Respon Direktur Eksekutif Gerilya Institute Soal Polemik Pagar Laut Sepanjang 30,16 Km

Respon Direktur Eksekutif Gerilya Institute Soal Polemik Pagar Laut Sepanjang 30,16 Km

- Author

Sabtu, 25 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Gerilya Institute, Subkhan AS. 
(foto : Istimewa)

Direktur Eksekutif Gerilya Institute, Subkhan AS. (foto : Istimewa)

JEJAKNARASI.ID. TANGERANG – Polemik pemagaran laut sepanjang 30,16 kilometer di perairan Tangerang, Banten, terus menjadi sorotan publik. Salah satunya  Direktur Eksekutif Gerilya Institute, Subkhan AS.

Menurutnya, polemik pemagaran laut disebabkan oleh lemahnya peran pemerintah dalam memberikan kepastian investasi. Hal ini, bukan hanya terjadi di Banten, namun kerap terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Ketersediaan lahan masih menjadi soal utama. Permasalahan yang paling sering dihadapi investor adalah kebijakan yang berubah-ubah dari masalah perizinan, terutama kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR), izin mendirikan bangunan (IMB), dan izin lingkungan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk polemik pemagaran laut di Tangerang, Banten, pemicu utama adalah lemahnya pemerintah,” kata Subkhan dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Sabtu (25/1/2025). 

Masih kata Subkhan, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat harusnya \berkoordinasi sejak dari awal. Dengan membuat kajian analisis secara komprehensif terkait dampak lingkungan mengedepankan rasa keadilan. 

Baca Juga :  Komite I DPD RI Minta Penjelasan Menteri ATR Soal Kasus Pagar Laut

“Sehingga, segala perizinan kegiatan investasi yang membentuk korporasi nantinya dapat tumbuh kembang bersama masyarakat,” ujarnya.

Dia menilai, peristiwa ini membuka celah adanya dugaan main mata antara korporasi dengan oknum pemerintah berwenang. Hal-hal inilah yang kemudian memunculkan benturan di lapangan.

Jika kondisi ini terus terjadi, Subkhan khawatir, Indonesia akan dianggap sebagai salah satu negara yang tidak dapat memberikan kepastian investasi, terlebih di 2025 ini pemerintah menargetkan investasi sebesar Rp 1.905 triliun.

“Investasi dalam pembangunan ekonomi nasional berkelanjutan sangat diperlukan. Harusnya investasi menjadi jalan keluar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. **

 

Editor : Sirhan Sahri

 

Berita Terkait

Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 dan Cara Mudah Perpanjang STNK Tanpa Antre
Perkuat Tata Kelola Tambang, Pemerintah Tekan Kebocoran dan Optimalkan Nilai Tambah Mineral Nasional
Percepat Program MBG di Daerah 3T, BSKDN Kemendagri Gelar Forum Diskusi Aktual Lintas Sektor
KPU Sebut Gugatan Pendidikan Gibran Lewat Batas
Mandiri Taspen dan Basarnas Kolaborasi Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan
Pemerintah Putus Kontrak Mitra Makan Siang Gratis Usai 87 Siswa Terkena Diare Massal
Kementerian UMKM Fasilitasi 25 Usaha Mikro Terdampak Bencana Aceh Tembus Pasar Modern
PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III Salurkan BPJSK bagi 550 Pekerja Rentan Kalbar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:25 WIB

Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 dan Cara Mudah Perpanjang STNK Tanpa Antre

Jumat, 25 September 2026 - 11:15 WIB

Perkuat Tata Kelola Tambang, Pemerintah Tekan Kebocoran dan Optimalkan Nilai Tambah Mineral Nasional

Kamis, 24 September 2026 - 11:55 WIB

Percepat Program MBG di Daerah 3T, BSKDN Kemendagri Gelar Forum Diskusi Aktual Lintas Sektor

Kamis, 24 September 2026 - 08:22 WIB

KPU Sebut Gugatan Pendidikan Gibran Lewat Batas

Kamis, 24 September 2026 - 07:08 WIB

Mandiri Taspen dan Basarnas Kolaborasi Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan

Berita Terbaru