GMNI Trisakti Ikut Andil Dalam Aksi Demo Perkara Tambang Kampus dan Kelangkaan Gas LPG 3 Kilogram

- Redaksi

Jumat, 7 Februari 2025 - 01:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua GMNI Trisakti Sampaikan Orasi di Depan Gedung ESDM (Foto : Jejaknarasi.id

Ketua GMNI Trisakti Sampaikan Orasi di Depan Gedung ESDM (Foto : Jejaknarasi.id

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Front Pengadilan Rakyat, turun ke jalan menyuarakan aksi di depan kantor Kementerian ESDM jalan Merdeka Selatan, Gambir Jakarta Pusat, Kamis (06/02/2025).

Aliansi mahasiswa yang terdiri dari beberapa organisasi di antaranya: GMNI Jakarta Selatan, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Front Mahasiswa Nasional (FMN), GMNI Jakarta Pusat, GMNI Jakarta Timur, GMNI Jakarta Barat dan GMNI Kota Tangerang Selatan menuntut pemerintah segera copot Bahlil dari kursi menteri ESDM yang membuat Kebijakan memperparah ekonomi rakyat dan mereka pun menolak IUP Kampus.

Dalam pernyataannya, mereka berpandangan situasi krisis ekonomi yang melanda Indonesia semakin memperparah penderitaan rakyat. Harga kebutuhan pokok melambung tinggi, pengangguran meningkat, dan ketimpangan sosial semakin melebar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah kondisi ini, mereka pun menilai pemerintah justru mengesampingkan kepentingan rakyat dengan melanjutkan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merugikan, seperti pemagaran laut di PIK 2, kebijakan energi yang tidak berpihak, dan eksploitasi tambang di lingkungan kampus. Keterlibatan TNI-POLRI dalam proyek PSN serta kebijakan impor LPG yang merugikan rakyat semakin memperburuk situasi.

Ketua GMNI Trisakti, Mafakhir Kaffa yang ikut berorasi menilai pemerintah seperti tidak peduli dengan penderitaan masyarakat saat ini.

“Apakah pemerintah peduli dengan penderitaan rakyat saat ini ?, sepertinya tidak. Apa buktinya ?, Buktinya penderitaan rakyat dikesampingkan dengan dilanjutkannya Proyek PSN PIK 2, dan yang sekarang sedang viral ada ibu-ibu meninggal akibat kelelahan berjam-jam antri demi 1 tabung gas 3 kilogram.” Ujar Kaffa dalam orasinya di depan Kantor Kementerian ESDM.

Baca Juga :  Berbekal Jaringan yang Kuat, Tokoh Muda Banten Ini Siap All Out Menangkan Andra Soni - Dimyati Di Pilkada Banten

Kaffa juga menambahkan, pemerintah harusnya melindungi hak-hak rakyat yang telah diatur dalam UUD 45, bukan justru mengorbankan rakyat demi kepentingan segelintir oknum.

Dalam rilisnya, ada 7 point tuntutan yang mereka sampaikan. Antara lain :

  1. CABUT STATUS PSN DI PIK 2 dan Adili pelaku pemagaran laut beserta kroninya yang merampas hak rakyat!

  2. COPOT BAHLIL LAHADALIA yang membuat Kebijakan sebagai Menteri ESDM telah memperparah ekonomi rakyat!

  3. TOLAK IUP DI LINGKUNGAN KAMPUS. Lindungi pendidikan dan lingkungan dari eksploitasi tambang yang merusak dan merugikan Rakyat

  4. TOLAK IMPOR LPG Percepat industrialisasi nasional untuk kemandirian energi dan penguatan ekonomi dalam negeri!

  5. BERIKAN AKSES SELUAS-LUASNYA UNTUK KEBUTUHAN DASAR Pemenuhan hak rakyat atas pangan, energi, dan layanan publik adalah kewajiban negara!

  6. HENTIKAN KETERLIBATAN TNI-POLRI DI PROYEK PSN TNI-POLRI harus fokus pada tugas konstitusionalnya, bukan terlibat dalam proyek yang merugikan rakyat!

  7. ADILI PRESIDEN JOKOWI! Pertanggungjawabkan kebijakan yang memperparah krisis ekonomi dan merugikan rakyat!. **

Berita Terkait

Dirut Jasa Marga: Pengendalian Lalu Lintas Berjalan Efektif, Masyarakat Diminta Atur Waktu Balik
Insiden Hama Tikus di Hotel Bintang Lima Picu Kritik Luas di Media Sosial
MAKI Kritik Keras KPK Soal Pengalihan Status Tahanan Gus Yaqut
Kasatgas PRR Tito Karnavian Dampingi Presiden Kunker dan Rayakan Idulfitri di Tamiang Aceh
Mantan Kepala Anti Teror AS: Hati Nurani Ini Tidak Mendukung Perang Dengan Iran
DPR Desak Hapus Pajak Ganda, Legislator : Sistem Pajak Harus Lebih Adil
Diskusi Bersama Pakar dan Jurnalis Senior, Presiden Prabowo Beberkan Alasan Gabung BoP
Kompolnas Apresiasi Peran Polda Metro Jaya Terkait Kasus Penyiraman Air Keras
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:29 WIB

Dirut Jasa Marga: Pengendalian Lalu Lintas Berjalan Efektif, Masyarakat Diminta Atur Waktu Balik

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:07 WIB

Insiden Hama Tikus di Hotel Bintang Lima Picu Kritik Luas di Media Sosial

Senin, 23 Maret 2026 - 00:26 WIB

MAKI Kritik Keras KPK Soal Pengalihan Status Tahanan Gus Yaqut

Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:48 WIB

Kasatgas PRR Tito Karnavian Dampingi Presiden Kunker dan Rayakan Idulfitri di Tamiang Aceh

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:40 WIB

Mantan Kepala Anti Teror AS: Hati Nurani Ini Tidak Mendukung Perang Dengan Iran

Berita Terbaru

Mantan Menteri Agama Yaqut Qholil Qoumas saat kemabli ke rutan KPK. (Foto:: Ist)

Hukum & Kriminal

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK

Selasa, 24 Mar 2026 - 23:42 WIB