SOLO, JEJAKNARASI.ID — Stasiun Solobalapan menjadi gerbang perjalanan para jamaah yang menuju peringatan Haul Habib Ali Alhabsyi ke-115. Puluhan ribu jamaah disebut berdatangan melalui stasiun ini pada Jum’at (02/10/2026), membawa perhatian pada peran transportasi kereta api dalam mendukung agenda keagamaan di Kota Solo.
Bagi para jamaah, perjalanan menuju haul bukan sekadar berpindah dari satu kota ke kota lain. Ada keinginan untuk mengikuti majelis, mengenang keteladanan ulama, serta bertemu dengan sesama jamaah dalam suasana kebersamaan. Solo Balapan pun menjadi titik awal sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju lokasi kegiatan.
Haul Habib Ali Alhabsyi Lebih dari Sekadar Pertemuan Tahunan
Tradisi haul memiliki makna tersendiri dalam kehidupan masyarakat Muslim. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk mengenang sosok yang telah wafat, mendoakannya, sekaligus mengambil pelajaran dari kehidupan dan ajarannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Habib Ali Alhabsyi dikenal sebagai penyusun Simtuddurar, karya maulid yang dibaca dalam berbagai majelis. Namanya lekat dengan tradisi pembacaan maulid dan selawat yang terus dijaga oleh para jamaah.
Karena itu, kehadiran dalam haul dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus merawat tradisi keagamaan lintas generasi. Perjalanan yang ditempuh bukan hanya memiliki tujuan geografis, tetapi juga makna spiritual bagi mereka yang menjalaninya.
Pada akhirnya, perjalanan menuju haul tidak hanya diukur dari jarak yang ditempuh. Ada doa, silaturahmi, dan keteladanan yang ingin dibawa pulang. Dari Solobalapan, langkah para jamaah berlanjut menuju sebuah pertemuan yang maknanya diharapkan tetap tinggal setelah acara usai.























