GMNI Jabodetabek Gelar Aksi Di Gedung DPR, Berikut Tuntutannya

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). (Foto: 1st)

Logo Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). (Foto: 1st)

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jabodetabek, yang terdiri dari GMNI Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kota Tangerang, Dan Kota Tangerang Selatan menggelar aksi massa di depan Gedung DPR RI sebagai respon atas krisis politik, hukum, dan ekonomi yang semakin akut di bawah rezim hari ini, Senin (01/9/2025).

Kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak era Jokowi yang kini diteruskan oleh pemerintahan Prabowo–Gibran telah menjadi penyebab utama konflik agraria yang masif.

Alih fungsi lahan, perampasan tanah, dan proyek infrastruktur yang dipaksakan atas nama pembangunan menyingkirkan rakyat dari ruang hidupnya sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi ini diperburuk oleh program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Merah Putih yang tidak menyelesaikan persoalan rakyat, melainkan menambah beban ekonomi di tengah melonjaknya harga pangan.

Di sisi lain, Omnibus Law hanya melahirkan carut-marut investasi: liberalisasi tenaga kerja, eksploitasi sumber daya, dan ketidakpastian hukum bagi rakyat.

Demokrasi yang ada hari ini hanyalah demokrasi liberalistik yang melahirkan KKN dan mengokohkan oligarki. Partai-partai politik gagal melakukan kaderisasi, hanya menghasilkan koruptor-koruptor baru.

DPR tidak menjalankan fungsinya. Majelis Kehormatan Dewan hanya menjadi formalitas dan alat partai politik, sementara mekanisme PAW dikendalikan oleh ketua umum partai. Lembaga legislative; DPR, DPD, hingga MPR mandul dan tidak mampu menunjukkan keberpihakan kepada rakyat.

Sementara itu, represifitas aparat dan kriminalisasi terhadap pejuang demokrasi dan agraria semakin memperlihatkan watak asli rezim.

Wacana pembangunan Kodam di berbagai wilayah yang ditopang oleh RUU TNI memperlihatkan watak fasis-militeristik yang berbahaya bagi demokrasi rakyat. Potensi darurat militer kian nyata, di tengah “efisiensi palsu” yang dijalankan pemerintahan Prabowo–Gibran—kebijakan yang diklaim demi penghematan, namun kontradiktif dalam praktik dan justru menghimpit kehidupan rakyat. Situasi ini mengarah pada krisis konstitusional yang serius, bahkan membuka jalan pada wacana perubahan dan amandemen UUD 1945.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPR Sari Yuliati Puji Langkah Cepat TNI-Polri Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Karena itu, perjuangan rakyat harus ditempatkan sebagai kekuatan utama.

TUNTUTAN AKSI GMNI JABODETABEK:

1. Evaluasi dan Pecat seluruh Anggota DPR RI yang tidak Pro dan Mendiskreditkan rakyat;

2. Sahkan UU Perampasan Aset dan bersihkan Kabinet, Parlemen, dan Peradilan dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme;

3. Evaluasi dan Pecat seluruh Menteri dan Wakil Menteri yang merangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN dan Ketua Umum Partai Politik;

4. Cabut segala tunjangan Fantastis Menteri, Wakil Menteri, Direksi, Komisaris BUMN;

5. Pecat KAPOLRI dan Laksanakan Reformasi Kepolisian secara Menyeluruh;

6. Revisi UU TNI dan hentikan pembangunan Kodam yang memperkuat watak militeristik rezim;

7. Tolak Kenaikan Pajak terhadap Rakyat miskin dan Tolak Efesiensi Anggaran Pendidikan, Kesehatan, dan pertahanan sesuai dengan Amanat Konstitusi UUD 1945 NRI;

8. Wujudkan Reforma Agraria Sejati dan turunkan harga Pangan;

9. Bangun Industri Nasional dengan Jalan Landreform Sejati;

10. Adili Jokowi dan makzulkan Gibran.

Dengan mengangkat tema “Menata Ulang Arah Bangsa, Marhaen Bergerak, Rakyat Melawan Kekacauan,” GMNI Jabodetabek menegaskan bahwa aksi di depan Gedung DPR RI pada Senin, 1 September 2025. Adalah bagian dari perjuangan rakyat marhaen untuk menata ulang arah bangsa dan melawan kekacauan yang diciptakan rezim hari ini.

Apabila, tuntutan kami tidak terpenuhi makanya sudah saat kami GMNI Se-Jabodatabek melakukan gerakan “POTONG SATU GENERASI”. **

Kontributor : Ahmad Fakhir

Berita Terkait

Tokoh Toleransi Christoforus Rea Wafat, Jakpus Kehilangan Jembatan Lintas Iman
Begini Analisa Ray Rangkuti Soal Pengungkapan Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Waka DPR Sari Yuliati: Hari Kemenangan untuk Bangun Indonesia Lebih Baik
Amankan Malam Takbiran 2026, Polda Metro Jaya Siagakan 1.810 Personel
Pastikan Pengemudi Angkutan Lebaran Sehat, Menaker Yassierli Tinjau Posko Peduli K3
Keseruan Mudik Gratis Alfamidi: 1.250 Pemudik Pulang Kampung Naik Bus, Mobil, dan Pesawat
Wali Kota Arifin Dampingi Gubernur DKI Jakarta Serahkan Empat Kunci Hunian Program Bedah Rumah
Soal Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Legislator Kiai Maman Sebut Serangan Terhadap Demokras
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:06 WIB

Tokoh Toleransi Christoforus Rea Wafat, Jakpus Kehilangan Jembatan Lintas Iman

Jumat, 20 Maret 2026 - 20:33 WIB

Begini Analisa Ray Rangkuti Soal Pengungkapan Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:40 WIB

Waka DPR Sari Yuliati: Hari Kemenangan untuk Bangun Indonesia Lebih Baik

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:26 WIB

Amankan Malam Takbiran 2026, Polda Metro Jaya Siagakan 1.810 Personel

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:56 WIB

Pastikan Pengemudi Angkutan Lebaran Sehat, Menaker Yassierli Tinjau Posko Peduli K3

Berita Terbaru

Mantan Menteri Agama Yaqut Qholil Qoumas saat kemabli ke rutan KPK. (Foto:: Ist)

Hukum & Kriminal

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK

Selasa, 24 Mar 2026 - 23:42 WIB

error: Content is protected !!