Legislator KH Maman Imanulhaq Soroti Pentingnya Kehadiran Klinik di Pesantren

Legislator KH Maman Imanulhaq Soroti Pentingnya Kehadiran Klinik di Pesantren

- Author

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanulhaq . (Foto: Fraksi PKB)

Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanulhaq . (Foto: Fraksi PKB)

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq menyoroti urgensi penguatan pelayanan kesehatan pesantren. Dalam perspektif kebijakan, perlindungan santri, dan transformasi kelembagaan pesantren.

Dia menegaskan pentingnya kehadiran klinik pesantren. Maupun dokter praktik tetap di dalam lingkungan pesantren.

Hal tersebut, disampaikan saat hadir sebagai penanggap dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran Klinik dalam Pesantren” di acara yang berlangsung di Pullman Hotel Jakarta, Selasa (26/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi Majalengka itu, pesantren merupakan ruang hidup santri selama 24 jam.

Sehingga ,kata dia, layanan kesehatan dasar tidak bisa diposisikan sebagai pelengkap, melainkan kebutuhan utama yang harus dijamin negara.

“Kehadiran klinik dan dokter praktek di pesantren harus dilihat sebagai terobosan pesantren dalam menjawab kebutuhan zaman, pesantren tidak hanya mendidik ilmu agama, tapi juga menghadirkan layanan kesehatan yang nyata bagi santri dan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Di Tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, M.A., menekankan, penguatan klinik pesantren harus terintegrasi dengan sistem kesehatan nasional, termasuk skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ia menilai pesantren memiliki potensi besar sebagai basis pelayanan promotif dan preventif kesehatan masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua FPTP KH. Saifullah Ma’shum menyampaikan bahwa transformasi pesantren tidak hanya menyentuh aspek pendidikan dan ekonomi, tetapi juga layanan kesehatan.

Baca Juga :  16 Lansia Tewas Terbakar, Kiai Maman Sebut Alarm Keras Lemahnya Perlindungan Orang Berusia Lanjut

Menurutnya, keberadaan klinik pesantren merupakan bagian dari ikhtiar membangun pesantren yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan.

“Klinik pesantren bukan sekadar fasilitas, tetapi simbol keseriusan pesantren bertransformasi menjadi lembaga yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Kiai Saifullah Ma’shum.

Sebagai Informasi, Focus Group Discussion (FGD) “Peran Klinik dalam Pesantren” digelar sebagai
upaya penguatan kesehatan berbasis pesantren.

Selain itu juga sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peran pesantren sebagai mitra strategis pelayanan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini dibuka oleh Staf Khusus Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Firry Wahid.

Dengan menghadirkan sejumlah narasumber kunci, seperti perwakilan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr. Makky Zamzami, Deputi Direksi Wilayah V BPJS Kesehatan Arief Syaefudin, SKM., AAK., CGP., CHIA., serta Staf Khusus Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Firry Wahid.

Diskusi ini juga melibatkan unsur legislatif dan pimpinan pesantren sebagai penanggap utama.
Diantaranya, Anggota Komisi VIII DPR RI Dr. KH. Maman Imanulhaq, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, M.A.,

Serta Ketua Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP), KH. Saifullah Mahsum. Ketiganya menyoroti urgensi penguatan pelayanan kesehatan pesantren dari perspektif kebijakan, perlindungan santri, dan transformasi kelembagaan pesantren.**

Berita Terkait

Dukcapil Jakpus Teken Komitmen Zona Integritas Demi Wujudkan Birokrasi Bersih
Kabar Gembira Bagi Warga Jakarta, Gubernur Pramono Gratiskan Biaya Pendidikan di 103 Sekolah Swasta
Tunjukkan Kinerja Beyond Compliance, PT IKPP Tangerang Raih PROPER Hijau 2025
Tokoh Toleransi Christoforus Rea Wafat, Jakpus Kehilangan Jembatan Lintas Iman
Begini Analisa Ray Rangkuti Soal Pengungkapan Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Waka DPR Sari Yuliati: Hari Kemenangan untuk Bangun Indonesia Lebih Baik
Amankan Malam Takbiran 2026, Polda Metro Jaya Siagakan 1.810 Personel
Pastikan Pengemudi Angkutan Lebaran Sehat, Menaker Yassierli Tinjau Posko Peduli K3
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 18:26 WIB

Dukcapil Jakpus Teken Komitmen Zona Integritas Demi Wujudkan Birokrasi Bersih

Minggu, 26 April 2026 - 13:46 WIB

Kabar Gembira Bagi Warga Jakarta, Gubernur Pramono Gratiskan Biaya Pendidikan di 103 Sekolah Swasta

Rabu, 8 April 2026 - 13:42 WIB

Tunjukkan Kinerja Beyond Compliance, PT IKPP Tangerang Raih PROPER Hijau 2025

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:06 WIB

Tokoh Toleransi Christoforus Rea Wafat, Jakpus Kehilangan Jembatan Lintas Iman

Jumat, 20 Maret 2026 - 20:33 WIB

Begini Analisa Ray Rangkuti Soal Pengungkapan Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Berita Terbaru

Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel. (Foto: Istimewa)

Opini

Sunyi dalam Pernikahan

Senin, 4 Mei 2026 - 09:53 WIB