Cegah Amuk Massa, Lesbumi NU Ingatkan Tanggap Baca Ayat-ayat Kauniyah

Cegah Amuk Massa, Lesbumi NU Ingatkan Tanggap Baca Ayat-ayat Kauniyah

- Author

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, SURABAYA – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jawa Timur mengajak insan-insan kreatif dan masyarakat umumnya, untuk tanggap membaca fenomena sosial. Termasuk terkait amuk massa, kecakapan bertindak membaca Ayat-ayat Kauniyah, Ayat-ayat yang tergelar sebagai tanda-tanda zaman.

 

Tindakan destruktif terjadi dalam gelombang demonstrasi yang marak, baik di Jakarta, Surabaya dan sejumlah kota lain di Indonesia. Anarkhisme bisa dicegah bila para pemimpin dan elite politik mampu membaca fenomena sosial danenyikapinya dengan bijaksana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hal itu terungkap dalam kegiatan acara Launching Buku Puisi “Pengantin Bulan Domba” karya Didik Wahyudi. Kegiatan Lesbumi PWNU Jatim ini terkait “Pesta Puisi Kemerdekaan di Ujung Bulan”, dihadiri puluhan Seniman, penyair, dan aktivis Lesbumi di Jawa Timur.

 

“Hilangnya sensitivitas dan empati para elite politik atas kondisi masyarakat menjadikan kekesalan itu memuncak. Bila kemudian terjadi amuk massa, aksi sosial dan demontrasi, hal itu merupakan pelepasan dari kekesalan dan kejengkelan yang tak terkendali, ” kata Riadi Ngasiran, Ketua Lesbumi PWNU Jatim, dalam keterangan pers Senin 1 September 2025.

 

Saat ini, diingatkan Riadi, saat yang tepat bagi para elite politik, pemimpin pemerintahan, untuk melakukan koreksi diri. Koreksi atas tindakan dan ucapan mereka yang seolah tanpa kontrol itu.

 

“Ketika kaum lemah dan dilemahkan, kaum mustadh’afin tanpa perhatian, dan merajalelanya keserakahan di antara para elite politik, dengan praktik korupsi, kolusi, yang pertunjukkan setiap saat, membuat kekesalan itu semakin sempurna, ” tutur Riadi Ngasiran, yang juga esais dan pemerhati kebudayaan.

 

Ayat-ayat Kauniyah

 

Terkait Launching Buku Puisi “Pengantin Bulan Domba” karya Didik Wahyudi, tampil sebagai pembahas Penyair Nasional Mardi Luhung dan Peneliti Sastra Ribut Wijoyo.

 

Pada Minggu, 31 Agustus 2025, pukul 13.00 WIB di Aula KH Bisri Syansuri, PWNU Jawa Timur, Jln Masjid Al-Akbar Timur no 9, Gayungan Surabaya, diawali pembacaan puisi oleh penyair Nur Aziz Asmuni dan Haidar Hafeez dari Pasuruan.

Baca Juga :  Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal, Mendagri dan Menteri PKP Tinjau MPP Kota Surabaya

 

Juga Penyair Sastra Jawa Suharmono Kasiyun (aktivis Lesbumi PWNU dan dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya) dan KH Chamim Kohari dari Mojokerto. Juga ada Gus Ahmed Miftahulhaq, dari Pesantren Ngelom Sepanjang yang aktif di dunia sastra Universitas Negeri Surabaya, serta Afif Mahmudah, turut membaca puisi karya Didik Wahyudi.

 

Ning Nabila Dewi Gayatri, Pelukis yang Sekretaris Lesbumi PWNU Jatim, memberikan apresiasi terhadap para seniman yang eksis berkarya dalam kondisi apa pun.

 

Para seniman, juga para penyair mempunyai kepekaan terhadap setiap permasalahan kehidupan. Kegelisahan dalam menangkap makna kehidupan diungkapkan sebagai pengalaman estetik yang khas dari setiap individu para seniman itu.

 

Didik Wahyudi, turut dalam produksi klips Museum Nahdlatul Ulama (NU) sutradara dan naskah Riadi Ngasiran (kini Ketua Lesbumi PWNU Jawa Timur), saat diresmikan KH Abdurrahman Wahid pada Desember 2004.

 

“Kami sengaja mengumpulkan para seniman dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia kita tercinta pada akhir bulan. Hal ini lazim bagi warga Nahdliyin, peringatan harlah misalnya, ya bisa berlangsung sebulan penuh. Termasuk peringatan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa kita ini, ” tutur Ning Nabila Dewi Gayatri.

 

Para seniman, terutama dari Lesbumi NU dari sejumlah daerah pun hadir. Seperti dari Sidoarjo, Bangil, Jombang, Gresik, dan tentu saja dari Surabaya.

 

Para seniman Lesbumi NU, banyak berkiprah di berbagai bidang dan berprestasi secara nasional. Mardi Lulung, misalnya, tinggal di Gresik sebagai Guru karya-karyanya dikenal dalam konstelasi Sastra Indonesia secara nasional.

 

Bersama sejumlah penyair Nasional, Mardi Luhung belum lama ini tampil dalam acara di Museum Islam Indonesia KH. M. Hasyim Asy’ari, Tebuireng Jombang. Pada kesempatan itu, disaksikan pula KH Kikin Abdul Hakim Mahfudz, Ketua PWNU Jawa Timur yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. (hud).

Berita Terkait

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri
Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya
Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?
Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga
Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan
Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran
Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz
Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:35 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri

Selasa, 3 November 2026 - 20:03 WIB

Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya

Selasa, 3 November 2026 - 18:22 WIB

Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 22:54 WIB

Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga

Senin, 2 November 2026 - 15:02 WIB

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Hari Ini 5 November 2026, Cek Antam, UBS dan Galeri24

Kamis, 5 Nov 2026 - 01:08 WIB