Demi MBG, Siswa di Sumba Barat Daya Tetap Masuk Sekolah Meski Tak Enak Badan

Demi MBG, Siswa di Sumba Barat Daya Tetap Masuk Sekolah Meski Tak Enak Badan

- Author

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SD Katolik Wee Pangali Sumba Barat, NTT (Foto: Humas MBG)

SD Katolik Wee Pangali Sumba Barat, NTT (Foto: Humas MBG)

JEJAKNARASI.ID. NTT – Ingin menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata menjadi motivasi utama para siswa untuk terus hadir dan belajar di sekolah. Fakta yang mengharukan itu terungkap dari kesaksian guru-guru SD Katolik Wee Pangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Siswa tetap datang meskipun sedang kurang sehat. Mereka merasa menu MBG sangat mewah dan terlalu sayang untuk dilewatkan,” kata Theresia Tamo Ina, guru SD Katolik Wee Pangali di Sumba Barat, NTT Kamis, (13/11/2025).

Guru Theresia kemudian memanggil beberapa anak yang dalam kondisi kurang sehat, tapi tetap masuk sekolah. Ada Alfarel Frengki Dede (7 tahun), Natalia Grace Yango (7), Maria Isa Bella (7), Reinarda Desniyanti Anata Kodu (7), Yohanes Bili Daingo (7), Aprilia Paskia Baba (11), Aloysius Glen Zuba (11), Wilhelmus Pangeran Bili Rambi (11), Scholastika Kiyora Tuto Nugi (9), Priska Renata Ladi (9), dan Cahaya Putri Tanggu Dendo (9). Meski tampak kurang sehat, mereka sangat antusias menerima hidangan MBG.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak program utama pemerintah Presiden Prabowo Subianto itu menjangkau SD Katolik Wee Pangali sembilan bulan lalu, menurut Theresia, pemberian MBG di sekolah itu benar-benar membawa perubahan besar bagi para siswa. Selain rajin masuk sekolah, semangat belajar para siswa pun semakin meningkat.

“Sebelumnya anak-anak malas berangkat sekolah, tapi setelah ada MBG, mereka menjadi semakin rajin masuk sekolah,” ujarnya.

Baca Juga :  Koordinator KRAMAT Ungkap Perbedaan Kasus Pagar Laut Tangerang dan Bekasi

Dampak hidangan MBG pada motivasi utama para siswa untuk masuk sekolah jelas terlihat pada hari Sabtu. Sekolah yang dimiliki Yayasan Pendidikan Nusa Cendana ini menerapkan hari belajar hingga hari Sabtu.

Namun, karena tidak ada pemberian hidangan MBG pada hari Sabtu, maka jumlah siswa yang masuk sekolah pada hari Sabtu lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah siswa di hari-hari sebelumnya yang ada pemberian hidangan MBG.

“Karena itu kami berharap agar pada hari Sabtu juga diberikan MBG,” kata guru

SD Katolik Wee Pangali berada di lingkungan desa miskin. Kebanyakan warga desa bekerja sebagai petani lahan kering. Rata-rata kehidupan warga berada di bawah garis kemiskinan, sehingga sering kesulitan memberikan asupan makanan bergizi untuk anak-anak mereka.

Dampaknya, menurut catatan statistik tahun 2024 lalu, di Desa Wee Pangali ada 55 balita dengan berat badan kurang, 37 anak berbadan pendek atau stunting, dan 37 anak kekurangan gizi.

Beberapa anak yang kekurangan gizi, berat badan kurang, dan stunting itu bersekolah di SD Katolik Wee Pangali. Ada Deodatus Fredy Bulu, siswa kelas 1 SD yang telah berusia 7 tahun namun badannya tampak terlalu pendek dan bahkan terlalu kecil untuk menggunakan meja belajar seperti teman-temannya.

Temannya yang lain, di beberapa kelas juga tampak kurus-kurus karena kekurangan gizi. Sementara, banyak siswa yang hadir mengenakan baju bebas karena keterbatasan biaya untuk membeli seragam sekolah. (eki)

Berita Terkait

Pemerintah Pusat Tunjuk Kota Tangerang Jadi Pilot Project Pengawasan MBG
CitraRaya Siapkan Pengelolaan Sampah dengan Metode Controlled Landfill
Polda Banten Gelar Sispamkot Jelang May Day, Wabup Dimiyati: Ini Sangat Penting
Wali Kota Sachrudin Apresiasi Peran Guru: Kunci Masa Depan Bangsa
Wondr Kemala Run 2026 Dorong Ekonomi Bali dan Aksi Sosial
Kolaborasi 5 Perguruan Tinggi Gelar PKM Kader Bank Sampah di Subang
Puluhan Rumah di Asrama Polri Ciledug Ludes Terbakar
DPRD Sentil Pemkot Tangerang Soal Pengawasan Proyek Pembangunan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 19:34 WIB

Pemerintah Pusat Tunjuk Kota Tangerang Jadi Pilot Project Pengawasan MBG

Selasa, 21 April 2026 - 09:33 WIB

CitraRaya Siapkan Pengelolaan Sampah dengan Metode Controlled Landfill

Senin, 20 April 2026 - 20:25 WIB

Polda Banten Gelar Sispamkot Jelang May Day, Wabup Dimiyati: Ini Sangat Penting

Senin, 20 April 2026 - 19:35 WIB

Wali Kota Sachrudin Apresiasi Peran Guru: Kunci Masa Depan Bangsa

Minggu, 19 April 2026 - 18:18 WIB

Wondr Kemala Run 2026 Dorong Ekonomi Bali dan Aksi Sosial

Berita Terbaru

Ide Bisnis UMKM Modal Sedikit Tapi Bisa Untung Besar. (Foto: dok. Jejaknarasi.id)

Ekonomi & Bisnis

Ide Bisnis UMKM Modal Sedikit Tapi Bisa Untung Besar

Selasa, 21 Apr 2026 - 17:33 WIB

Konsep teknologi pengelolaan sampah CitraRaya dengan metode Controlled Landfill. (Foto: Istimewa)

Kab Tangerang

CitraRaya Siapkan Pengelolaan Sampah dengan Metode Controlled Landfill

Selasa, 21 Apr 2026 - 09:33 WIB