
Empat Mahasiswa UNTARA Diduga Alami Kekerasan saat HUT Kabupaten Tangerang Ke-394, Siapkan Laporan Polisi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:20 WIB

Dihuni Selama 40 Tahun, Rumah Peninggalan Kakek Berpindah Tangan karena Sengketa Utang

Senin, 2 November 2026 - 14:23 WIB

Alfamart dan Merries Gelar Posyandu Gratis di Tangerang, Sasar Kesehatan Ibu dan Anak

Senin, 2 November 2026 - 06:20 WIB

Konsolidasi Pemuda Berdampak Menuju Deklarasi Wilayah Kabupaten Tangerang

Minggu, 1 November 2026 - 14:10 WIB

32 Tahun CitraRaya, Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Mutasi ASN Kabupaten Tangerang Disorot, Sejumlah Pengangkatan Dipertanyakan

Berita Terbaru