JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Di tengah pesatnya urbanisasi, pertumbuhan kendaraan, serta keterbatasan ruang kota. Pengelolaan parkir menjadi titik krusial dalam sistem mobilitas.
Bahkan, kemacetan kerap bermula di area masuk dan keluar parkir. Sementara masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, cashless,dan seamless, Itu artinya, mobilitas perkotaan tidak hanya ditentukan di jalan,tetapi juga di area parkir.
Hal tersebut disampaikan Chief Executive Officer Centrepark Charles Richard Oentomo dihadapan wartawan. Di acara Media Gathering Centrepark 2026 yang mengambil tema “Parking Outlook 2026: Driving Urban Mobility in Indonesia.”.
Charles menyebut, parkir merupakan “silent engine of urban mobility” yang bekerja di balik layar. Namun berdampak besar terhadap keteraturan kota.
Menurutnya, Setiap perjalanan urban dimulai dan diakhiri di area parkir. Sehingga kualitas pengelolaannya mempengaruhi alur pergerakan dan pengalaman pengguna.
“Sejalan dengan perkembangan industri, Centrepark menegaskan bahwa smart parking bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan dalam membangun ekosistem mobilitas perkotaan yang terhubung”, papar Charles di acara yang digelar di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2026)
Charles menilai, penerapan teknologi parkir yang terintegrasi menjadi bagian dari upaya membentuk pengalaman parkir yang lebih qpraktis, aman, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas modern.
“Peran parkir sebagai elemen fundamental, tetapi kerap luput dibahas dalam membentuk keteraturan, kenyamanan, dan nilai mobilitas”, tukasnya.
Ditempat yang sama, Chief Operating Officer & Acting Chief Financial Officer Centrepark,Chris Haryadi mengungkapkan Centrepark merupakan perusahaan manajemen parkir nasional dan satu-satunya perusahaan parkir yang menyediakan Smart Mobility Parking Solution.
Ia juga menyampaikan bahwa Centerpark telah melakukan transformasi pengelolaan parkir dari sistem manual,ke sistem terintegrasi berbasis teknologi.
Dengan menggunakan penerapan automated gate, License Plate Recognition (LPR), parking guidance system, traffic dispatching, control room terpusat.
“Selain itu, kami memiliki layanan cashless danticketless yang menghadirkan proses masuk dan keluar parkir yang lebih tertib, Serta kemudahan dalam mencari ruang parkir, dan pemantauan operasional secara real-time di berbagai lokasi”,ungkap Chris Haryadi.
Senada dengan Chris, Stephen Roy Imantaka selaku Chief Strategy Officer Centrepark menambahkan, parkir kini berevolusi dari sekadar cost center menjadi value driver.
Menurutnya, pengelolaan parkir yang terstruktur dan berbasis data akan berkontribusi pada peningkatan nilai properti. Sehingga mendukung pengembangan ekosistem smart mobility perkotaan.
“Termasuk kesiapan terhadap adopsi kendaraan listrik”,tandasnya.
Sebagai informasi, dengan pengalaman lebih dari 16 tahun, Centrepark saat ini mengelola 700+ lokasi di 60 kota di Indonesia, dengan 440.000 ruang parkir dan 360 juta transaksi parkir per tahun.
Seluruh operasional didukung oleh ekosistem teknologi Centrepark yang terintegrasi, mencakup gate system, License Plate Recognition, vehicle counting, parking guidance, serta centralized control room.
Melalui Parking Outlook 2026, Centrepark menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perannya sebagai perusahaan manajemen parkir dan penyedia Smart Mobility Parking Solution.
Guna mendukung terciptanya mobilitas perkotaan Indonesia yang lebih tertata, nyaman, dan berkelanjutan. **








