Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Kecam Tingkah Rezim Prabowo-Gibran di Tengah Konflik AS - Iran

Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Kecam Tingkah Rezim Prabowo-Gibran di Tengah Konflik AS – Iran

- Author

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Gelombang kemarahan rakyat terhadap kebijakan luar negeri dan domestik rezim Prabowo-Gibran memuncak. Menanggapi eskalasi agresi imperialisme global, sejumlah organisasi yang tergabung dalam Front Mahasiswa Nasional (FMN), GMNI DKI Jakarta, HMI Jakarta Pusat-Utara, PMKRI Jakarta Pusat, Pemuda Baru Kapuk, dan Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) menyatakan sikap tegas melawan dominasi Amerika Serikat (AS) di Indonesia dan dunia.

​Pernyataan ini muncul sebagai respon atas agresi militer AS dan entitas Zionis terhadap kedaulatan Republik Islam Iran, pembunuhan Ayatollah Khamenei, serta penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam tiga bulan terakhir. Aliansi menilai rezim Prabowo-Gibran telah mengkhianati amanat konstitusi dan kedaulatan bangsa dengan menjadi “pelayan” kepentingan gedung putih.

​Tunduk Pada Tekanan Trump dan Normalisasi Penindasan

​Aliansi menyoroti penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) sebagai bentuk penundukan ekonomi Indonesia di bawah kaki Donald Trump. Perjanjian ini dinilai sebagai konsesi dagang yang memaksa Indonesia menjadi pasar pembuangan komoditas AS dan membuka akses seluas-luasnya bagi penjarahan sumber daya alam nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Di tengah jargon ‘kedaulatan’, rezim ini justru menyerahkan leher bangsa pada skema Doktrin Monroe dan Perisai Abraham melalui keterlibatan dalam Board of Peace (BoP) dan International Stabilization Force (ISF). Ini bukan perdamaian, melainkan keterlibatan aktif dalam normalisasi penindasan rakyat Palestina oleh entitas Zionis,” tegas perwakilan aliansi dalam pernyataan tertulisnya.

​Krisis Domestik dan Penindasan Rakyat

​Kebijakan luar negeri yang tunduk pada imperialis ini berbanding lurus dengan situasi domestik yang represif. Aliansi mencatat terjadinya:

  • ​Kriminalisasi aktivis dan pembungkaman hak demokratis rakyat.
  • ​Perampasan tanah masif akibat monopoli tanah demi proyek-proyek PSN.
  • ​Pemangkasan anggaran sosial demi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap tidak menyentuh akar persoalan kemiskinan.
  • ​Upah murah yang terus menjerat buruh dan guru di seluruh penjuru negeri.
Baca Juga :  Rumah di Utan Panjang Nyaris Roboh, Kini Kembali Baru Berkat Program Bedah Rumah Baznas Bazis Jakpus

​8 Tuntutan Utama Aliansi Rakyat dan Mahasiswa

​Dalam aksi dan pernyataan sikapnya, aliansi menyatakan delapan poin tuntutan, di antaranya:

  1. ​Hentikan agresi dan penjarahan pimpinan imperialis AS dan Zionis terhadap Iran, Venezuela, Palestina, dan negeri-negeri terjajah lainnya.
  2. ​Menolak keterlibatan Indonesia dalam BoP dan ISF yang merupakan skema penindasan kedaulatan Palestina.
  3. ​Membatalkan Agreement of Reciprocal Trade (ART) yang merugikan rakyat.
  4. ​Putus hubungan dengan Zionis Israel, termasuk mengusir PT Ormat dari wilayah Indonesia (Maluku Utara, Sumatera, Sulawesi, dan Jawa).
  5. ​Usir Freeport dari tanah Papua sebagai simbol kedaulatan sumber daya.
  6. ​Wujudkan Reforma Agraria Sejati dan pembangunan industri nasional.
  7. ​Bangun persatuan rakyat anti-imperialis, anti-feodal, dan anti-fasis.
  8. ​Satukan solidaritas internasional rakyat tertindas di seluruh dunia.

​Aliansi menyerukan kepada seluruh elemen rakyat untuk merapatkan barisan, melawan segala bentuk penjajahan gaya baru, dan menjaga api revolusi demokratis 1945 agar tidak padam oleh kepentingan modal asing.

​Imperialisme Hancurkan!

Panjang Umur Solidaritas Internasional!

**

Berita Terkait

Tunjukkan Kinerja Beyond Compliance, PT IKPP Tangerang Raih PROPER Hijau 2025
Tokoh Toleransi Christoforus Rea Wafat, Jakpus Kehilangan Jembatan Lintas Iman
Begini Analisa Ray Rangkuti Soal Pengungkapan Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Waka DPR Sari Yuliati: Hari Kemenangan untuk Bangun Indonesia Lebih Baik
Amankan Malam Takbiran 2026, Polda Metro Jaya Siagakan 1.810 Personel
Pastikan Pengemudi Angkutan Lebaran Sehat, Menaker Yassierli Tinjau Posko Peduli K3
Keseruan Mudik Gratis Alfamidi: 1.250 Pemudik Pulang Kampung Naik Bus, Mobil, dan Pesawat
Wali Kota Arifin Dampingi Gubernur DKI Jakarta Serahkan Empat Kunci Hunian Program Bedah Rumah
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 13:42 WIB

Tunjukkan Kinerja Beyond Compliance, PT IKPP Tangerang Raih PROPER Hijau 2025

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:06 WIB

Tokoh Toleransi Christoforus Rea Wafat, Jakpus Kehilangan Jembatan Lintas Iman

Jumat, 20 Maret 2026 - 20:33 WIB

Begini Analisa Ray Rangkuti Soal Pengungkapan Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:40 WIB

Waka DPR Sari Yuliati: Hari Kemenangan untuk Bangun Indonesia Lebih Baik

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:26 WIB

Amankan Malam Takbiran 2026, Polda Metro Jaya Siagakan 1.810 Personel

Berita Terbaru

Tim Kuasa Hukum bersama adik terdakwa Agnes Brenda Lee usai persidangan. (Dok. Istimewa)

Hukum & Kriminal

JPU Tuntut Agnes Brenda Lee 9 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Minta Keadilan

Rabu, 22 Apr 2026 - 22:21 WIB

Ide Bisnis UMKM Modal Sedikit Tapi Bisa Untung Besar. (Foto: dok. Jejaknarasi.id)

Ekonomi & Bisnis

Ide Bisnis UMKM Modal Sedikit Tapi Bisa Untung Besar

Selasa, 21 Apr 2026 - 17:33 WIB