Rapat Bersama Bulog, Mentan Bahas Soal Harga Gabah

Rapat Bersama Bulog, Mentan Bahas Soal Harga Gabah

- Author

Minggu, 9 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat rapat bersama jajaran Bulog. (Foto : Humas kementan)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat rapat bersama jajaran Bulog. (Foto : Humas kementan)

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Bulog menjalankan perintah Presiden Prabowo untuk melakukan pembelian gabah sesuai HPP Rp6.500 per kilogram. Hal itu guna memenuhi serapan gabah 3 juta ton pada panen raya 3 bulan ke depan. 

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan tiga bulan ini merupakan berkah bagi petani karena semua gabah hasil panen raya melimpah ruah. Karena itu, Bulog harus berkomitmen untuk melakukan pembelian sesuai HPP yaitu sebesar Rp6.500.

“Kita sudah sepakat sesuai perintah Bapak Presiden seluruh penggilingan siapa saja yang membeli gabah di tingkat petani mutlak dan wajib Rp6.500 perkilogram. Keputusan ini berlaku untuk semua orang agar serapan 3 bulan ini bisa mencapai 3 juta ton setara beras. Ini perintah Bapak Presiden,” ujar Amran saat memimpin rapat maraton swasembada bersama jajaran direksi Bulog, Minggu, (9/2/2025). 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, sesuai angka BPS, produksi Januari sampai April mendatang diperkirakan mencapai 4 juta ton atau sudah sesuai dengan target yang diberikan pemerintah. Untuk itu, dia berharap, semua pihak baik dari pemerintah maupun swasta harus bergerak bersama mewujudkan cita-cita swasembada.

“Sesuai BPS kita surplus dibanding tahun lalu. Januari-Maret 3 juta ton atau 50 persen. Dan kalau sampai April estimasinya 4 juta ton lebih,” kata Amran. 

Meski demikian, Amran menegaskan bahwa kesepakatan ini harus mendapat pengawalan ketat dari semua pihak agar petani tetap merasakan keuntungan dari semua hasil produksinya. 

“Salah satunya kita harus mengawal PPL, Babinsa, dan Pinwil (pimpinan wilayah) agar bergerak bersama. Kalau kita bergerak bersama kita bisa capai swasembada,” ujarnya. 

Sementara itu, Direktur Utama Bulog, Mayor Jenderal TNI, Novi Helmy Prasetya mengatakan, pihaknya optimis mampu melakukan serapan gabah 3 juta ton setara beras dalam 3 bulan ke depan.

Baca Juga :  Pastikan Pangan Aman Selama Ramadan, Komisi IX DPR Bersama BPOM Sidak Pasar Depok

“Karena itu saya minta kerjasamanya di lapangan. Tidak ada kata lain apa yang menjadi sasaran kita dalam mewujudkan swasembada harus segera dilaksanakan dan Insyaallah 3 bulan ke depan target 3 juta ton optimis bisa kita capai,” katanya.

Sejauh ini, Novi menegaskan bahwa capaian serapan gabah sudah mencapai 45 ribu ton dari hasil serapan gabah panen raya. Angka tersebut terus bertambah seiring penyerapan di semua daerah.

“Sampai saat ini sudah 45 ribu ton yang sudah kita serap. Insyaallah 2-3 bulan ke depan kita capai 3 juta,” katanya.

Ditempat yang sama, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono yang juga merupakan dewan pengawas Bulog mengatakan bahwa serapan gabah dalam negeri mutlak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan stok nasional.

“Swasembada itu adalah prioritas dari Presiden yang harus mampu kita penuhi. Artinya stok nasional harus cukup dan petaninya juga wajib sejahtera. Oleh karena itu Presiden sudah memutuskan HPP nya Rp6.500 dan Bulog ditargetkan 3 juta. Tujuannya adalah harga pembelian gabah di tingkat petani bisa kita jaga sehingga NTP (nilai tukar petani) meningkat. Jadi negara hadir langsung bersentuhan dengan petani,” katanya.

Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar ini menegaskan bahwa pelaksanaan dan implementasi Bulog dalam melakukan penyerapan harus sesuai dengan keputusan bersama yaitu melakukan pembelian seharga HPP nasional.

“Saya kira ini komitmen yang meyakinkan dari Presiden. Program jelas visi juga jelas tinggal pelaksanaan yang harus kita jaga. Semua sudah diberikan tinggal pelaksanaan yang kita tunggu,” tandanya.

Berita Terkait

Gelar Rapat dengan Menteri PKP, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit Rumah Subsidi
SK Pengangkatan Belum Juga Diterima, Manager KDMP Merasa di PHP Pemerintah
BPK Audit LK BPI Danantara 2025, Identifikasi Resiko Kecurangan Laporan
Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional
276 Young Leaders PFmuda 2026 Ditantang Ubah Masalah Menjadi Solusi Berdampak melalui Case Challenge
KPK Dalami Dugaan Aliran Suap ATR/BPN Ratusan Miliar ke Kegiatan Muktamar Agustus Lalu
KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Ratusan Miliar di ATR/BPN
KPK Buka Peluang Bidik Proyek Pagar Laut Pasca Bongkar Skandal Dugaan Suap di ATR/BPN
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 10:57 WIB

Gelar Rapat dengan Menteri PKP, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit Rumah Subsidi

Senin, 21 September 2026 - 07:39 WIB

SK Pengangkatan Belum Juga Diterima, Manager KDMP Merasa di PHP Pemerintah

Sabtu, 19 September 2026 - 07:29 WIB

BPK Audit LK BPI Danantara 2025, Identifikasi Resiko Kecurangan Laporan

Jumat, 18 September 2026 - 16:16 WIB

Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 11:15 WIB

276 Young Leaders PFmuda 2026 Ditantang Ubah Masalah Menjadi Solusi Berdampak melalui Case Challenge

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus US$87.000, Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju?

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:17 WIB