Analis Politik Ini Sebut Pengaruh Jokowi Sudah Tidak Ampuh Lagi Buat Paslon yang Ia Dukung

- Redaksi

Selasa, 19 November 2024 - 00:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA. Banyak yang mengira kehadiran Jokowi dalam beberapa moment kampanye pasangan calon (Paslon) pada Pilkada serentak 2024 ini berpengaruh untuk meningkatkan elektabilitas paslon tersebut.

Analis politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai mantan Presiden Jokowi berpeluang gagal mendongkrak elektabilas Paslon yang ia dukung, salah satunya yaitu pasangan Lutfi – Taj Yasin.

“Pertama, Jokowi saat ini sudah jadi rakyat biasa. Hal itu menurunkan pengaruh Jokowi untuk mempengaruhi warga Jawa Tengah memilih paslon yang didukungnya,” kata Jamiluddin Ritonga, Senin (18/11/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jamiluddin mengatakan, kalaupun ada yang tetap terpengaruh, itu hanya sebagian kecil. Rakyat di Jawa Tengah ini pendukung fanatik Jokowi, sehingga akan mengikuti ke mana Jokowi berlabuh.

“Namun warga Jawa tengah tampaknya tak banyak yang masuk kelompok itu. Oleh karena itu, dukungan kelompok fanatik Jokowi tersebut tidak akan memberi bantuan signifikan untuk mendongkrak kemenangan Luthfi – Taj Yasin,” ucapnya.

Baca Juga :  Begini Nasib Lisa Usai Viral Sebut Jokowi Bukan Alumni UGM

Lalu kedua, Ayah dari Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka ini sudah tidak mempunyai akses yang cukup kuat lagi di birokrasi. Karena itu, pengaruhnya kepada ASN dan kepala desa sudah lemah.

“Karena itu, kehadiran Jokowi dalam kampanye Luthfi – Taj Yasin tak akan banyak mempengaruhi ASN dan kepala desa untuk memilih paslon yang didukungnya,” tegas Jamiluddin.

Jamiluddin berpendapat, jika ada dukungan dari kalangan ASN yang mendukung pilihan Jokowi, itu hanya sebatas di wilayah kediamannya saja.

“Di luar Solo, sepertinya Jokowi sudah dianggap angin lalu. Bahkan bisa jadi ASN dan kepala desa di luar Solo cenderung ke Handika-Hendi,” pungkas Jamiluddin. (/AJ)

Berita Terkait

Dirut Jasa Marga: Pengendalian Lalu Lintas Berjalan Efektif, Masyarakat Diminta Atur Waktu Balik
Insiden Hama Tikus di Hotel Bintang Lima Picu Kritik Luas di Media Sosial
MAKI Kritik Keras KPK Soal Pengalihan Status Tahanan Gus Yaqut
Kasatgas PRR Tito Karnavian Dampingi Presiden Kunker dan Rayakan Idulfitri di Tamiang Aceh
Mantan Kepala Anti Teror AS: Hati Nurani Ini Tidak Mendukung Perang Dengan Iran
DPR Desak Hapus Pajak Ganda, Legislator : Sistem Pajak Harus Lebih Adil
Diskusi Bersama Pakar dan Jurnalis Senior, Presiden Prabowo Beberkan Alasan Gabung BoP
Kompolnas Apresiasi Peran Polda Metro Jaya Terkait Kasus Penyiraman Air Keras
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:29 WIB

Dirut Jasa Marga: Pengendalian Lalu Lintas Berjalan Efektif, Masyarakat Diminta Atur Waktu Balik

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:07 WIB

Insiden Hama Tikus di Hotel Bintang Lima Picu Kritik Luas di Media Sosial

Senin, 23 Maret 2026 - 00:26 WIB

MAKI Kritik Keras KPK Soal Pengalihan Status Tahanan Gus Yaqut

Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:48 WIB

Kasatgas PRR Tito Karnavian Dampingi Presiden Kunker dan Rayakan Idulfitri di Tamiang Aceh

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:40 WIB

Mantan Kepala Anti Teror AS: Hati Nurani Ini Tidak Mendukung Perang Dengan Iran

Berita Terbaru

Mantan Menteri Agama Yaqut Qholil Qoumas saat kemabli ke rutan KPK. (Foto:: Ist)

Hukum & Kriminal

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK

Selasa, 24 Mar 2026 - 23:42 WIB