Gelombang Protes "Indonesia Gelap", Mahasiswa Ingatkan Kabinet Prabowo Tinjau Ulang Kebijakan Pemangkasan Anggaran

Gelombang Protes “Indonesia Gelap”, Mahasiswa Ingatkan Kabinet Prabowo Tinjau Ulang Kebijakan Pemangkasan Anggaran

- Author

Rabu, 19 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Gejolak penolakan kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran kembali memanas dengan aksi demonstrasi ribuan mahasiswa yang bergerak dari Patung Kuda menuju Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Dengan mengusung tema “Indonesia Gelap”, gerakan mahasiswa ini menyuarakan kritik tajam terhadap berbagai kebijakan kontroversial pemerintah.

Kritik Terhadap Efisiensi Anggaran

Ketua BEM-KM UGM, Tiyo Ardianto, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai tidak mempertimbangkan kepentingan publik. Pemangkasan anggaran Kemendikdasmen sebesar Rp8 triliun dari total Rp33,5 triliun menjadi sorotan utama yang menimbulkan keresahan di kalangan akademisi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak Terhadap Pendidikan Tinggi

“PTN akan menghadapi dilema besar dalam mencari sumber pendanaan alternatif, yang berpotensi berujung pada kenaikan UKT,” ungkap Tiyo.

Meskipun pemerintah menjamin tidak akan ada kenaikan UKT dan program KIP-K tetap berjalan, kekhawatiran tetap mengemuka terkait komitmen pemerintah terhadap sektor pendidikan.

Baca Juga :  Legislator TB Hasanuddin Sebut Bandara Ilegal PT IMIP Melanggar Kedaulatan Negara

Tuntutan Evaluasi Program BEM KM UGM mengajukan dua tuntutan strategis kepada pemerintah:

  • Evaluasi menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis dengan mempertimbangkan kapasitas APBN
  • Implementasi Kebijakan Pajak Progresif sebagai solusi pendapatan negara alternatif

Ancaman Eskalasi Protes

Gerakan mahasiswa ini mendapat dukungan luas dari berbagai universitas di Indonesia. Koordinator BEM SI, Herianto menegaskan, aksi akan berlangsung selama tiga hari dengan lima tuntutan utama, termasuk pencabutan kebijakan efisiensi anggaran.

Aksi protes ini merupakan refleksi dari keresahan mahasiswa terhadap arah kebijakan pemerintahan baru yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat, khususnya dalam sektor pendidikan dan kesehatan.**

Berita Terkait

Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi
Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi
Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029
Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet
Jokowi Turun Gunung untuk PSI, Begini Komentar Pengamat Politik Arifki Chaniago
Indonesia Gabung Board of Peace, Begini Tanggapan Pengamat Ujang Komarudin
Partai Baru Langsung Tentukan Capres, Pengamat: Politik Indonesia Masuk Era “Early Booking” Pilpres 2029
Tepis Isu Pilpres Oleh MPR, Ketua Komisi II DPR Tegaskan Tidak Ada Pembahasan Mengubah Domain UUD 1945
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:01 WIB

Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:19 WIB

Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:38 WIB

Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029

Senin, 9 Februari 2026 - 21:47 WIB

Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:15 WIB

Jokowi Turun Gunung untuk PSI, Begini Komentar Pengamat Politik Arifki Chaniago

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Potongan Tubuh Korban Mutilasi dalam Freezer Ditemukan di Puncak 2 Bogor

Senin, 30 Mar 2026 - 18:59 WIB

Robot Tank Polri vs Robot Perang Militer Iran, Mana Lebih Unggul?

Internasional

Robot Tank Polri vs Robot Perang Militer Iran, Mana Lebih Unggul?

Senin, 30 Mar 2026 - 13:43 WIB