Menu

Mode Gelap

Politik

Indonesia Gabung Board of Peace, Begini Tanggapan Pengamat Ujang Komarudin

badge-check


					Pengamat Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. (Foto: Ist) Perbesar

Pengamat Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. (Foto: Ist)

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Pengamat Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menyoroti langkah strategis Indonesia.

Sorotan tersebut, terkait bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) pada era pemerintahan Presiden Prabowo.

Menurut Ujang, keikutsertaan ini membuka ruang diplomasi baru bagi Indonesia untuk berperan lebih aktif dalam mendorong perdamaian Palestina dan stabilitas Gaza.

“Dengan bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi penyambung aspirasi rakyat Palestina.” ungkap Ujang dalam keterangannya di Jakarta Kamis (29/1/2026).

Ujang juga mengatakan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dinilai sebagai sikap konsisten yang terus dijaga oleh para pemimpin nasional dari masa ke masa.

“Para pemimpin Indonesia dari waktu ke waktu selalu konsisten berada di barisan terdepan dalam membela kemerdekaan Palestina. Sikap ini sejalan dengan Pembukaan UUD 1945 yang secara tegas menolak penjajahan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Founder Literasi Politik Indonesia itu juga menuturkan kehadiran Indonesia dalam Board of Peace Gaza dapat memperkuat peran Indonesia sebagai aktor global dalam mengawal isu-isu kemanusiaan.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia dinilai mampu memainkan peran penyeimbang di tengah kompleksitas geopolitik Timur Tengah, sekaligus mendorong dialog yang lebih inklusif dan berkeadilan.” katanya.

Sementara itu, ia mengingatkan Dewan Perdamaian Gaza perlu di awasi dengan ketat, agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu yang justru berpotensi mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.

“Karena sudah bergabung, ke depan Indonesia harus jeli, harus mengawasi, harus cermat dalam memainkan peran di dalam. Jangan sampai digunakan untuk kepentingan tertentu di luar kemerdekaan rakyat Palestina.” tegasnya.

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.
Lainnya

Partai Baru Langsung Tentukan Capres, Pengamat: Politik Indonesia Masuk Era “Early Booking” Pilpres 2029

21 Januari 2026 - 21:16 WIB

Tepis Isu Pilpres Oleh MPR, Ketua Komisi II DPR Tegaskan Tidak Ada Pembahasan Mengubah Domain UUD 1945

19 Januari 2026 - 22:15 WIB

Siap Melangkah! Gerakan Rakyat Gelar Rakernas Perdana dengan 600 Pengurus Se-Indonesia

13 Januari 2026 - 21:42 WIB

Pengamat Arifki Chaniago : Rakernas PDIP Perlu Mengukur Ancaman Baru di Jawa Tengah

11 Januari 2026 - 23:01 WIB

Trending di Politik