Jadi Pembicra di OECD, Menko Airlangga Paparkan Progres Perekonomian Digital di Indonesia

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika memberikan keynote speech pada acara “OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025” secara virtual, di Bali, Senin (1/12/2025). Foto : Kemenko Perekonomian)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika memberikan keynote speech pada acara “OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025” secara virtual, di Bali, Senin (1/12/2025). Foto : Kemenko Perekonomian)

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Indonesia berkomitmen pada transformasi digital, fundamental ekonomi yang lebih kuat, dan kerja sama internasional yang lebih erat.

Termasuk melalui keanggotaan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), dengan sebagian besar regulasi nasional telah selaras dengan standar OECD.

Karya OECD di bidang keuangan digital dan Artificial Intelligence (AI) juga memberikan panduan berharga seiring percepatan transformasi digital di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab, perekonomian digital Indonesia sendiri terus berkembang pesat, dengan nilai Gross Merchandise Value (GMV) diproyeksikan mendekati USD100 miliar pada 2025, yang didorong oleh kemajuan e-commerce.

Pembayaran digital juga meningkat 27% menjadi USD538 miliar pada 2025 dan diproyeksikan akan melampaui USD1 triliun pada 2030.

“Di tingkat regional, Indonesia mendorong integrasi digital melalui ASEAN DEFA, yang diproyeksikan akan menciptakan ekonomi digital regional senilai USD2 triliun pada 2030. Negosiasi telah mencapai kemajuan substansial dan ditargetkan selesai di awal 2026 pada Keketuaan Filipina, dengan penandatanganan resmi di akhir tahun tersebut. Indonesia juga telah menyelesaikan ketentuan perdagangan digital di bawah IEU-CEPA, yang membuka peluang baru untuk meningkatkan daya saing dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika memberikan keynote speech pada acara “OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025” secara virtual, di Bali, Senin (1/12/2025).

Lebih lanjut, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menunjukkan bagaimana inovasi digital memajukan inklusi yakni pada tahun ini transaksi QRIS tumbuh 148% (yoy) dan kini melayani 39 juta merchants dan 58 juta pengguna.

Baca Juga :  PT PLN Persero Buka Lowongan Bagi Lulusan D3 Hingga S2, Berikut Link Pendaftarannya

Dengan strategi yang jelas dan kapasitas teknologi yang terus berkembang, Indonesia bertujuan untuk membangun masa depan ekonomi dan keuangan digital yang lebih tangguh, inklusif, dan kompetitif.

“Untuk itu, saya dengan hangat menyambut seluruh peserta OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025 di Bali dan mengucapkan selamat kepada OECD atas peluncuran ‘Regulation of AI in Finance in Asia Report’. Saya berharap forum ini memperkuat kolaborasi global dan regional di bidang keuangan digital dan AI, serta berkontribusi pada agenda strategis OECD,” ungkap  Airlangga.

Membangun fondasi AI membutuhkan 4C yakni connectivitycomputing capacitycontext, dan competence. Indonesia memperkuat setiap pilar, untuk konektivitas misalnya dengan memperluas jaringan serat optik dan jaringan canggih.

Kemudian, kapasitas komputasi misalnya dengan memberi insentif kepada pusat data domestik, dilanjutkan untuk konteks yakni dengan mengembangkan AI yang relevan secara lokal seperti Sahabat-AI, dan untuk persoalan kompetensi yakni dengan mengatasi kesenjangan talenta digital melalui program peningkatan keterampilan dan kemitraan global.

Pertumbuhan pendapatan untuk aplikasi berbasis AI juga cukup kuat, sementara investasi swasta di bidang AI mencapai USD91 juta dari akhir 2024 hingga pertengahan 2025.

Sentimen publik terpantau optimis dengan 56% pekerja percaya bahwa AI akan meningkatkan produktivitas, dan Indonesia menempati peringkat keempat sebagai pasar AI potensial terbesar di Asia.

“Selain itu, sektor keuangan juga harus berinovasi. Aplikasi AI skala kecil dapat memperluas akses ke perbankan digital, keuangan mikro, dan perangkat pendukung pembuatan keputusan UKM,” pungkas Menko Airlangga**

Berita Terkait

Kolaborasi TNI-Polri dan Manajemen Citra Raya Hadirkan Pos Terpadu Mudik Lebaran di Tiga Titik
Perkuat Fiskal Nasional, Pemerintah Antisipasi dan Efisiensi di Berbagai Sektor
Mudik Gratis Lebaran 2026 Tangsel Bersama Pilar Saga Ichsan Disambut Antusias Warga
Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak
JMSI Kabupaten Tangerang Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan 1447 H
Dr. Agus Ismail Resmi Jadi Ketua Harian Asosiasi Masyarakat Sadar Konservasi Energi Indonesia
Pemkot Tangsel Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Gratifikasi Hingga Tingkat Kelurahan
Kota Tangerang Jadi Calon Percontohan Kota Antikorupsi Versi KPK Wakili Banten
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:38 WIB

Kolaborasi TNI-Polri dan Manajemen Citra Raya Hadirkan Pos Terpadu Mudik Lebaran di Tiga Titik

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:06 WIB

Perkuat Fiskal Nasional, Pemerintah Antisipasi dan Efisiensi di Berbagai Sektor

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:50 WIB

Mudik Gratis Lebaran 2026 Tangsel Bersama Pilar Saga Ichsan Disambut Antusias Warga

Sabtu, 14 Maret 2026 - 23:54 WIB

Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:42 WIB

JMSI Kabupaten Tangerang Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan 1447 H

Berita Terbaru

Mantan Menteri Agama Yaqut Qholil Qoumas saat kemabli ke rutan KPK. (Foto:: Ist)

Hukum & Kriminal

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK

Selasa, 24 Mar 2026 - 23:42 WIB