JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Fenomena gerhana bulan akan kembali hiasi langit Indonesia pada Minggu malam 7-8 September 2025.
Menurut BMKG, gerhana bulan dapat disaksikan di langit Indonesia mulai pukul 22.26 wib hingga 03.36 wib dini hari.
Dalam Islam, gerhana bulan disebut sebagai Khusuf Al-Qomar. Umat Islam disunnahkan melaksanakan sholat gerhana bulan sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT dan sebagai bentuk penghambaan kepadanya.
Hukum Sholat Gerhana Bulan
Dalam Islam hukum sholat gerhana bulan adalah sunnah muakad. Artinya sholat tersebut sangat dianjurkan dikerjakan bagi laki-laki maupun perempuan, baik secara berjamaah maupun dilakukan sendiri.
Niat Sholat Gerhana Bulan
Hal yang tepenting dalam melaksanakan sholat gerhana bulan adalah niat. Sholat gerhana bulan harus diawali dengan niat khusus sesuai dengan pelaksanaanya.
Berikut bacaan niat sholat gerhana bulan:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Saya niat Sholat Gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT
Tata Cara Sholat Gerhana Bulan
Adapun urutan tertib shalat sunnah gerhana bulan bersumber dari nu.or.id sebagai berikut:
- Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram
- Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati
- Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu atau surat pendek dibaca dengan jahar (lantang)
- Rukuk dengan membaca tasbih dengan durasi sebaiknya selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah
- I’tidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah kembali. Setelah itu dianjurkan baca Surat Ali Imran atau selama surat itu
- Rukuk dengan membaca tasbih dianjurkan selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.
- Itidal. Baca doa i’tidal
- Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua
- Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua
- Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada berdiri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa. Sedangkan pada berdiri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah
- Salam.








