JEJAKNARASI.ID, SULSEL – Jenazah seorang warga bernama Kalimbuang (60) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), harus ditandu sejauh 10 kilometer untuk sampai ke rumah duka.
Jenazah almarhum ditandu akibat jalan rusak dan tidak dapat dilalui kendaraan. Kalimbuang meninggal di Rumah Sakit Tajuddin Makassar, Minggu (5/4/2026) pagi.
Almarhum kemudian dibawa ke Tana Toraja menggunakan ambulans. Saat memasuki wilayah Puangbembe, kendaraan tidak dapat melintas sehingga jenazah ditandu ke rumah duka di Balattaki, Lembang Simbuang, Kecamatan Simbuang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iya kemarin siang ada jenazah keluarga yang ditandu. Jaraknya kurang lebih 10 kilometer. Dia warga Simbuang yang berobat ke Makassar lalu meninggal,” kata keluarga almarhum, Paulus Tangipayuk kepada dikutip dari Info Toraja Barat, Rabu (08/04/2026).
Paulus mengatakan, kejadian ini sudah sering terjadi. Warga yang meninggal dan akan dimakamkan di Kecamatan Simbuang, harus ditandu puluhan kilometer. Begitupun warga yang akan berobat ke kota harus ditandu melalui jalan berlumpur dan medan curam.
“Bukan kasus baru lagi, ini sudah sering terjadi. Warga yang sakit dan mau berobat akan ditandu karena jalanan kami tidak dapat dilalui kendaraan,” katanya.
Dia mengungkapkan bahwa kejadian serupa terjadi pada 2024 dan 2025. Peristiwa paling memilukan ketika seorang ibu hamil melahirkan di jalan saat menuju rumah bersalin di kota dan bayinya meninggal.
“Ada satu kejadian yang sangat menyayat hati, ibu hamil melahirkan di jalan Puangbembe waktu dibawa ke rumah sakit. Bayinya meninggal karena ambulans tidak dapat melintas,” ungkapnya.
Paulus berharap, kejadian ini mendapat perhatian pemerintah terkait dan segera membenahi infrastruktur jalan di Simbuang. Pasalnya kondisi jalan yang rusak parah menghambat aktivitas warga.

























