Lagi Ponpes Ambruk Satu Santriwati Wafat, Waketum PBNU Minta Pemerintah Bantu

Lagi Ponpes Ambruk Satu Santriwati Wafat, Waketum PBNU Minta Pemerintah Bantu

- Author

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan atap yang roboh Ponpes Salafiyah Syafiiyah Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo Jawa Timur. (Foto : Kabar Jawa)

Penampakan atap yang roboh Ponpes Salafiyah Syafiiyah Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo Jawa Timur. (Foto : Kabar Jawa)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Warga Pondok Pesantren (Ponpes) kembali berduka, salah satu Ponpes di Situbondo Jawa Timur bernama Syafiiyah Syekh Abdul Qodir Jailani mengalami musibah runtuhnya bangunan asrama. 

Ambruknya bangunan asrama putri itu selain menimbulkan korban luka-luka juga menyebabkan salah satu santriawatinya meninggal dunia atas nama Putri berusia 12 tahun.

Atas peristiwa tersebut Wakil Ketua Umum PBNU, KH. Dr. (HC). Zulfa Mustofa menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya salah seorang santriwati dalam musibah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya atas nama PBNU menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya salah seorang santriwati. Semoga almarhumah syahidah, karena wafat di saat sedang dalam masa-masa menuntut ilmu” kata KH Zulfa Mustofa dalam keterangannya kepada wartawan Selasa (29/10/2025).

Wakil Ketua Umum PBNU bidang Keagamaan ini juga meminta pemerintah agar dapat turun tangan membantu mencarikan jalan keluar dari situasi yang memprihatinkan yang dialami sejumlah pondok pesantren.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya di musibah Al Khoziny  beberapa waktu lalu, dengan mendorong pemerintah dan para pihak lain, agar dapat memberi atensi terhadap kondisi bangunan di pondok pesantren.

“Kami berharap, ya memintalah, agar pemerintah bisa membantu pesantren tua yang bangunan-bangunannya berpotensi membahayakan. Agar membantu dengan cara memperbaiki bangunan-bangunan tersebut, agar santri-santrinya kembali bisa belajar dengan aman,” kata kerabat dekat ulama kebanggaan Nusantara, Sheikh Nawawi Al Bantani itu.

Berita robohnya asrama di salah satu pondok pesantren di Situbondo ini, menambah duka yang belum mengering akibat ambruknya musala di Pondok Pesantrel Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo bulan September lalu.

 “Tentu saja kami sangat prihatin atas musibah ini. Berulang dalam waktu yang hanya selisih satu bulan dari musibah Al Khoziny, Sidoarjo,” ujar Kiai Zulfa.

Selanjut, kata Kiai Zulfa, secara internal, PBNU sendiri terus melakukan monitoring, melakukan pendataan dan menginventarisasi atas sejumlah aset pondok pesantren, terutama mengenai bangunan fisik. 

“Saya juga memerintahkan RMI bekerja sama dengan para pihak membantu pondok tua yang ada di lingkungan NU,” kata Kiai Zulfa.

RMI atau Rabithah Ma’ahid Al Islamiyah adalah sebuah lembaga berbentuk perikatakan pondok pesantren-pondok pesantren yang berada di bawah naungan PBNU. Sebagaimana diketahui, hingga saat ini, tidak kurang 26.000 an pondok pesantren yang ada di Nusantara, secara ubudiyah dan muamalah, berafilisi dengan NU.

1 Orang Wafat 

Diberitakan sebelumnya, bangunan Asrama Putri Pondok Pesantren Salafiah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jailani di Jalan Pesanggrahan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ambruk pada Rabu (29/10/2025) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Baca Juga :  Harlah ke-100 NU Sukses Dihadiri Ribuan Warga Nahdliyin

Kapolres Situbondo AKBP Rezi Darmawan menyatakan, secara total ada 12 santriwati yang menjadi korban dari peristiwa bangunan asrama putri ambruk. Satu meninggal dunia. “Satu satriwati meninggal dunia dan sudah dikebumikan tadi jam 8 pagi,” kata Rezi pada Rabu.

Korban meninggal atas nama Putri (12), warga Dusun Rawan, Desa Besuki, Kecamatan Besuki. Sedangkan yang lain yakni enam orang dirawat di Puskesmas Besuki, empat orang dirawat di RSUD Besuki, dan satu orang dirawat di RSIA Jatimned.

“Korban yang selamat sekarang dirawat intensif di beberapa tempat, empat di RSUD Besuki, dan satu di RSIA Jatimned,” katanya. Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, tetapi masih belum bisa memastikan penyebab ambruknya bangunan tersebut. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama.

“Hasil penyelidikan kami masih belum tahu penyebabnya, apakah faktor cuaca atau faktor yang lain. Kami juga akan koordinasi dengan pihak kementerian,” katanya.

Kesaksian 

Aura Adelia (14), warga Desa Bungatan, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjadi salah satu korban ambruknya bangunan asrama itu. “Saya saat itu tidur terlelap, tiba-tiba (bangunan) ambruk dan lalu saya keluar kamar,” ucap Aura saat ditemui di RSUD Besuki Rabu (29/10/2025).

Aura mengatakan, dalam satu kamar berisi 19 orang santriwati. Saat itu, semua teman-temannya sedang tertidur lelap dan tidak mengetahui adanya tanda-tanda bangunan akan roboh. “Saya tidak tahu apa-apa, cuma saat saya keluar kondisi memang gerimis,” katanya.

Aura baru tahu bahwa kaki kanannya terluka parah saat dirinya sudah berlari keluar dan sedang duduk bersama teman-temannya. Kaki kanannya tiba-tiba terasa perih dan keluar darah. “Saat tahu ada luka saya minta tolong, setelah itu digendong dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Dia juga menyatakan tidak hanya dirinya yang mengalami luka serius. Namun, ada empat korban lainnya. Dua dirawat di RSIA Jatimnet dan dua santri dirawat di RSUD Besuki.

RS (35), warga Desa Besuki, Kecamatan Besuki, salah satu keluarga korban menyatakan, pihaknya dikabari dan diminta ke asrama putri untuk menemui saudaranya. Namun, tidak dikabari bahwa korban mengalami luka.

“Kami itu awalnya disuruh ke pondok, tidak tahu kalau anaknya (korban) ini sedang menjadi korban ambruk, kami sangat kaget apalagi kondisi luka cukup parah dan harus operasi,” ucapnya. (*)

Berita Terkait

Dukung Waste To Energy, Bupati Sidoarjo Tanda Tangan PKS Bersama Gubernur Jatim
Dukung dan Sukseskan Harlah NU ke 100, Pemkab Malang Dirikan Dapur Umum untuk Jamaah
Tommy Kurniawan Minta Polres Malang Tindak Penggunaan Plat DPR Palsu
Bupati Subandi Anugerahi Wajib Pajak Panutan Sidoarjo, Tekankan Pajak sebagai Sumber Utama PAD
Serahkan Bantuan Ke Ponpes Al Khoziny, Bupati Subandi: Bentuk Kepedulian Para ASN Sidoarjo
Sidoarjo Culture In Harmony: Merajut Tradisi Menggerakan Ekonomi Kreatif
Sigap, BPBD dan TNI/Polri Bersihkan Material Longsor di Ngantang Kota Batu
Dinkes Kota Batu Sosialisasikan 7 Tatanan Kawasan Tanpa Rokok
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:10 WIB

Dukung Waste To Energy, Bupati Sidoarjo Tanda Tangan PKS Bersama Gubernur Jatim

Sabtu, 7 Februari 2026 - 22:45 WIB

Dukung dan Sukseskan Harlah NU ke 100, Pemkab Malang Dirikan Dapur Umum untuk Jamaah

Rabu, 3 Desember 2025 - 22:57 WIB

Tommy Kurniawan Minta Polres Malang Tindak Penggunaan Plat DPR Palsu

Kamis, 27 November 2025 - 21:30 WIB

Bupati Subandi Anugerahi Wajib Pajak Panutan Sidoarjo, Tekankan Pajak sebagai Sumber Utama PAD

Minggu, 23 November 2025 - 10:45 WIB

Serahkan Bantuan Ke Ponpes Al Khoziny, Bupati Subandi: Bentuk Kepedulian Para ASN Sidoarjo

Berita Terbaru

Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel. (Foto: Istimewa)

Opini

Sunyi dalam Pernikahan

Senin, 4 Mei 2026 - 09:53 WIB