Dari Pegawai Honorer Sampai Jadi Bupati Tangerang, Begini Sosok Maesyal Rasyid

- Penulis

Senin, 6 Januari 2025 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, TANGERANG – Mantan tenaga honorer yang kini sukses menjadi Bupati Tangerang terpilih pada Pilkada Tangerang 2024, Maesyal Rasyid.

Dalam pilkada 2024, Maesyal berdampingan dengan wakilnya, Intan Nurul Hikmah.

Pasangan Maesyal – Intan sukses menumbangkan 2 rivalnya dalam Pilkada Tangerang tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak terpilih sebagai calon Bupati Tangerang, jejak riwayat hidup Maesyal Rasyid mulai dikulik publik. Tak sedikit orang yang mencari tahu seluk beluk kehidupan dan keluarga Maesyal Rasyid.

Tak terkecuali rekam jejak pendidikan dan pekerjaan pun mulai dikuliti berbagai pihak yang penasaran dengan sosok Maesyal.

Sebelum bertarung di Pilkada Tangerang 2024, Pria kelahiran 17 Mei 1965 ini merupakan seorang birokrat tulen yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia pemerintahan melayani masyarakat.

Bahkan sebelum memutuskan pensiun dini pada bulan Juli 2024 lalu, ia menempati jabatan tertinggi yang menjadi tujuan utama seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), yakni Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Tangerang.

Maesyal menghabiskan masa kecil dan remaja di tanah kelahiranya, yakni di Kabupaten Tangerang yang kala itu masih masuk ke dalam Provinsi Jawa Barat.

Maesal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah

Sejak kecil Maesyal sudah menunjukan bakat alaminya dalam dunia olahraga di bidang sepak bola.

Penampilan ciamik yang ditunjukan dalam kompetisi profesional itu membuat klub sepakbola kebanggaan warga Tangerang, yakni Persita tertarik untuk memasukan Maesyal ke dalam skuad utama.

Sebab saat itu kematangan bermain bola Maesyal sudah ditunjukan saat dirinya tergolong sangat muda, yakni 17 tahun dan masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Memang di tahun 1979 saya sudah pernah bermain untuk tim Kabupaten Tangerang waktu usia masih 17 tahun, kemudian setelah menginjak usia 18 sampai 20 tahun saya sudah berhasil menembus ke jajaran skuad utama Persita atau tim seniornya Persita,” ujar Maesyal, Kamis (05/09/2024).

“Kala itu saya bermain di turnamen Persirakatan bukan kaya sekarang ada kompetisi Liga 1 Indonesia, dulu levelnya tingkat provinsi Jawa Barat,” sambungnya.

Menggeluti kompetisi sepak bola profesional itu dilakoni Maesyal selama hampir 7 tahun sambil menjalani karir di dunia pemerintahan menjadi honorer.

Hingga akhirnya pilihan berat dihadapkan Maesyal saat dirinya mendapat tawaran memilih sepak bola atau melanjutkan sekolah di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Bandung Tahun 1986.

Namun setelah berdiskusi dan meminta saran dari ke dua orangtuanya, melanjutkan dunia pendidikan akhirnya menjadi keputusan yang membawa hingga sampai di titik sekarang ini.

“Saat masih duduk di bangku SMA saya sudah masuk di Persita, terus ketika Persita naik kasta ke kompetisi divisi 2 saya sudah bekerja honorer di pemerintah daerah dan pada tahun 1986 saya ditugaskan untuk melanjutkan sekolah ke Bandung,” kata dia.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang Dirikan 11 Posko Layanan Kesehatan Bagi Pemudik, Berikut Lokasinya

“Waktu itu adalah pilihan yang sulit bagi saya karena sepak bola ini bisa dimulai tapi tidak bisa diakhiri, makanya dinasehati orang tua ‘apakah saya mau terus main bola saja?’, lalu akhirnya memilih menempuh pendidikan akan tetapi masih bisa bermain bola di sela-sela aktivitas,” imbuhnya.

Setelah memutuskan menempuh pendidikan di APDN Bandung, Maesyal akhirnya berhasil lulus di Tahun 1989.

Usai menyelesaikan studinya, Maesyal langsung mengemban tugas perdananya melayani masyarakat dengan menjadi seorang staff di Kantor Kecamatan Ciputat.

Selanjutnya ia melanjutkan penempatan tugas ke Dinas Pendapatan Daerah sebagai Kasubsi Perhitungan hingga akhirnya di tahun 1996 ia berhasil naik jabatan menjadi Sekretaris Kecamatan Pakuhaji.

Dan di Tahun 1999 Maesyal pulang ke lokasi penempatan awalnya, yakni Kecamatan Ciputat menjadi Sekretaris Kecamatan.

“Tahun 1989 penugasannya saya dikembalikan kepada Kabupaten Tangerang dari provinsi Jawa Barat terus Saya ditugaskan di menjadi staf Kecamatan Ciputat yang sekarang ini sudah menjadi wilayah Kota Tangerang Selatan,” tuturnya.

“Lima tahun kemudian saya pernah menjabat Kepala Desa Sawah Baru, berikutnya pindah lokasi ke dinas di Kabupaten Tangerang, berikutnya Saya pindah menjadi Sekretaris Camat Pakuhaji, terus saya balik lagi ke Ciputat,” paparnya.

Setelah 11 tahun malang melintang melayani masyarakat, pria berusia 59 tahun tersebut akhirnya dipercaya mengemban tugas lebih berat yakni menjadi Camat di wilayah Balaraja selama satu tahun.

Maesyal Rasyid saat Berpidato di acara kampanye akbar

Selanjutnya dia dipindahkan menjadi Kasubit PBB di Dinas Pendapatan Daerah atau Badan Pendapatan Daerah.

Kemudian Maesyal dipercaya kembali memimpin wilayah dengan ditempatkan sebagai Camat Tigaraksa hingga 2003, lalu menjadi Camat Kosambi hingga 2006 dan Camat Curug hingga 2008.

“Saya menjadi Camat Balaraja selama 1 tahun setelah itu saya dipercaya menjadi Camat Tigaraksa, berikutnya Camat Kosambi, yang terakhir saya menjadi Camat Curug,” ucapnya.

Perjuangannya melanglang buana puluhan tahun lamanya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tangerang akhirnya membuahkan hasil positif.

Maesyal akhirnya mampu menembus jajaran kedinasan pemerintah dengan menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, setelah sebelumnya satu tahun menempati posisi Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah pada Tahun 2009.

Lalu di Tahun 2011 Maesyal dipercaya menjabat sebagai Kepala Perijinan BP2T atau yang sekarang bernama DPMPTSP hingga Tahun 2014.

Karir Maesyal semakin melesat usai dirinya ditunjuk menjadi Asisten Daerah (Asda) sampai tahun 2015, lalu kembali menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah. (Red)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel jejaknarasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolaborasi TNI-Polri dan Manajemen Citra Raya Hadirkan Pos Terpadu Mudik Lebaran di Tiga Titik
JMSI Kabupaten Tangerang Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan 1447 H
IKPP Tangerang Wakaf Ribuan Alquran di Bulan Ramadan 1447 H
Alfamart dan Baby Happy Perluas Program Sahabat Posyandu, Jangkau 6.000 Lebih Ibu dan Anak
Peduli Lingkungan, Banksasuci Larutkan 20 Ton Eco Enzyme di Sungai Cisadane
Ciputra Hospital CitraRaya dan Keluarga Pasien Sepakat Selesaikan Kesalahpahaman Lewat Musyawarah, Tegaskan Video Viral Tidak Benar
RS Ciputra CitraRaya Tangerang Klarifikasi Video Viral Penolakan Pasien BPJS Kesehatan
Bupati Tangerang Ikut Berbagi Kebahagiaan Dengan Anak Yatim di Rangkaian HUT JMSI Ke 6
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:38 WIB

Kolaborasi TNI-Polri dan Manajemen Citra Raya Hadirkan Pos Terpadu Mudik Lebaran di Tiga Titik

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:42 WIB

JMSI Kabupaten Tangerang Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan 1447 H

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:35 WIB

IKPP Tangerang Wakaf Ribuan Alquran di Bulan Ramadan 1447 H

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:04 WIB

Alfamart dan Baby Happy Perluas Program Sahabat Posyandu, Jangkau 6.000 Lebih Ibu dan Anak

Senin, 16 Februari 2026 - 12:23 WIB

Peduli Lingkungan, Banksasuci Larutkan 20 Ton Eco Enzyme di Sungai Cisadane

Berita Terbaru

Mantan Menteri Agama Yaqut Qholil Qoumas saat kemabli ke rutan KPK. (Foto:: Ist)

Hukum & Kriminal

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK

Selasa, 24 Mar 2026 - 23:42 WIB