Tasyakuran HAB ke 80, Menag : Penggalangan Dana Difokuskan untuk Korban Bencana

Tasyakuran HAB ke 80, Menag : Penggalangan Dana Difokuskan untuk Korban Bencana

- Author

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat hadir dalam acara Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Tahun 2026 dengan tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.. (Foto: Kemenag)

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat hadir dalam acara Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Tahun 2026 dengan tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.. (Foto: Kemenag)

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Tahun 2026 dengan tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Acara berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa seluruh rangkaian peringatan Hari Amal Bakti ke-80 telah dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan dan ditutup dengan tasyakuran sederhana.

Kesederhanaan tersebut, menurut Menag, merupakan wujud solidaritas Kementerian Agama terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peringatan Hari Amal Bakti tahun ini dilaksanakan secara sederhana. Hal ini merupakan bentuk solidaritas kita terhadap saudara-saudara di Sumatra, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang tengah mengalami musibah. Dana yang tersedia kemudian dikonsentrasikan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Menag.

Menag mengungkapkan, terdapat hikmah di balik pelaksanaan HAB ke-80 yang sederhana.

Sejumlah program Kementerian Agama yang sempat mengalami penundaan pencairan anggaran memperoleh izin relokasi, sehingga dapat dialokasikan untuk bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.

“Dari situlah kami dapat mengalokasikan bantuan dengan nilai yang cukup signifikan untuk masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ke depan, kita berharap Kementerian Agama akan semakin cerah dan mampu mencerahkan kehidupan masyarakat bangsa,” kata Menag.

Bantuan untuk wilayah Sumatra bersumber dari Kementerian Agama serta sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan lembaga-lembaga di bawah koordinasi Kementerian Agama, termasuk masjid-masjid dan Masjid Istiqlal.

Kementerian Agama hingga saat ini telah menyalurkan bantuan sekitar Rp66,470 miliar yang bersumber dari APBN. Selain itu, ada juga bantuan Kemenag Peduli yang bersumber dari donasi ASN Kementerian Agama dan masyarakat.

Ada juga bantuan dari Baznas, Forum Zakat (FOZ), dan Poroz. Total bantuan yang dialokasikan mencapai sekitar Rp155 miliar.

Menag menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Sejumlah wilayah masih tergenang air, kondisi tanah belum sepenuhnya kering, serta terdapat infrastruktur yang sebelumnya terputus akibat bencana.

“Alhamdulillah, saat ini sebagian besar jembatan telah tersambung sehingga renovasi rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren dapat dilanjutkan sebagai bagian dari tanggung jawab Kementerian Agama,” pungkas Menag.

Baca Juga :  Sukses Uji Terbang Drone Kargo Listrik DF-L100, KH Maman Imanulhaq Puji Inovasi Dreamfly Indonesia

Target dana bantuan ini dialokasikan untuk pemulihan 1.137 masjid terdampak, 500 madrasah, 357 pesantren, 13 perguruan tinggi keagamaan Islam, bantuan 11.202 guru madrasah, 1.122 tenaga kependidikan, dan 112.964 siswa madrasah.

Adapun sampai saat ini 935 masjid telah dipulihkan, 9.000 mushaf Al-Qur’an telah tersalurkan, 435 madrasah terdampak sudah siap kegiatan belajar-mengajar, serta bantuan-bantuan lain yang telah tersalurkan seperti 5.886 paket sarana pembelajaran (meja, kursi, papan tulis, laptop, dan printer), 6.410 paket alat kebersihan, dan 792 paket peralatan darurat (tenda, genset, pompa air, dan alat semprot).

Menag juga menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan Kemenag yang telah menggelar kegiatan donor darah pada rangkaian HAB ke-80.

Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan hampir 300 kantong darah yang akan disalurkan untuk membantu masyarakat, termasuk di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Kegiatan ini sangat membantu, mengingat stok darah di Palang Merah Indonesia dan rumah sakit sering kali menipis, khususnya menjelang dan saat bulan suci Ramadan,” ujar Menag.

Melalui peringatan HAB ke-80 ini, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan semangat kerja ikhlas beramal di lingkungan aparatur serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia yang damai dan maju.

Dalam arahannya, Menag jug mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk mensyukuri perjalanan delapan dekade Kemenag.

Menurutnya, usia 80 tahun merupakan fase yang sarat pengalaman, tantangan, dan prestasi, namun sekaligus menjadi pengingat agar tidak larut dalam kebanggaan.

“Capaian-capaian Kementerian Agama, termasuk indeks kerukunan umat beragama yang tertinggi sejak Republik Indonesia berdiri, patut kita syukuri.

Namun, setiap capaian adalah amanah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.

Terkait tema HAB ke-80, Menag menekankan bahwa persatuan dan kerukunan umat beragama harus diarahkan pada terwujudnya Indonesia yang damai dan maju.

Sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, kementerian dan lembaga, hingga masyarakat dan sektor swasta, menjadi kunci dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.**

Berita Terkait

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri
Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya
Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?
Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga
Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan
Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran
Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz
Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:35 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri

Selasa, 3 November 2026 - 20:03 WIB

Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya

Selasa, 3 November 2026 - 18:22 WIB

Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 22:54 WIB

Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga

Senin, 2 November 2026 - 15:02 WIB

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Hari Ini 5 November 2026, Cek Antam, UBS dan Galeri24

Kamis, 5 Nov 2026 - 01:08 WIB