Golkar Meradang, Bahlil masuk Kategori Menteri Terburuk di Kabinet Prabowo Dalam Survei Celios 

- Redaksi

Jumat, 24 Januari 2025 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia (Foto : Humas Golkar)

Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia (Foto : Humas Golkar)

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Hasil survei yang di keluarkan Lembaga Survei Center Of Economic and Law Studies (Celios) membuat Golkar Meradang.

Pasalnya, survei tersebut menempatkan ketua umum partai berlambang pohon beringin ini masuk dalam kategori Menteri terburuk di 100 hari kerja Pemerintahan Prabowo Gibran.

Tentu hasil survei tersebut dianggap sangat menciderai nama besar partai Golkar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini membuat Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Golkar, Sarmuji, pun mempertanyakan metode yang di gunakan Cellos dalam melakukan survei.

“Metode yang digunakan perlu dipertanyakan,” ucap Sarmuji usai hadiri acara Bimtek Fraksi Partai Golkar Se-Jawa Timur di Surabaya kepada media RMOL.id, Kamis (23/01/2024).

Menurut Sarmuji, penilaian atau tolak ukur yang disajikan Celios pun tidak jelas.

“Kalau menggunakan metode persepsi, semua orang bisa berbeda-beda persepsinya. Sementara untuk mengukur kinerja kan banyak indikatornya,” terangnya.

Baca Juga :  Sjafrie Sjamsoeddin Lantik Deddy Corbuzier Jadi Staf Khusus Menhan Bidang Kedaulatan NKRI

Sarmuji pun menerangkan, ruang kerja kementerian ESDM cukup luas, sehingga menurutnya banyak kemajuan saat dipimpin Bahlil Lahadalia.

“Sebaiknya dijelaskan di sisi mana kinerja kementerian sehingga disebut kurang baik. Metodenya harus jelas termasuk sample penilainnya. Harus fair dong,” pungkas Sarmuji.

Adapun Celios adalah lembaga penelitian independen yang fokus pada kajian makroekonomi, keadilan fiskal, transisi energi, dan kebijakan publik.

Berdasarkan survei Celios, Menteri Bahlil menduduki urutan ketiga sebagai menteri dengan kinerja terburuk dalam 100 hari kabinet Prabowo-Gibran.

Studi yang dilakukan Celios menggunakan survei berbasis expert judgment.

Para jurnalis dipilih karena dianggap memiliki akses langsung dan kemampuan untuk mengamati kinerja pejabat publik secara rutin, serta menganalisis hasil dari kebijakan dan program pemerintah. **

Berita Terkait

Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi
Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi
Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029
Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet
Jokowi Turun Gunung untuk PSI, Begini Komentar Pengamat Politik Arifki Chaniago
Indonesia Gabung Board of Peace, Begini Tanggapan Pengamat Ujang Komarudin
Partai Baru Langsung Tentukan Capres, Pengamat: Politik Indonesia Masuk Era “Early Booking” Pilpres 2029
Tepis Isu Pilpres Oleh MPR, Ketua Komisi II DPR Tegaskan Tidak Ada Pembahasan Mengubah Domain UUD 1945
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:01 WIB

Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:19 WIB

Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:38 WIB

Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029

Senin, 9 Februari 2026 - 21:47 WIB

Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:15 WIB

Jokowi Turun Gunung untuk PSI, Begini Komentar Pengamat Politik Arifki Chaniago

Berita Terbaru

Mantan Menteri Agama Yaqut Qholil Qoumas saat kemabli ke rutan KPK. (Foto:: Ist)

Hukum & Kriminal

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK

Selasa, 24 Mar 2026 - 23:42 WIB