Banjir Meluas di 24 Kecamatan, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Banjir Meluas di 24 Kecamatan, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

- Author

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana banjir di salah satu wilayah di Kabupaten Tangerang ( Foto: Dok. JEJAKNARASI.ID)

Suasana banjir di salah satu wilayah di Kabupaten Tangerang ( Foto: Dok. JEJAKNARASI.ID)

JEJAKNARASI.ID, TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir yang mencakup meluasnya wilayah yang terdampak bencana tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik menjelaskan, penetapan status tanggap darurat ini didasari hasil evaluasi data dan mencakup wilayah terdampak banjir. Hingga Minggu (11/01/2026), banjir telah melanda sebanyak 24 kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Iya, kita akan mengeluarkan status tanggap darurat. Ini dilakukan atas dasar potensi tingginya curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan luasan bencana banjir, jadi pemerintah harus mengantisipasi bagaimana terkait dengan hasil perkiraan cuaca dari BMKG,” kata Taufik kepada awak media, Rabu (14/01/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menjelaskan, kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat penanganan bencana, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, serta koordinasi lintas sektor, sehingga bisa mengurangi dampak yang lebih luas.

Langkah itu, tambah Taufik, bisa dimanfaatkan untuk penyiapan sarana dan prasarana pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut.

“Nah, kemudian sejak tanggal 11 Januari 2026 sampai sekarang ini kan ternyata mulai terjadi banjir. Sudah terbukti yang biasanya wilayah itu hanya 20 centimeter ketinggian airnya, sekarang sudah ada perkembangan naik dan meluas,” jelasnya.

Taufik menegaskan, selama masa tanggap darurat, Pemkab Tangerang bakal terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah.

Dari data yang berhasil dihimpun oleh BPBD Kabupaten Tangerang, sedikitnya ada 10 ribu kepala keluarga (KK) atau 45-50 ribu jiwa yang menjadi korban banjir di 24 kecamatan tersebut.

Baca Juga :  LKBB Tangerang 2025 Resmi Dibuka, Sekda Soma Ingatkan Hal Ini

“Ya, sekitar kurang lebih 50 ribuan jiwa. Kurang lebihnya 50 ribuan penduduk,” ucapnya.

Meski terjadinya perluasan, Taufik mengungkapkan, kondisi genangan banjir di beberapa lokasi sudah berangsur surut. Hanya saja, terdapat permukiman yang berlokasi di bantaran sungai yang masih teredam.

“Yang surut juga banyak juga, berangsur-angsur surut, tapi juga ada yang karena limpahan air Sungai Cidurian gitu, sehingga terdampak ke masyarakat.Ketinggian air bervariasi mulai 60-80 centimeter, sedangkan terparah mencapai 2 meter,” paparnya.

Sebagai upaya penanganan bencana alam ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan instansi lain dalam rapat bersama. Langkah awal yang bakal dilakukan, yakni melakukan pembangunan fasilitas pompa air, normalisasi, hingga pembukaan pintu air.

“Khususnya di wilayah Kosambi dan wilayah-wilayah yang lain relatif hampir mirip. Contoh wilayah Kosambi kemungkinan akan akan dibangun saluran air atau juga normalisasi ditambah rumah-rumah mesin pompa,” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Tangerang, Moch Maesyal menyatakan, akan segera mencari solusi untuk mengatasi banjir di wilayah Kecamatan Kosambi dengan melibatkan sejumlah pihak.

“Kami sudah melihat langsung kondisi di lapangan dan merumuskan upaya-upaya yang akan kita lakukan bersama,” kata Maesyal saat meninju lokasi banjir di Desa Salembaran Jati, Kecamatan Kosambi, pada Selasa (13/1/26).

Maesyal mengatakan, untuk penanganan jangka pendek pihaknya akan segera menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita juga akan lakukan survei lanjutan dan merapatkan seluruh pihak terkait untuk mencari solusi teknis, termasuk membahas ke mana air ini bisa dialirkan agar dapat dibuang ke laut,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait

Alfamart dan Kalbe Nutritionals Perkuat Dukungan 1.000 HPK melalui Sahabat Posyandu
Mengaku Diusir, Warga Panongan Laporkan Dugaan Intimidasi
Kecamatan Kelapa Dua Tembus 5 Besar Lomba Kecamatan Kabupaten Tangerang 2026, Camat Paparkan Inovasi dan Pelayanan Publik
Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Buka Suara soal Tuduhan Pelecehan Seksual: “Itu Tidak Benar!”
Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Kasatpol PP Tangerang Dilaporkan Ke BKPSDM
Polisi Selidiki Penemuan Jenazah Perempuan di Jalur Naga Kelapa Dua, Satu Orang Diamankan
Camat Dadang Apresiasi Siswi SMPN 2 Kelapa Dua yang Tampil di Jambore Nasional XII
Respons Cepat Keluhan Pelanggan, PERUMDAM TKR Tangani Keluhan Air Keruh dan Bau
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Alfamart dan Kalbe Nutritionals Perkuat Dukungan 1.000 HPK melalui Sahabat Posyandu

Rabu, 30 September 2026 - 21:51 WIB

Mengaku Diusir, Warga Panongan Laporkan Dugaan Intimidasi

Senin, 28 September 2026 - 13:40 WIB

Kecamatan Kelapa Dua Tembus 5 Besar Lomba Kecamatan Kabupaten Tangerang 2026, Camat Paparkan Inovasi dan Pelayanan Publik

Selasa, 22 September 2026 - 16:47 WIB

Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Buka Suara soal Tuduhan Pelecehan Seksual: “Itu Tidak Benar!”

Senin, 21 September 2026 - 20:56 WIB

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Kasatpol PP Tangerang Dilaporkan Ke BKPSDM

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

BRI BO Kelapa Gading Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor

Kamis, 1 Okt 2026 - 22:46 WIB

Ekonomi & Bisnis

BRI BO Gading Boulevard Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor

Kamis, 1 Okt 2026 - 22:13 WIB