Food Estate Dikritik Dunia Internasional, Adik Prabowo "Kita Jalan Terus"

Food Estate Dikritik Dunia Internasional, Adik Prabowo “Kita Jalan Terus”

- Author

Rabu, 11 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.online|JAKARTA. Adik Presiden Prabowo, Hasyim Djojohadikusumo mengaku bahwa program ketahanan pangan Food Estate mendapatkan padangan negatif dari dunia internasional. Walau demikian, menurut Hasyim, program tersebut tetap akan terus berjalan untuk menopang ketahanan pangan nasional.

Menurut Hasyim yang diangkat sebagai utusan khusus presiden menyebut, kritik terkait program food estate dari dunia internasional muncul saat ia menghadiri konferensi iklim COP29, di Baku, Azerbaijan beberapa waktu yang lalu.

“Saya harus mengakui, di Baku memang ada beberapa kritikan dari berbagai pihak yang ditujukan terutama kepada program pangan kita, program food estate, khususnya yang ada di Merauke, di Papua Selatan,” ujar Hasyim, di Jakarta,Selasa (10/12/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasyim menegaskan program food estate akan terus berlanjut, meski banyak mendapat kritik. Menurutnya program ini bukanlah kebijakan baru, melainkan visi lama Presiden Prabowo selama dua dekade terakhir.

Baca Juga :  Koalisi Cek Fakta Pilkada 2024 Temukan 98 Laporan Informasi yang Diduga Hoax

“Program pangan nasional kita tidak bisa ditawar lagi. Sudah diputuskan bahwa itu adalah salah satu program Pak Prabowo sejak 20 tahun lalu,” ucapnya.

Hasyim menilai, dampak geopolitik seperti perang di Ukraina, Gaza, dan potensi konflik di Lebanon sebagai pengingat akan pentingnya kemandirian pangan. Saat ini, Indonesia masih bergantung pada impor berbagai kebutuhan pokok seperti gandum, beras, dan gula.

“Kita sangat rentan. Kita mengimpor beberapa juta ton beras saat kita harus melakukannya. Kita mengimpor gula. Kita mengimpor banyak sekali bahan pangan pertanian. Dalam banyak hal, kita sangat rapuh, sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik,” tegas Hasyim.

Di sisi lain, pemerintah memahami kekhawatiran, khususnya terkait dampak lingkungan dari program food estate.

Oleh karena itu, pemerintah akan mengimbanginya dengan program reforestasi besar-besaran seluas 12 juta hektare yang akan dikelola Kementerian Kehutanan. (/AJ)

Berita Terkait

Politikus PDIP Sebut Negara Ikut Picu Konflik Agraria Lewat Kesalahan Penetapan Izin
Kasus Dugaan Gratifikasi Tambang Mengarah Ke Ketua Harian PSI, Pengamat: Ini Ujian
Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi
Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi
Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029
Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet
Jokowi Turun Gunung untuk PSI, Begini Komentar Pengamat Politik Arifki Chaniago
Indonesia Gabung Board of Peace, Begini Tanggapan Pengamat Ujang Komarudin
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WIB

Politikus PDIP Sebut Negara Ikut Picu Konflik Agraria Lewat Kesalahan Penetapan Izin

Jumat, 11 September 2026 - 12:22 WIB

Kasus Dugaan Gratifikasi Tambang Mengarah Ke Ketua Harian PSI, Pengamat: Ini Ujian

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:01 WIB

Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:19 WIB

Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:38 WIB

Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029

Berita Terbaru