Kran Ekspor Di Buka, Negara Rugi 925,2M Akibat Pencurian Pasir Laut

Kran Ekspor Di Buka, Negara Rugi 925,2M Akibat Pencurian Pasir Laut

- Author

Senin, 4 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA. Setelah di bukanya kran ekspor pasir laut, dampaknya saat ini malah banyak menimbulkan persoalan.

Center Of Economic and Law Studies memaparkan hasil kajiannya terkait kerugian negara akibat pencurian pasir laut yang terjadi di wilayah perairan Batam, Kepulauan Riau.

Direktur Eksekutif Celios, Bima Yudhistira mengatakan, Indonesia mengalami kerugian pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 925,2 miliar akibat pencurian tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tapi justru ini sebenarnya banyak merugikan secara ekonomi. Jadi sampai Rp 925,2 miliar output ekonomi yang hilang karena pencurian pasir dari Singapura,” ucap Bhima dalam konferensi pers kebijakan ekstraksi dan ekspor pasir laut Indonesia di Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), Jakarta , Sabtu (2/11/2024).

Lebih lanjut, Bhima mengatakan, pembukaan keran ekspor pasir laut yang dilakukan pemerintah justru menguntungkan Singapura.

Baca Juga :  KPK Persilahkan Masyarakat yang Ingin Melapor Soal Dugaan Korupsi Jokowi

Menurut Bhima, meskipun kebijakan itu diatur secara legal, proses ilegal dalam hal penambangan pasir laut juga memberikan keuntungan bagi negara tersebut.

“Jadi ketika ada klausul ekspor pasir ini sudah langsung jelas, salah satu negara yang akan diuntungkan adalah Singapura,” tegas Bhima.

Ia mengatakan, adanya kasus pencurian pasir laut seharusnya pemerintah bisa mempertimbangkan regulasi penambangan pasir laut.

Menurut Bhima, penetapan regulasi secara legal untuk kebijakan itu juga memiliki kerugian yang sama bagi negara.

 

“Terutama di perbatasan Singapura, dan ini terlihat jelas ekspor pasir laut sangat-sangat merugikan. Jadi klaim-klaim yang ilegal ini juga merugikan. Jadi dua-duanya ini sebenarnya harus diselesaikan,” ucapnya. (/JS)

 

Berita Terkait

Bittime Perluas Akses Futures Melalui Program Position Boost
Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?
IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India
Duluin dan BTN Berkolaborasi Hadirkan Solusi Kesejahteraan Pekerja Indonesia
Harddies Cargo Fokus Kembangkan Layanan Pengiriman Cargo Jakarta–Batam
Dorong Keuangan Berkelanjutan, Bank Raya Raih Indonesia Sustainable Business & ESG Excellence Award 2026
Prediksi USDJPY Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Kenaikan ke 158.427
Mensos Gus Ipul Apresiasi Peran Indomaret Bantu Pemenuhan Kebutuhan Dasar Warga
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:18 WIB

Bittime Perluas Akses Futures Melalui Program Position Boost

Jumat, 18 September 2026 - 18:15 WIB

Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

Jumat, 18 September 2026 - 18:11 WIB

IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India

Jumat, 18 September 2026 - 15:34 WIB

Duluin dan BTN Berkolaborasi Hadirkan Solusi Kesejahteraan Pekerja Indonesia

Jumat, 18 September 2026 - 12:32 WIB

Dorong Keuangan Berkelanjutan, Bank Raya Raih Indonesia Sustainable Business & ESG Excellence Award 2026

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Bittime Perluas Akses Futures Melalui Program Position Boost

Jumat, 18 Sep 2026 - 18:18 WIB

Ekonomi & Bisnis

Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

Jumat, 18 Sep 2026 - 18:15 WIB