JEJAKNARASI.ID, YORDANIA – Yarmouk University menggelar sebuah event internasional bernama ‘Ma’rodh 2026’. Acara tersebut dilaksanakan di area kampus dan berlangsung selama 2 hari, mulai dari tanggal 12 hingga 13 April 2026. Acara dibuka pada pukul 11:00 Waktu Yordania dan berakhir pada pukul 16:00 di tiap harinya.
Kegiatan ini merupakan ajang pameran bagi mahasiswa asing untuk menampilkan keunikan budaya-budaya khas negara mereka di kancah internasional.
Adapun negara-negara yang berpartisipasi dalam acara ini diantaranya: Suriah, Thailand, Indonesia, Malaysia, Nigeria, Senegal, Tunisia, Arab Saudi, Mesir, Maroko, Oman, Bahrain, Irak, Yaman, dan Palestina.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bersamaan dengan negara lain, Indonesia dengan keanekaragaman budayanya menampilkan berbagai benda seni yang khas. Mulai dari wayang golek, angklung, dan congklak. Selain itu, tersedia juga pakaian tradisional Nusantara seperti batik dan blangkon.
Dari awal dibukanya acara Ma’rodh 2026, stand Indonesia sudah ramai dengan antusiasme para pengunjung. Wajah mereka terlihat senang sambil mengenakan pakaian adat yang tersedia dan sangat bergembira ketika memainkan wayang golek dan angklung.
Untuk menambah cita rasa, sebelum pengunjung meninggalkan stand Indonesia, mereka dipersilahkan mencicipi kuliner khas Indonesia. Seperti dadar gulung, gemblong, pentol, soda gembira, risol, dan es cendol yang tersedia di dekat jalur keluar stand.
Ketua stand pameran Indonesia, Tsaqifuzzain Amhar Surya Putera, menyampaikan bahwa partisipasi dan minat pengunjung terlihat ramai di stand Indonesia dan mendapat tanggapan positif dari para pengunjung.
“Antusiasme pengunjung juga sangat tinggi, baik dari mahasiswa Indonesia maupun mahasiswa internasional serta civitas akademika Yarmouk University lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapat respon positif,” ujarnya.
Tak sampai disitu, agar atmosfer dalam pameran terasa lebih hidup, ada juga penampilan-penampilan spektakuler dari mahasiswa Indonesia. Mulai dari Tari Zapin, Pencak Silat, Tari Randai, Tari Saman, dan live music yang melantunkan berbagai lagu dengan bahasa daerah-daerah Indonesia.
Begitu sesi penampilan dimulai, seketika pameran Indonesia menjadi sorotan publik dan semakin padat. Para pengunjung berdatangan dan menyaksikannya dengan wajah penuh antusias.
Selama acara Ma’rodh 2026 berlangsung, pelajar Indonesia tidak sekadar memamerkan budayanya secara visual, tetapi juga menghadirkan diplomasi budaya yang menampilkan wajah Indonesia yang ramah melalui interaksi langsung mereka sebagai duta bangsa.
Tsaqifuzzain menambahkan, harapannya momentum ini menciptakan ruang pertukaran budaya, kekayaan budaya Indonesia bisa tersebar dan diperkenalkan di mata dunia serta memperkokoh koneksi antar mahasiswa dengan latar belakang yang beragam.
“Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini, bisa menjadi wadah interaksi lintas budaya. Memperkenalkan budaya Indonesia secara lebih luas serta mempererat hubungan antar mahasiswa dari berbagai latar belakang,” pungkasnya.





















