JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Rumah produksi Rollink Action resmi mengumumkan penayangan film horor terbarunya berjudul “Aku Harus Mati” yang akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 2 April 2026.
Film ini diproduseri oleh Irsan Yapto dan Nadya Yapto sebagai Eksekutif Produser, serta disutradarai oleh Hestu Saputra.
Mengangkat isu sosial yang relevan, film ini menyoroti fenomena masyarakat modern yang terjebak gaya hidup konsumtif hingga terlilit utang pinjaman online (pinjol) dan paylater.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Aku Harus Mati adalah film horor yang paling dekat dengan kehidupan manusia modern saat ini. Fenomena jual jiwa demi harta nyata terjadi. Banyak orang rela terjerat pinjol demi validasi sosial,” ujar Irsan Yapto.
Film ini mengisahkan Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terjerumus dalam kehidupan hedonistik hingga terlilit utang. Dalam keputusasaan, ia kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan dan bertemu kembali dengan Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni).
Namun, kepulangannya justru membuka rahasia kelam: sebuah perjanjian iblis yang mengorbankan nyawa orang-orang terdekat demi kesuksesan.
Trailer Film Aku Harus Mati:
https://www.youtube.com/watch?v=Z6KL_tFxPTM
Sutradara Hestu Saputra menegaskan bahwa film ini bukan sekadar horor biasa.
“Film ini adalah refleksi dari fenomena ‘jual jiwa demi harta’. Teror sesungguhnya muncul saat manusia kehilangan kendali atas dirinya,” ujarnya.
Film yang ditulis oleh Aroe Ama ini juga dibintangi oleh Bambang Paningron sebagai Ki Jago dan Mila Rosinta sebagai Nilam.
Dengan pendekatan cerita yang dekat dengan realita sosial, “Aku Harus Mati” diharapkan mampu memberikan pengalaman horor yang lebih emosional sekaligus reflektif bagi penonton Indonesia. **





















