Bima Arya: Ekosistem Inovasi Daerah Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Bima Arya: Ekosistem Inovasi Daerah Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

- Author

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. (foto: Puspen Kemendagri)

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. (foto: Puspen Kemendagri)

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa kelembagaan ekosistem inovasi di tingkat daerah merupakan syarat mutlak bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) dan menjadi negara maju pada 2045.

Hal ini disampaikan Bima dalam acara Rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 terkait Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah untuk Mendorong Daya Saing yang Berkelanjutan dan Inklusif di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Bima mengatakan bahwa inovasi yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen sekaligus mengoptimalkan bonus demografi. 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia optimistis, meskipun masih banyak daerah yang memiliki kapasitas fiskal terbatas, penguatan ekosistem inovasi dapat membuka ruang-ruang pertumbuhan baru dan mendorong kemajuan daerah.

“Tugas kita sekalian adalah membangun ekosistem inovasi. Kepala daerah berganti, bupati pensiun, gubernur selesai, tapi inovasi sudah menjadi bagian dari kelembagaan atau terbangunnya ekosistem inovasi. Bicara ekosistem inovasi di situ ada riset, di situ ada regulasi, di situ ada pelembagaan, di situ ada aktor-aktor dan di situ ada pendanaan,” katanya.

Bima menyayangkan apabila inovasi hanya dijalankan demi meraih penghargaan tanpa memperhatikan kesinambungan program. 

Baca Juga :  Jelang Musim Haji, Imigrasi Soetta Siap Layani 35 Ribu Pemberangkatan Jemaah

Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk melampaui pola kolaborasi biasa dan beralih ke pendekatan co-creation, di mana seluruh pemangku kepentingan terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Bima lantas mendorong pembentukan “Rumah Inovasi Daerah” sebagai ruang bagi kampus, komunitas, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), serta dinas terkait untuk menciptakan solusi nyata bagi masyarakat.

“Inovasi bukan gimmick. Inovasi adalah fokus pada solusi. Inovasi harus ada nilai tambah. Inovasi harus terintegrasi pada sistem, bukan tempelan saja. Inovasi memberikan manfaat,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Bima mengusulkan sejumlah terobosan yang dapat diimplementasikan para pihak. 

Upaya tersebut antara lain membangun blended finance untuk mendanai riset daerah, jalur fast track adopsi teknologi, hingga menjadikan inovasi sebagai indikator kinerja utama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia berharap BRIDA dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dapat berperan aktif sebagai driving force dalam memperkuat ekosistem riset di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Inovasi yang melembaga merupakan mesin pertumbuhan yang tidak boleh padam meskipun kepemimpinan berganti. 

Bima mengingatkan para kepala daerah agar menjadikan berbagai indeks, termasuk IDSD, sebagai stimulan kebijakan yang nyata, bukan sekadar beban administratif.**

Berita Terkait

Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 dan Cara Mudah Perpanjang STNK Tanpa Antre
Perkuat Tata Kelola Tambang, Pemerintah Tekan Kebocoran dan Optimalkan Nilai Tambah Mineral Nasional
Percepat Program MBG di Daerah 3T, BSKDN Kemendagri Gelar Forum Diskusi Aktual Lintas Sektor
KPU Sebut Gugatan Pendidikan Gibran Lewat Batas
Mandiri Taspen dan Basarnas Kolaborasi Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan
Pemerintah Putus Kontrak Mitra Makan Siang Gratis Usai 87 Siswa Terkena Diare Massal
Kementerian UMKM Fasilitasi 25 Usaha Mikro Terdampak Bencana Aceh Tembus Pasar Modern
PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III Salurkan BPJSK bagi 550 Pekerja Rentan Kalbar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:25 WIB

Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 dan Cara Mudah Perpanjang STNK Tanpa Antre

Jumat, 25 September 2026 - 11:15 WIB

Perkuat Tata Kelola Tambang, Pemerintah Tekan Kebocoran dan Optimalkan Nilai Tambah Mineral Nasional

Kamis, 24 September 2026 - 11:55 WIB

Percepat Program MBG di Daerah 3T, BSKDN Kemendagri Gelar Forum Diskusi Aktual Lintas Sektor

Kamis, 24 September 2026 - 08:22 WIB

KPU Sebut Gugatan Pendidikan Gibran Lewat Batas

Kamis, 24 September 2026 - 07:08 WIB

Mandiri Taspen dan Basarnas Kolaborasi Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan

Berita Terbaru