KOTA BATU, JEJAKNARASI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengajak para ayah untuk mengantarkan anak ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah melalui program SEBAYA (Sekolah Bersama Ayah). Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak sejak dini.
Gerakan tersebut juga menjadi implementasi dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam proses pendidikan anak. Sasaran program tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Batu.
Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan, pendidikan karakter anak sejatinya dimulai dari lingkungan keluarga. Karena itu, kehadiran ayah pada momen penting seperti hari pertama sekolah memiliki makna besar dalam membangun rasa percaya diri dan memberikan dukungan emosional kepada anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui program SEBAYA, kami ingin mengajak para ayah untuk meluangkan waktu mendampingi putra-putrinya ke sekolah. Kehadiran ayah bukan sekadar mengantar, tetapi menjadi bentuk kasih sayang, dukungan, dan teladan yang akan membekas dalam perjalanan pendidikan anak,” ujar Nurochman, Jumat (10/07/2026).
Menurutnya, keterlibatan ayah dalam pengasuhan merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk karakter, kemandirian, serta kepercayaan diri anak. Oleh karena itu, Pemkot Batu mendorong seluruh ASN dan pegawai di lingkungan pemerintah daerah untuk menjadi contoh dalam membangun budaya pengasuhan yang lebih aktif.
“Kami berharap ASN dapat menjadi pelopor sekaligus memberikan inspirasi kepada masyarakat bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Dengan kebersamaan dalam keluarga, kita dapat mencetak generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” tambahnya.
Melalui program SEBAYA, Pemkot Batu berharap semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam setiap tahap tumbuh kembang anak. Langkah sederhana seperti mengantar anak ke sekolah di hari pertama diharapkan menjadi awal dari semakin kuatnya ikatan emosional antara ayah dan anak serta terciptanya lingkungan keluarga yang harmonis. (Adv)


























