Hadir di PBB, Menpora Dito Perkenalkan Olahraga Pencak Silat Sebagai Warisan Indonesia Untuk Ketahanan dan Perdamaian Dunia.

Hadir di PBB, Menpora Dito Perkenalkan Olahraga Pencak Silat Sebagai Warisan Indonesia Untuk Ketahanan dan Perdamaian Dunia.

- Author

Minggu, 9 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menpora Dito Ariotedjo saat menhadiri ajang inisiatif olahraga global “Securing the Legacy: Debriefing from Paris 2024 for Future Major Sporting Events Marking” di PBB New York AS. (Foto : Kemenpora)

Menpora Dito Ariotedjo saat menhadiri ajang inisiatif olahraga global “Securing the Legacy: Debriefing from Paris 2024 for Future Major Sporting Events Marking” di PBB New York AS. (Foto : Kemenpora)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menghadiri ajang inisiatif olahraga global “Securing the Legacy: Debriefing from Paris 2024 for Future Major Sporting Events Marking” . Kegiatan tersebut berlangsung di Markas Besar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Rabu (5/3/2025) lalu.

Dalam kesempatan tersebut Dito memperkenalkan olahraga pencak silat di kancah dunia di hadapan para delegasi negara-negara dunia. Ia menjelaskan jika pencak silat merupakan salah satu warisan budaya terbesar Indonesia.

Olahraga ini, kata Dito bukan hanya sekadar olahraga seni bela diri, melainkan juga sebuah filosofi sebagai alat penangkal radikalisme. Serta sebagai perwujudan disiplin, rasa hormat, dan ketahanan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, Pencak Silat mengajarkan para praktisinya untuk tidak hanya membela, tetapi juga melindungi. Tidak hanya berperang, tetapi juga menjaga perdamaian,” jelas Dito dikutip laman resmi kempora Minggu (9/3/2025) .

Dito menambahkan, Indonesia memandang pencak silat sebagai simbol global untuk ketahanan. Itulah mengapa Indonesia mengupayakan supaya pencak silat makin dikenal, salah satunya dengan dimasukkannya cabang olahraga ini ke dalam Olimpiade.

Sejalan dengan semangat pencak silat itulah, Menpora Dito menyatakan Indonesia meyakini olahraga mencerminkan prinsip ketahanan keamanan. Olahraga dapat menjadi alat untuk membangun bangsa dan keterikatan sosial, sebuah alat untuk diplomasi halus dan resolusi konflik. 

“Olahraga bisa digunakan untuk merehabilitasi masyarakat dalam situasi pascakonflik. Yang tak kalah penting, olahraga juga dapat mencerminkan kesiapan dan ketahanan keamanan suatu bangsa,” terang Dito..

Orang nomor satu di Kemenpora ini juga mengungkapkan, pelajaran dari Olimpiade Paris 2024 mengingatkan, menyelenggarakan ajang olahraga besar membutuhkan infrastruktur keamanan yang tangguh dan kemampuan tanggap krisis untuk menjawab ancaman keamanan yang terus berkembang.

Baca Juga :  Tiga Pasangan Ganda Putra Indonesia Masuk Ranking 20 Besar BWF

“Kita harus tetap menjadi yang terdepan dengan kerangka kerja keamanan yang inovatif, kolaborasi intelijen lintas batas, dan kemitraan global yang diperkuat. Keberhasilan Prancis menyelenggarakan Olimpiade 2024 menunjukkan kapasitasnya dalam mendeteksi ancaman sejak dini dan secara efektif mengelola tantangan keamanan yang kompleks,” paparnya.

Dalam hal ini, Indonesia mendukung penuh Program Olahraga Global UNOCT. Menpora Dito menegaskan Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi dalam memanfaatkan olahraga tradisional dan modern seperti pencak silat untuk meningkatkan ketahanan dan pemberdayaan pemuda.

Indonesia juga berkomitmen memperkuat kemitraan publik-swasta untuk memastikan fasilitas-fasilitas dan ajang-ajang besar olahraga memenuhi standar keselamatan tertinggi. Pun begitu, Indonesia berkomitmen meningkatkan kerja sama internasional dalam keamanan olahraga, bekerja lebih dekat dengan para pemangku kepentingan internasional.

“Kami bangga telah ikut menyelenggarakan seminar tingkat tinggi dengan UNOCT di Bali pada Oktober silam, di mana lebih dari 200 pemangku kepentingan dari lembaga pemerintah, masyarakat sipil, dan federasi olahraga internasional berkumpul untuk mengembangkan rencana aksi konkret demi keamanan olahraga dan melawan ekstremisme kekerasan melalui olahraga,” tutur Menpora.

Sebagai seseorang yang tertarik dengan dunia olahraga, Menpora Dito mengaku telah melihat secara langsung bagaimana olahraga bisa menginspirasi kaum muda untuk bermimpi lebih besar dan bekerja lebih keras. Karena itu, merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan mimpi-mimpi tersebut tidak dibayang-bayangi oleh ancaman kekerasan. 

“Kita harus terus menumbuhkan olahraga sebagai mercusuar perdamaian dan ketahanan. Indonesia berkomitmen untuk mendorong kolaborasi yang bermakna di bidang ini. Kami percaya melalui upaya bersama, warisan olahraga akan tetap menjadi warisan perdamaian, persatuan, dan keamanan untuk semua,” pungkas Dito.**

Berita Terkait

Jelang FIFA Series 2026, Ole Romeny Puji Kekompakan Skuad Garuda
Pembalap Muda Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Naik Podium Ketiga Ajang Moto3 Brasil 2026
PSSI Tetapkan 24 Pemain untuk Ajang FIFA Series 2026
Nova Arianto Panggil 28 Pemain untuk Turnamen AFF dan Piala Asia U-19
Aklimatisasi Berakhir, Tim Bulutangkis All England Indonesia Fokus Turnamen
Ini Penyebab PSSI Kena Sanksi AFC Saat Uji Coba Timnas Indonesia U-17 Melawan Mali
PSSI Seleksi 42 Pemain untuk AFF dan Piala Asia 2025 U-17, Berikut Daftarnya
Jelang All England 2026, Pelatih Sambut Positif Program Aklimatisasi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:50 WIB

Jelang FIFA Series 2026, Ole Romeny Puji Kekompakan Skuad Garuda

Senin, 23 Maret 2026 - 09:01 WIB

Pembalap Muda Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Naik Podium Ketiga Ajang Moto3 Brasil 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 00:19 WIB

PSSI Tetapkan 24 Pemain untuk Ajang FIFA Series 2026

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:12 WIB

Nova Arianto Panggil 28 Pemain untuk Turnamen AFF dan Piala Asia U-19

Minggu, 1 Maret 2026 - 20:07 WIB

Aklimatisasi Berakhir, Tim Bulutangkis All England Indonesia Fokus Turnamen

Berita Terbaru

Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel. (Foto: Istimewa)

Opini

Sunyi dalam Pernikahan

Senin, 4 Mei 2026 - 09:53 WIB