JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan kenaikan harga bensin regular pada Selasa (31/03/2026) sebesar $4,1 per liter. Harga tersebut melonjak signifikan dibandingkan satu bulan sebelumnya yaitu sebesar $2,98 per liter.
Situasi ini menandai level tertinggi kenaikan harga BBM di AS sejak Agustus 2022. Sebab konflik yang sedang berlangsung Antara AS, Israel dan Iran dianggap secara langsung mempengaruhi perekonomian global.
Menurut juru bica gedung putih, nantinya harga bensin regular tersebut akan turun setelah berakhirnya operai Epic Fury.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemerintah akan menurunkan kembali harga bbm tersebut setelah berakhirnya operasi ‘Epic Rury’ ini,” ujarnya, dikutip dari Al-Jazera, Rabu (01/04/2026).
Bukan hanya bensin, bahan bakar diesel juga turut ikut melonjak, dikabarkan harga rata-rata bahan bakar diesel di AS mencapau $5,45 per liter, melonjak signifikan dari 1 bulan sebelumnya sebesar $3,76 per liter.
Diketahui, faktor utama di balik lonjakan harga bensin adalah gangguan di Selat Hormuz. Sudah sebulan sejak Selat tersebut ditutup, menghentikan lalu lintas kapal tanker dan memaksa produsen minyak utama di kawasan itu untuk mengurangi produksi.
Harga minyak mentah juga meningkat, dengan harga minyak mentah Brent diperdagangkan mendekati $120 per barel. Presiden AS Donald Trump, yang berjanji untuk menurunkan biaya bahan bakar dalam kampanye pemilu 2024-nya. Ia menilai lonjakan harga tersebut sebagai gangguan sementara waktu.





















