Johan Rosihan : Pupuk Bersubsidi Jantung Produktivitas Pertanian Nasional Harus Dikelola dengan Baik

Johan Rosihan : Pupuk Bersubsidi Jantung Produktivitas Pertanian Nasional Harus Dikelola dengan Baik

- Author

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Johan Rosihan (Foto: Parlementaria)

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Johan Rosihan (Foto: Parlementaria)

JEJAKNARASI.ID. SUMBAWA – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menegaskan, pupuk bersubsidi merupakan jantung produktivitas pertanian nasional yang harus dikelola dengan baik agar benar-benar menyentuh kebutuhan petani kecil.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Bimbingan Teknis Tata Kelola Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Holding Company dan Danantara Indonesia.

“Kita tidak kekurangan pupuk secara nasional, karena kapasitas produksi nasional mencapai hampir 14 juta ton per tahun. Tetapi masalahnya adalah bagaimana distribusinya, akurasinya, dan keadilannya di lapangan. Pemerintah telah menaikkan alokasi pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton tahun 2025, tapi tetap harus kita kawal agar benar-benar sampai ke petani yang berhak,” ujar Johan dalam rilisnya dikutip Selasa  (14/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politisi Fraksi PKS ini juga menyoroti adanya kesenjangan antara kebutuhan pupuk petani dan alokasi subsidi pemerintah.

Ia menyebut, berdasarkan data Kementerian Pertanian, kebutuhan pupuk nasional mencapai sekitar 23 juta ton, sementara alokasi subsidi hanya sekitar 9 juta ton.

Hal itu, kata Johan menuntut optimalisasi penggunaan pupuk organik dan pupuk hayati agar produktivitas tetap terjaga tanpa membebani petani.

“Kita perlu mengembalikan semangat kemandirian dan inovasi pertanian. Pupuk organik seperti Petroganik dan NPK Pelangi harus terus didorong penggunaannya. Ini bukan hanya soal subsidi, tapi keberlanjutan ekosistem pangan kita,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Johan Rosihan mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan aparat pengawas untuk menjaga integritas dalam pendistribusian pupuk bersubsidi.

Baca Juga :  Kuota Haji Jawa Barat Dipangkas, Legislator KH Maman Imanulhaq Soroti Kebijakan Kementerian Haji dan Umrah

“Jangan ada lagi keluhan pupuk langka di musim tanam. Kita ingin memastikan setiap butir pupuk bersubsidi sampai ke tangan petani yang berhak. Ini bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Semenetara itu, perwakilan PT Pupuk Indonesia menyampaikan bahwa perusahaan senantiasa menyiapkan stok pupuk bersubsidi di atas ketentuan minimum pemerintah.

“Hingga awal Oktober 2025, stok nasional tercatat di atas 200 persen dari stok minimum untuk memastikan tidak ada kelangkaan di musim tanam pertama,”tukasnya.

Sebagai informasi, Kegiatan Bimtek ini bertujuan memperkuat pemahaman dan koordinasi antara pemerintah, distributor, penyuluh, dan kelompok tani agar sistem penyaluran pupuk bersubsidi semakin efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Acara berlangsung di Aula Hotel Nirmala Center Sumbawa dan dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI Dapil NTB I, Johan Rosihan, perwakilan PT Pupuk Indonesia Holding Company beserta anak perusahaannya (Petrokimia Gresik, Pupuk Kaltim, dan Pusri Palembang), serta unsur Dinas Pertanian, distributor pupuk, dan ratusan petani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan ini juga menjadi wadah dialog antara produsen pupuk dan pengguna di tingkat lapangan. Para peserta diberikan penjelasan mengenai mekanisme baru dalam sistem e-RDKK dan i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi) yang diharapkan mampu memperbaiki validitas data dan mempercepat distribusi pupuk ke petani.**

Berita Terkait

KOSPI dan MBG Watch Somasi Prabowo, Buntut 43 Ribu Orang Keracunan MBG
PKH Tahap 3 Tahun 2026: Jadwal Penyaluran dan Cara Cek Penerima melalui HP
Komisi IX DPR Minta BGN Beri Kompensasi Korban MBG dan Tuntut Pemulihan Total
Prabowo Perintahkan 11 Kapal Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang di Selat Sunda
BNN Dorong Pengawasan Ketat Produk Vape untuk Cegah Penyalahgunaan Zat Berbahaya
Pagu Aspirasi Dewan atau Usulan Forum Musrenbang, Mana Lebih Prioritas?
Anies Pertanyakan Batas Jumlah Korban Keracunan MBG Agar Pemerintah Mau Evaluasi Total
Anies Baswedan Kritik Keracunan MBG, Desak Pemerintah Evaluasi Total
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:27 WIB

KOSPI dan MBG Watch Somasi Prabowo, Buntut 43 Ribu Orang Keracunan MBG

Jumat, 11 September 2026 - 11:45 WIB

PKH Tahap 3 Tahun 2026: Jadwal Penyaluran dan Cara Cek Penerima melalui HP

Kamis, 10 September 2026 - 22:50 WIB

Komisi IX DPR Minta BGN Beri Kompensasi Korban MBG dan Tuntut Pemulihan Total

Kamis, 10 September 2026 - 22:44 WIB

Prabowo Perintahkan 11 Kapal Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 - 22:38 WIB

BNN Dorong Pengawasan Ketat Produk Vape untuk Cegah Penyalahgunaan Zat Berbahaya

Berita Terbaru

Tangerang

Kota Tangerang Suguhkan Culinary Day di The Ultimate 10K Series

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:05 WIB