Soal Sekolah Rakyat, Legislator Minta Pemerintah Fokus di Daerah Tertinggal

Soal Sekolah Rakyat, Legislator Minta Pemerintah Fokus di Daerah Tertinggal

- Author

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi .Sekolah Rakyat (Foto ; Kemendikdasmen)

Ilustrasi .Sekolah Rakyat (Foto ; Kemendikdasmen)

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang menginisiasi Sekolah Rakyat yang hingga kini sudah terealisasi di 166 titik. Ke depan, program tersebut menargetkan 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Menurut Mori, kebijakan itu menunjukkan keberpihakan nyata negara terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu dan mereka yang selama ini terpinggirkan dari akses pendidikan.

“Ini langkah besar dan sangat strategis. Presiden Prabowo menunjukkan bahwa negara hadir untuk anak-anak yang paling membutuhkan. Sekolah Rakyat adalah simbol keadilan sosial di bidang pendidikan,” ujar Mori dalam keterangannya di Jakarta, dikutuip, Rabu (14/01/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi solusi konkret untuk menekan angka putus sekolah, sekaligus mencetak generasi baru yang lebih siap bersaing dan berkontribusi bagi daerahnya.

Baca Juga :  Pemerintah Dorong Konsumsi Domestik untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Mori berharap, dari target 500 Sekolah Rakyat tersebut, Pulau Sumbawa khususnya wilayah Bima dan Sumbawa menjadi prioritas, mengingat masih tingginya kebutuhan akses pendidikan di wilayah tersebut.

“Target 500 Sekolah Rakyat ini harus dibagi secara adil. Daerah-daerah yang masih tertinggal, seperti sebagian wilayah di Pulau Sumbawa, harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk proaktif menyiapkan lahan, data anak putus sekolah, serta dukungan sosial agar program Sekolah Rakyat dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Ini momentum besar. Jangan sampai peluang ini lewat tanpa kesiapan daerah,” tutup Politisi Fraksi Partai NasDem ini.**

Berita Terkait

401 Ribu Kasus ISPA Akibat Karhutla, Komisi IX DPR RI Desak Pemerintah Bertindak
Rantai Persetujuan Penyadapan Prabowo Terungkap, Posisi Seskab Teddy Jadi Sorotan
Ini Peran Utama Tersangka Slamet Uliandi di Kasus Penyadapan Prabowo
Kasus Penyadapan Prabowo Meluas, Irjen Slamet Uliandi Resmi Ditetapkan Tersangka
Hasil Sidang Ijazah Jokowi 5 November 2026, Refly Harun dan Yakup Hasibuan Beda Pandangan
Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri
Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya
Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 23:28 WIB

401 Ribu Kasus ISPA Akibat Karhutla, Komisi IX DPR RI Desak Pemerintah Bertindak

Kamis, 5 November 2026 - 23:02 WIB

Rantai Persetujuan Penyadapan Prabowo Terungkap, Posisi Seskab Teddy Jadi Sorotan

Kamis, 5 November 2026 - 22:26 WIB

Ini Peran Utama Tersangka Slamet Uliandi di Kasus Penyadapan Prabowo

Kamis, 5 November 2026 - 20:11 WIB

Kasus Penyadapan Prabowo Meluas, Irjen Slamet Uliandi Resmi Ditetapkan Tersangka

Kamis, 5 November 2026 - 15:34 WIB

Hasil Sidang Ijazah Jokowi 5 November 2026, Refly Harun dan Yakup Hasibuan Beda Pandangan

Berita Terbaru